Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 107. SEPERTI KELUARGA KECIL


__ADS_3

"Hore!!! Papa dan Mama Amor dapat ikan besar!!! horeeee..." Bimbim melihat ikan yang berhasil diangkat ke darat.


"Papa, Mauren mau ikan yang besar juga." pinta Mauren. Anak kecil itu dari dulu memang tidak pernah mau kalah dengan Bimbim.


"Iya, Mauren. Ini Papa sama Mama masih mancing."


Jam sebelas siang, ikan hasil tangkapan mereka dibawa ke dapur restoran yang ada di tempat itu. Mereka lalu mengambil tempat duduk di lesehan yang di restoran itu.Tiga buah meja, mereka satukan. Karena nanti akan makan siang. Mereka tidak akan berpencar.


Tak menunggu waktu lama, dua orang pelayan datang dengan membawa nampan besar di tangan mereka masing-masing. Yang mana tiap nampan itu berisi beberapa gelas minuman dengan berbagai macam varian rasa sesuai dengan pesanan masing-masing orang.


Beberapa menit kemudian, meja makan itu dipenuhi dengan makanan ikan, hasil tangkapan mereka, kini sudah tersaji dalam dua jenis masakan. Ada yang digoreng dan ada juga yang dibakar. di lengkapi sayur lalapan menjadi pelengkap makanan siang mereka hari ini.


Dora dengan telaten membuang duri, atau tulang ikan. Kemudian daging ikan tanpa tulang itu dia masukkan ke dalam piring Mauren. Anak kecil itu tersenyum dan itu tak luput dari penglihatan Bimbim dan Fernando


"Mama Amor, Bimbim mau ikan itu." tunjuk Bimbim pada ikan nila bakar, yang sebagian sudah diambil oleh Dora.


Amor lalu mengambil sendok dan membuat kan potongan ikan itu ke dalam piringnya, Setelah semua tulang dia sisihkan, Amor lalu memindahkan potongan daging ikan itu ke piring Bimbim.


Fernando tersenyum melihat perlakuan tulus Amor terhadap putranya. Semakin yakin saja hati pria itu ingin menjadikan Amor sebagai istrinya. Karena menurutnya bisa menjadi Mama yang baik untuk Bimbim.


Risma yang duduk di seberang Bimbim melihat Amor dengan tatapan tak suka. Karena sekarang ini, keponakannya itu nempel dengan Amor dan tidak nempel dengannya lagi. Posisinya sekarang di hati Fernando dan Bimbim digantikan oleh Amor. Risma jadi berkesimpulan bahwa Amor sudah merebut perhatian Fernando dan Bimbim darinya.


Di meja bagian ujung, Moresette duduk berseberangan dengan Cornel. Wanita itu menetap ke piring Bastian. "Kak, ikan Bastian masih ada tulangnya."tegur Moresette pada cornel yang tidak teliti membuang tulang ikan untuk anaknya.


Cornel Menatap Moresette sebentar dengan wajah datarnya. "Iya, terima kasih sudah diberitahu. lalu pandangannya segera dialihkan ke piring Bastian dan segera dia buang tulang-tulang ikan itu.


"Kenapa ya, Kak? Cornel Kok tatapannya tidak seperti dulu lagi?aku ada salah apa ya?" batin Amor.


Sekitar tiga puluh lima menit berlalu, setelah selesai makan. Cornel keluar dari tempat makan itu. Pria itu duduk menyendiri sambil ditemani dengan sebatang rokok yang dia selipkan di jari telunjuk, dan jari tengahnya.


"Kok Kak Cornel sekarang merokok Mas?" tanya Dora.


"Iya, aku juga baru hari ini melihatnya merokok. Mungkin dia lagi ada masalah." sahut Richard yang tatapannya kini beralih ke arah Cornel.


Sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk berfoto bersama di tempat itu.


Lima belas menit lagi kita ketemu di tempat parkir. Jadi terserah kalian mau mengambil foto di area mana saja." tutur Richard dan mereka semua berpencar.

__ADS_1


Mia sudah lebih dulu melangkah menarik tangan Afrian agar membantunya memfoto dirinya di beberapa tempat. Sedangkan Dora dan Richard mereka menyuruh seorang pelayan di sana, untuk memfoto mereka bertiga dengan berbagai pose.


Banyak foto-foto Dora yang bergelut manja pada suaminya. Maureen juga tak mau kalah, anak kecil itu minta difoto dengan posisi pipi kiri dan kanannya dicium oleh Papanya dan Mamanya. Lagi-lagi Bimbim melihatnya.


Di lain tampak, Amor memfoto Moresette dengan posisi duduk di kursi yang ada di bawah pohon." Moresette, Senyum dong. Kok wajah ditekuk gitu? kayak lagi nggak bahagia aja." ucap Amor sambil mengarahkan kamera yang ada di ponsel Moresette.


