Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 112. MERASA TERGANGGU


__ADS_3

"Mas, aku naik ke atas ya. Aku mau menghampiri Amor di dalam kamar."ucap wanita hamil itu saat baru saja tiba di rumah kediaman Fernando dan Amor.


Dora mengetuk pintu kamar Amor. Moresette bergegas membukakan pintu dan Dora langsung masuk.


"Nah, ini Dora Amor, lebih baik kamu tanya dengan Dora saja."


"Nanya apa? Dora duduk di ranjang.


"Dari tadi dia nanya ke aku, malam pertama sakit nggak?"kan lucu Dora, nanya hal begituan sama orang yang belum menikah. Kamu dulu gimana Dora?"


"Aku sudah lupa Moresette, kan kejadiannya sudah lama."


"Eh, si Risma datang nggak ya?"tanya Dora.


"Kayaknya nggak Dora. Dia kan sudah musuhan sama Amor."


Satu dua kemudian, dan Fernando sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Setelah mereka selesai mengucap ijab kabul di depan penghulu dan para saksi.


Para tamu undangan sudah pulang ke rumah mereka masing-masing, hanya para sahabat saja yang masih berada di sana.


"Di antara kita, tinggal Cornel saja yang belum menikah."Celetuk Afrian.


"Di antara kami juga hanya Moresette yang belum menikah."sahut Dora.


"Kenapa kalian gak nikah saja sih?"ucap Richard.


Moresette dan Cornel terdiam. Namun, keduanya sempat saling menatap sebentar. tapi buru-buru Kornel memutus tatapan itu.


Malam harinya, setelah selesai acara resepsi, Moresette berpamitan pulang. Dulu dia kemana-mana selalu berdua dengan Amor. Namun, sekarang dia hanya sendirian.


Saat tamu undangan sudah semua pulang, Fernando lalu mengajak Amor untuk segera memasuki kamar pengantin mereka. Bimbim yang sudah dari tadi tertidur di kamar Omanya, membuat Fernando tidak sabar lagi ingin membuka segel istrinya.


"Ayo sayang, kita masuk ke kamar."Fernando membantu memegang gaun istrinya agar memudahkan istrinya berjalan ke arah kamar.


Fernando segera menutup pintu dan menguncinya. Ini merupakan pernikahan keduanya. sehingga Fernando sudah sangat tahu apa yang harus dia lakukan saat Begitu tiba di dalam kamar pengantin.


"Sayang, Mas mandi kamu lepasin aja hiasan di kepala kamu ini,"


Setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi. sedangkan Amor, Dia berjalan ke arah meja rias. Agar lebih memudahkannya melepas hiasan di kepalanya itu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, keduanya sudah sama-sama di atas ranjang. Fernando padahal menyuruh Amor mengenakan sebuah lingray yang sudah dia bawa di dalam kopernya.


Namun, sayangnya istrinya menolak memakai baju haram itu, Alasannya malu. Fernando pun tidak memaksa, yang terpenting baginya dia bisa mendapatkan haknya malam ini.


Kini keduanya duduk bersila di atas ranjang. posisi mereka saling berhadapan. Kedua tangan Fernando memegang kedua tangan Amor. Mata mereka saling menatap."sayang mas Boleh minta hak mas malam ini?"


Amor hanya menjawabnya dengan anggukan lemah, nampak penuh dengan keraguan. ada rasa takut yang dia rasakan saat ini. Karena dia tahu berhubungan untuk pertama kalinya pasti akan menimbulkan rasa sakit. Namun, mau gimana lagi, cepat atau lambat pasti itu akan dijalaninya jadi percuma saja menundanya, pikir wanita itu.


Melihat anggukan yang diberikan oleh istrinya, Fernando lalu menggeser sedikit duduknya. Kini pria itu sudah duduk di samping istrinya. Agar wajahnya yang menunduk itu menatap ke arahnya.


Dalam hitungan detik, bibir pria itu sudah menempel ke bibir istrinya. Fernando mel*m*tnya sebentar, namun segera melepaskannya.


"Kenapa tidak membalasnya, Hem?"nafas Fernando sedikit memburu


"Aku tidak bisa Kak."


"Kenapa? kamu belum pernah C!um*n ya?


"Belum pernah, ini yang pertama kali."sahutnya sambil disertai gelengan kepalanya.


Mendengar itu, Fernando langsung tersenyum bahagia, karena mendapatkan istri yang benar-benar terjaga kesuciannya.


