
Cornelius menghampiri Dora. Saat ia melihat Dora sudah keluar dari tenda berjalan menghampiri kerumunan mahasiswi. "Bagaimana keadaan kamu Dora, Apakah kamu baik-baik saja? aku dengar tadi malam kamu kurang enak badan, dari Amor."ucap Cornelius kepada Dora.
Karena lelaki itu sejak tadi malam sudah sangat penasaran dengan kondisi wanita yang sudah mencuri hatinya sejak lama. Namun, dia tidak enak berkunjung ke tenda mahasiswi pada malam hari khawatir dia dituduh yang tidak tidak.
Setelah selesai sarapan, semua orang diminta berkumpul Di mana mereka malam itu mengadakan api unggun.
Pak Beni sebagai salah satu dosen yang merangkap sebagai koordinator mengadakan persami itu memberikan pengarahan kepada mahasiswa dan mahasiswa yang hadir di sana.
"Hari ini sebelum pulang, kita akan berkeliling perkebunan ini. Kalian tahu sendiri kan perkebunan Saphattra land ini sangat luas. Jadi kita semua orang yang ada di sini akan kita bagi menjadi lima kelompok.
Dimana setiap kelompok akan ditemani oleh satu orang dosen sebagai koordinator. selebihnya koordinator masing-masing group akan memberikan pengarahan saat perjalanan Nanti.
Jika kalian sudah berpengalaman di tempat ini, tidak ada salahnya untuk memandu. Agar teman-teman kalian yang belum mengetahui lokasi ini dan keunikan lokasi ini, hingga dijadikan tempat camping para mahasiswa mahasiswi. Saya rasa kalian sudah paham bukan? jadi kita akan bagi kelompok sekarang."sepertinya penjelasan saya sudah jelas.
Kalian bisa bertanya pada koordinator kalian masing-masing. Karena setiap kelompok ada seorang dosen yang memantau kalian. Juga ada beberapa mahasiswa yang sudah berpengalaman melakukan perjalanan wisata di tempat ini."tutur Pak Beni
"Pak Richard kemana ya Bu, sejak tadi malam saya tidak melihat keberadaan Pak Richard di tempat ini?"tanya Pak Beni kepada salah satu dosen yang ikut serta dalam acara persami.
"Saya tidak tahu ke mana perginya Pak Richard." sahut wanita yang terlihat masih cantik walaupun usianya sudah tidak muda.
"Karena Pak Richard tidak ada. Jadi ibu lah yang akan temani Pak Roni untuk mengawal mahasiswa mahasiswi kelompok lima." ujar Pak Beni
Sementara itu di sebuah penginapan sederhana tepatnya Ban Khai Inn, Pak Richard baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
Siang ini, dia berencana ingin kembali ke lokasi dimana para mahasiswi mahasiswanya sedang mengadakan persami. Bahkan tendanya juga masih ditinggal di sana.
Dia penasaran, dan ingin mencari tahu tenda siapa yang dia masuki tadi malam.
Sekitar satu jam kemudian, mobil milik Pak Richard tiba di perkemahan. Kali ini dia memarkirkan mobilnya, tidak jauh jaraknya dari tempat didirikannya tenda-tenda.
Pak Richard lalu turun dari mobilnya, di sekitar tenda hanya ada dua atau tiga orang mahasiswa yang ditugaskan untuk menjaga tenda. Pak Richard menghampiri mahasiswa itu.
__ADS_1
"Pak Richard!"sapa salah satu mahasiswa yang berjaga di sana.
"Kok terlihat sepi, mahasiswa lainnya ke mana? tanya Pak Richard penuh dengan selidik sambil meneliti seluruh tempat perkemahan itu.
"Mereka lagi berkeliling perkebunan, untuk menikmati keindahan perkebunan ini dan menikmati buah yang ada di perkebunan ini."sahut sang mahasiswa.
Pak Richard hanya manggut-manggut. matanya sambil memindai ke arah tenda yang dia yakini adalah tenda yang dimasuki tadi malam.
"Itu tenda siapa ya?"tanya Pak Pak Richard sambil menunjuk ke arah tenda yang dia masuki tadi malam.