Semenit kemudian Risma datang. Gantian dong, fotoin aku juga." Risma menyerahkan ponselnya pada Amor. Setelah itu, dia duduk di kursi itu juga.


"Aduh, kok kamu sama kayak Moresette, foto nggak ada wajah cerahnya. kayak lagi galau aja, Senyum dong." instruksi Amor.


Risma lalu menyungging kan sedikit senyuman.


"Gantian ya, aku lagi." Amor menyerahkan ponselnya kepada Risma. lalu Amor duduk di kursi itu juga. Wanita itu langsung berpose dengan senyum termanisnya yang menambah kadar kecantikannya.


Fernando yang melihat itu, tidak tinggal diam. dia berdiri di samping Risma. Lalu mengarahkan kamera ponselnya ke arah Amor juga, setelah itu dia menyerahkan ponselnya kepada Risma.


"Risma, fotoin ya." Fernando menuntun Bimbim melangkah ke arah Amor dan ikut duduk di kursi panjang itu. Amor langsung menoleh ke arah Fernando dengan wajah cengok.


"Kakak, kok ikut Duduk di sini juga? gantian kak. Nanti habis aku selesai foto, baru kakak yang foto disini sama Bimbim."


"Tapi Kakak mau ikut foto sama kamu Amor."


"Ayo cepetan atur posisi kalian, waktu kita tidak banyak." Moresette mengarahkan kamera ponsel Fernando.


Foto pertama, Fernando diapit oleh Amor dan Bimbim. Setelah itu, Bimbim berdiri dan dia ingin di tengah tengah dua orang dewasa itu. Fernando lalu menggeser duduknya di tengah.


"Papa ,cium pipi Bimbim." Bimbim menunjukkan pipi kirinya.


"Mama, kamu juga cium Bimbim." anak kecil itu menunjuk pipi kanannya. Dia benar-benar ingin diperlakukan seperti Mauren.


"Hahaha.... alis Amor bertaut.


"Sudahlah Amor, turuti aja. kasihan Bimbim." ucap Moresette.


"Amor, kamu lebih merapat lagi duduknya ke Bimbim." atur Moresette, tangan kanannya sambil kibaskan agar Amor duduknya lebih merapat ke Bimbim.


Amor sedikit menggeser bokongnya ke arah Bimbim, kemudian dengan sedikit ragu mencium pipi Bimbim. Ingin mencium, namun pipinya sebelah kiri ada Fernando juga yang sedang mencium anaknya.

__ADS_1


Dua kali Moresette menjepret kamera di ponsel Fernando, dengan posisi seperti itu.Moreset tersenyum memandang hasil jepretannya. "Kalian seperti keluarga kecil saja." ucap Moresette


Tak jauh dari tempat itu, Risma yang katanya ingin ke toilet itu, sebenarnya tidak pergi ke toilet. Dia hanya malas saja memfoto Amor, Fernando dan bimbing. Wanita itu, masih ada di sekitar tempat itu. Wajahnya masam melihat Amor mendapat perlakuan manis dan Fernando.


Lima belas menit sudah berlalu, kini mereka sudah berkumpul di area parkir mobil Amor dan Dora membawa anak-anak membeli jajanan.


"Makanan kesukaan kamu Amor, waktu SMP." Ucap Dora.


"Masih ingat aja, kamu."


Setelah membeli permen itu mereka lalu menaiki mobil masing-masing, masih dengan formasi yang sama dan Moresette masih ikut mobil Fernando.


"Bimbim, Kenapa permennya kamu kepal-kepal gitu?" gerutu Fernando saat sudah di perjalanan.


Bimbim tidak menyahut. Bocah itu hanya bisa nyengir sambil memain-main kan permen kapas di tangannya.


"Bimbim, kalau kamu nggak mau makan permen kapas itu lagi, lebih baik dibuang saja." Fernando menurunkan kaca jendela di samping dinding.


Permen kapas di tangannya.


Papa tangan Bimbim lengket Bimbim menunjukkan telapak tangannya pada Papanya.


Risma langsung membuka tasnya. Dia ingin mengambil tisu basah miliknya. Namun, sialnya, tisu basah itu sudah habis hanya sisa bungkusnya saja. Amor juga dari tadi membuka tasnya untuk mengambilkan tisu basah miliknya. Dia keluarkan tempat tisu basah itu dari dalam tasnya, lalu diambilnya dua lembar tisu basah.


"Biar aku aja!" Risma merebut dua lembar tisu basah dari tangan Amor.


"Sini tangan Bimbim, Mama Risma bersihkan."


Bimbim duduk bersila dengan posisi menghadap Papanya. Kedua tangannya diulurkan ke arah Risma. Risma bergegas membersihkan kedua tangan keponakannya itu.


"Mulut Bimbim juga bersihkan sekalian Risma." ucap Amor.


Fernando hanya diam saja. Pria itu fokus menatap jalanan, namun telinganya masih ikut mendengarkan percakapan di dalam mobilnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2