Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 44. DI MALL


__ADS_3

Keluar dari toko mainan, Richard membawa putrinya masuk ke dalam sebuah restoran untuk makan siang. Saat sudah tiba di restoran Richard mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari pintu masuk. Karena hanya meja bagian depan yang masih terlihat kosong. Apalagi saat ini restoran padat pengunjung.


Saat keduanya baru saja duduk, terlihat Amor dan Moresette masuk ke dalam restoran itu juga.


"Amor, kita makan di restoran lain saja yuk. Di sini sudah hampir penuh."


"Tapi aku mau makan di sini, Moresette.Di sini makanannya lebih enak, dari restoran lain. Makanya ramai pengunjung.


Pandangan mata keduanya lalu mengitari tempat itu untuk mencari meja yang masih kosong. Sampai akhirnya pandangan Amor berhenti pada sebuah meja yang tidak jauh jaraknya dari Mereka berdiri.


"Amor menepuk lengan kanan Moresette. Moresette lihat itu Pak Richard kan? kamu lihat nggak? tunjuk Amor pada sebuah meja.


Pandangan Moresette lalu mengikuti arah telunjuk Amor. Dilihatnya Pak Richard sedang fokus dengan ponselnya sedangkan Mauren sedang asyik dengan bonekanya. Iya Amor, terus anak kecil itu???


Amor dan Moresette selalu saling berpandangan. "Anak Dora!!! ucap keduanya serempak


"Kita samperin yuk!"ajak Amor lalu menarik lengan Moresette tanpa menunggu persetujuan dari Moresette


"Pak Richard!" sapa Amor


Richard yang sedang membalas pesan Nyonya Alena itu, langsung mengalihkan perhatiannya pada wanita yang memanggilnya


"Amor ." ucap Richard ragu


"Iya Pak, saya Amor, masa Bapak lupa.


"Saya tidak lupa, cuma sedikit ragu. Karena Setelah lima tahun tidak pertemuan kalian terlihat berubah.


"He...he...he" tambah tua ya, pak?"


"Enggak cuman terlihat lebih dewasa saja, dari yang dulu."


"Moresette apa kabarnya?"


"Kabar saya baik Pak."

__ADS_1


Richard lalu menoleh ke samping kiri dan kanan dilihatnya sama meja sudah penuh.


"Lebih baik kalian duduk di sini saja. Itu masih ada dua kursi. Kalian bisa makan di sini. Saya sama Mauren nggak pesan banyak makanan, jadi mejanya masih muat untuk makanan kalian.


"Iya pak, terima kasih." ucap Amor kemudian Amor dan Moresette duduk di kursi yang masih kosong di sebelah di seberang Richard.


"Bagaimana kabar teman kalian?" tanya Richard


"Maksud Bapak Dora, ya? tanya Amor


"Iya, memang siapa lagi teman kalian kalau bukan dia."


Amor dan Moresette sedikit ragu ingin menjawab Mereka takut salah ngomong.


"Dia.... Dia baik-baik saja Pak."


Kami juga baru berkomunikasi sekitar satu bulan yang lalu.


"Apa dia juga menceritakan kejadian saat kemping itu pada kalian?


"Dia Cerita apa saja pada kalian?"


Dora menceritakan dalang dibalik kejadian di camping dan kecelakaan itu adalah Irene." ucap Amor dan Moressete serempak.


"Baguslah, kalau dia menceritakan juga tentang Irene. Setidaknya kalian tidak menganggap aku pria bejat seperti yang Dora tuduh kan waktu itu.


"Ini anak Dora, ya pak? tanya Moresette


"Iya,"


Amor menatap lekat wajah Mauren. Wajahnya mirip sekali dengan Dora ya Pak. Cuma hidungnya lebih mancung ngikutin hidung bapak.


Moresette langsung menyenggol lengan Amor. "Kenapa Moresette?benarkan, yang aku bilang hidung Mauren mancung seperti Pak Richard."


"Iya, kan dia anak saya." sahut Richard.

__ADS_1


"Tante ini siapa Pa?" tanya Mauren


"Tante ini temannya Mama sayang ."


"Teman Mama Mauren? tanya Mauren lagi.


"Iya cantik," sahut Amor.


"Mama mana Tante? kenapa Mama nggak diajak ke mall, kan Tante teman Mama?"


Amor dan Moresette saling berpandangan kemudian kedua wanita itu menatap Richard seolah meminta bantuan untuk menjawabnya.


"Mauren, kan sudah Papa bilang Mama lagi sekolah. Tempat sekolah Mama jauh. Jadi Mama nggak bisa ikut jalan-jalan ke mall." Richard mencoba memberi pengertian pada putrinya.


"Kalau kalian sudah berkomunikasi dengan Dora, dalam satu bulan ini berarti kalian pasti tahu kapan dia akan pulang ke Bangkok.


Amor dan Moresette kembali saling berpandangan.


"Katakan saja pada saya, tidak usah takut. Kalian kan tadi lihat sendiri Mauren mencari Mamanya. Kalau saya tahu kapan dia pulang, kan saya bisa memberi jawaban pada putri saya ketika dia bertanya kapan Mamanya pulang." ucap Richard.


"Katanya satu bulan lagi pak." sahut Amor.


obrolan keduanya berhenti seorang pelayan restoran menghampiri meja mereka. Setelah mencatat pesanan makanannya pelayan itu berlalu pergi.


Beberapa saat kemudian ponsel Amor yang sejak tadi dia letakkan di atas meja berbunyi terlihat sebuah panggilan video. Perhatian Richard beralih ke ponsel Amor. Dilihatnya nama yang tertulis di layar ponsel itu nama Dora. Melihat itu Richard langsung mengambil ponsel itu.


"Pak! Pak! tolong kembalikan ponsel saya Pak! Saya takut nanti Dora marah pada saya tolong Pak, please!!!! Amor panik dan ingin mengambil ponselnya dari tangan Richard.


"Dora nggak akan marah kalau yang mengangkat panggilan ini Mauren." sahut Richard.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG BARU


__ADS_2