Mendapat pertanyaan yang seperti itu, mahasiswa itu pun mengikuti ke arah telunjuk Pak Richard.
"Oh, sepertinya itu tenda mahasiswi atas bernama Amor, Moresette dan juga Dora."
"Kalian kenal orangnya?
"Kenal dong Pak, mahasiswi yang menempati tenda itu kan ratunya kampus. Ratu kecantikan maksudnya."sahut mahasiswa itu sambil terkekeh.
"Ini kalau urusan cewek tahu banget yang cantik."ledek mahasiswa yang satunya.
"Ya sudah, kalau begitu kalian lanjutkan saja tugas kalian. Saya akan menunggu di dalam mobil saja."Pak Richard lalu melangkah ke arah mobilnya kembali.
Pak Richard sengaja memarkirkan mobil dekat dengan tenda Dora. Hal itu dikarenakan agar dirinya mudah mengawasi tenda tersebut. Dia ingin mengetahui Siapa wanita yang tidur di dalam tenda itu yang kesuciannya sudah direnggut olehnya.
Beberapa saat kemudian, rombongan dari kelompok mahasiswa sudah kembali dari perjalanan Mereka. Sedangkan rombongan mahasiswi belum ada tanda-tanda kelihatan kembali ke perkemahan.
Pak Richard yang melihat rombongan mahasiswa sudah kembali, Dia keluar dari dalam mobilnya dan langsung berjalan ke arah Pak Beni dan juga Pak Roni.
"Nah ini Pak Richard, kami kira Pak Richard sudah kembali ke kota. Karena dari tadi malam nggak kelihatan."Ucap pak Beni kepada Pak Richard.
"Eh iya pak, Maaf tadi malam saya sakit perut. jadi saya terpaksa pergi mencari obat. Karena sudah malam, dan kondisi perut saya yang sebentar-sebentar sakit, saya putuskan untuk mengidap Ban Khai Inn. Karena kalau saya tidur di tenda, pasti bakal repot kalau sebentar-sebentar harus buang air," entah bagaimana bisa Pak Richard bisa selancar itu membuat alasan yang sangat masuk akal itu.
__ADS_1
Hingga Pak Beni dan Pak Roni sama sekali tidak menaruh curiga kepadanya. Karena satu malaman dia tidak ada di lokasi perkemahan.
Kring ...
Kring ...
Kring ...
suara ponsel dalam saku celana Pak Beni berbunyi. Ada panggilan masuk dari salah seorang dosen .
"Halo Bu."sapa Pak Beni mengangkat sambungan telepon selulernya.
"Halo Pak Beni, posisi kami masih berada di rest area, kami belum bisa pulang ke tenda karena ada kendala sedikit.
"Memangnya kenapa Bu? tanya Pak Beni yang memancing perhatian dua pria yang ada di samping kiri dan kanannya.
"Salah satu mahasiswi ada yang pingsan Pak. Jadi kami harus menunggu dia sadar terlebih dahulu, baru kami bisa pulang ke tenda."
"Begini saja Bu, kebetulan di sini lagi ada Pak Richard. Bagaimana kalau mahasiswi itu dibawa saja menggunakan mobil Pak Richard. Jadi perjalanan kalian tidak terhambat oleh mahasiswa tersebut."ujar Pak Beni.
"Oh iya pak, Sepertinya itu ide yang bagus. suruh saja pak Richard segera datang ke rest area yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat kami tadinya."ucap Sang dosen dari ujung telepon.
Sementara Irene Yang mendengarkan pembicaraan sang dosen dengan Pak Beni pun senyum sumringah. Ia bertekad ingin pulang bersama Pak Richard dengan alasan menemani Dora di mobil itu.
Setelah memutuskan sambungan telepon selulernya, Pak Beni lalu menceritakan apa yang disampaikan oleh salah satu dosen beberapa menit yang lalu.
"Baik Pak Beni, saya akan menyusul mereka ke sana,"sahut Pak Richard lalu Dia pamit pada rekan seperjuangannya, setelah itu baru dia masuk ke dalam mobil.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"