Fernando lalu mendekatkan lagi wajahnya ke arah istrinya. Namun tiba-tiba, pintu kamar hotel di ketuk beberapa kali. Fernando pun segera turun dari ranjang, dan melangkah ke arah pintu.


"Do, Mama sudah membujuknya, tapi dia tidak mau berhenti menangis."ucap wanita paruh baya itu saat melihat wajah putranya yang nampak sekali menunjukkan raut wajah


kekesalan.


Sebelumnya di kamar lain, Bimbim menolak tidur dengan Omanya. Bocah kecil itu tidak mau berpisah dengan papanya.


Bukan berarti bocah itu lengket seperti Mauren. Namun, Dia teringat dengan ucapan Mauren dan Risma. waktu itu Mauren mengatakan padanya bahwa Kalau dia mau punya adik bayi, maka dia harus tidur sendiri, tidak boleh tidur dengan papa dan Mamanya.


Namun, Bimbim juga mengingat ucapan Risma, wanita itu mengatakan pada keponakannya, bahwa jika dia mempunyai adik bayi, papa dan Mamanya nanti tidak akan menyayanginya lagi.


Akhirnya malam ini Bimbim tidur di tengah-tengah pengantin baru itu.


Terlihat Amor yang sudah mengenakan setelan piyama panjangnya sudah tertidur pulas menghadap ke arah Bimbim. Tangan kiri wanita itu berada di bagian pinggang anak sambungnya.


Fernando dari tadi berusaha untuk tidur dengan mencoba memejamkan matanya, namun sudah satu jam lebih pria itu belum juga tertidur.

__ADS_1


Jujur dalam hatinya, dia ingin sekali berbuka puasa setelah beberapa tahun belakangan ini dia menduda dan tidak pernah melakukannya lagi.


Namun malam ini, saat dia sudah memiliki tempat untuk menyalurkan hasratnya itu, tiba-tiba saja Bimbim masuk ke dalam kamarnya diantar oleh Omanya dalam keadaan menangis.


***


Dora sudah satu jam yang lalu pulang, karena ibu hamil itu tidak bisa terlalu lama di ballroom. belum lagi Mauren selalu merengek minta untuk segera pulang.


Cornel yang tahu Moresette malam ini pulang sendirian tampak mengkhawatirkan wanita itu. Dia pun buru-buru menyusul Moresette yang baru saja masuk lift. beruntung di sana ada dua buah lift, jadi Cornel dan Bastian bisa memasuki pintu lift yang satunya lagi.


Saat sudah sampai di lobby hotel, Cornel langsung menggendong Bastian. agar dia bisa secepatnya menyusul Moresette ke basement hotel.


"Moresette!! Panggil cornel sedikit berteriak. dia ingin menghentikan langkah wanita itu.


Karena suasana di basement itu cukup sepi, sehingga suara Cornel cukup menggema di sana. Moresette menoleh ke belakang, dilihatnya cornel menggendong Bastian dengan melangkah lebar ke arahnya.


Moresette menghentikan langkahnya. "Ada apa kak?"


"Kamu lebih baik pulang ikut mobil kakak."


"Tapi aku bawa motor sendiri kak."


"Motor kamu tinggal di sini saja. besok anak buah Kakak yang akan ambil motor kamu, dan mengantarkannya ke rumah kamu sebelum kamu berangkat bekerja."


Hening sebentar, wanita itu nampak sedang berpikir. sekarang Sudah lewat jam 10.00 malam. Dia juga pulang sendirian. berbeda dengan dulu saat Amor masih belum menikah. Mau pulang selarut apapun, dia pulang bersama Amor dan menginap di tempat kost Amor.


"Baiklah Kak."Moresette menyetujui. dia pun ikut melangkah mengikuti cornel.


Cornel sedikit memerankan langkahnya, agar dia bisa berjalan beriringan dengan Moresette.


"Bahaya kalau pulang sendirian. mana jauh juga kan rumah kamu dari tempat ini."corner membuka obrolan saat mereka sudah diperjalanan.


"Iya,Kak. sekitar satu jam perjalanan." sahut Moresette yang masih terlihat sedikit kaku, Karena dia sudah lama tidak ngobrol dengan pria itu.


Saat ini Moresette duduk tepat di belakang kursi kemudi. sebab sandaran jok kursi samping kemudian diturunkan oleh Cornel. karena sejak di basemen tadi, Bastian sudah tertidur di dalam gendongannya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2