Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 52. MAKAN SIANG BARENG


__ADS_3

Richard lalu membuka pintu bagian depan sebelah kiri untuk. Namun, Dora menolak. Dia memilih duduk di bangku penumpang.


"sayang, sini duduk sama mama!"ajak Dora.


"Mauren mau duduk sama mama?"tanya Richard.


bocah kecil itu terdiam.


"Mauren duduk sama mama ya, kasihan Mama duduk sendirian di belakang."ucap Richard.


Kemudian Mauren mengangguk.


Dora langsung tersenyum. "Ayo Sayang sini sama mama."Dora menepuk tempat duduk di sebelah kirinya.


Richard lalu mendudukkan putrinya di samping Dora. Setelah menutup pintu mobil, Richard selalu berjalan memutari mobil itu untuk segera masuk dan duduk di kursi kemudian dengan penuh semangat.


Pria itu langsung menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan menjalankannya keluar dari area sekolah.


"Wah sudah ada kemajuan nih Do, teman kita."ucap Cornel kepada Fernando.


"Iya, semoga saja Richard bisa segera menikah dengan mamanya Mauren."sahut Fernando.


Di sepanjang perjalanan, Richard sesekali mencuri pandangan ke arah Dora melalui kaca spion dalam mobil. Dia melihat wanita itu berusaha mengakrabkan diri dengan Mauren. Kini Mauren sudah mau menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh Dora.


Walaupun jawaban bocah kecil itu terkadang menyakitkan hati Dora. Karena Mauren selalu membanggakan papanya yang begitu perhatian dan juga mengurusnya dengan baik.


Dia juga memuji kebaikan Nyonya Alena selaku Omanya dan tantenya Mia. Tuan Nicholas yang juga begitu perhatian kepadanya, tak lupa mendapat pujian dari cucunya itu. Membuat hati Dora menjadi tersentuh.


"Kita mau ke mana? tanya Richard


"Ke....."belum selesai Dora berbicara, tapi langsung dipotong oleh Mauren.


"Mauren lapar Pa."


"Mauren lapar ya? ya sudah, kita makan dulu ya, Mauren Mau makan di mana?


"Mauren mau makan di restorannya Bastian pa."pinta Mauren.


"Dora, nggak apa-apa kan kita makan siang dulu?"tanya Richard.


"Iya,"sahut Dora singkat.


mendengar itu terlihat sebuah senyuman terukir dari bibir tipis pria itu.


Sekitar sepuluh menit kemudian, mobil Richard sudah memasuki halaman restoran milik Cornel. Ketiganya lalu turun dari dalam mobil itu. Dora nonton tangan putrinya memasuki restoran itu, diikuti oleh Richard yang berjalan di belakangnya. Ketiganya lalu mengambil tempat duduk yang dekat dengan jendela.


Tak berselang lama, mobil corner juga masuk ke halaman restoran miliknya.


"Ini kan mobilnya Richard?? batin Cornel saat mobilnya sudah terparkir di samping mobil Richard.


Bastian segera turun dari mobil Papanya. "Pa ini kan mobil Papanya Mauren?"pucat bocah kecil itu saat mengenali mobil milik Richard.


Bastian lalu berlari ke dalam restoran, bocah kecil itu berniat ingin mencari Mauren dan mengajaknya bermain.


"Mauren!!!"teriak Bastian saat melihat Mauren duduk di dekat jendela

__ADS_1


"Bastian!! teriak Mauren juga.


"Mauren, kita main di sana yuk!"ajak Bastian sambil menunjuk ke arah tempat permainan yang ada di pojokan ruangan.


Maureen lalu turun dari kursi. "Pa Mauren ikut Bastian main sebentar ya."


"Hati-hati Mauren."pesan Richard


"Iya Pa."kemudian dia melangkah menyusul Bastian karena permainan.


Kini hanya tinggal Dora dan Richard yang ada di meja itu. Mereka duduk berseberangan. keduanya sering diam. Terlihat Dora sedikit menunduk sambil memainkan ujung kukunya.


"Ting!"sebuah notifikasi masuk ke ponsel Richard. pria itu lantas memeriksa ponselnya, ingin melihat siapa mengirim pesan tersebut. takutnya pesan itu dari asistennya.


"Nak Richard, nanti antar Dora ke toko mami kamu ya. Tante sekarang lagi berada sama Mami kamu di ruangannya."pesan yang dikirim oleh Nyonya Nadia


Richard langsung membalas pesan dari Nyonya Nadia.


"Iya tante. Mungkin sekitar satu jam lagi karena Sekarang kami lagi makan siang."balas Richard.


Setelah membalas pesan dari Nyonya Nadia Richard langsung meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


Semenit, dua menit tidak ada tanda-tanda dari Dora untuk membuka obrolan. Akhirnya Richard mengalah untuk memulai obrolan.


"Ehem... Apa kabar Dora?


"Bapak nggak lihat sekarang saya baik-baik saja? sahut Dora. Tatapan matanya masih ke arah jemari tangannya.


Richard lalu menggaruk-garuk belakang kepalanya dia bingung mau bicara apa lagi.


"Dora, mengenai yang du...."


"Tapi, saya mau minta maaf sama kamu Dora."


"Saya sudah memaafkan bapak. Jadi saya mohon Bapak jangan pernah bahas hal itu lagi."


"Terus mengenai Mauren Bagaimana Dora, apa nggak sebaiknya kitaaaa...?"Richard sengaja menggantung ucapannya, dia berpikir Pasti orang mengerti maksudnya.


Dora lalu menegakkan kepala. Kini dia sudah berani menatap pria yang duduk di seberang. "Maksud bapak?? Dora pura-pura tidak mengerti.


Richard menggaruk-garuk lagi belakang kepalanya.


"Mmmmm maksud saya, apa nggak sebaiknya kita menikah saja, agar Mauren bisa mempunyai orang tua yang lengkap?"tanya Richard dengan perasaan deg-degan.


Dora menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan kasar. "kita seperti ini juga Mauren sudah merasa orang tuanya untuk."jawab Dora enteng.


Richard lalu menegakkan duduknya. " Dora, Apa kamu nggak kasihan melihat Mauren, kurang lebih lima tahun dia hidup, hidup dengan orang tua yang terpisah?"


Belum sempat Dora menjawab, tiba-tiba seorang pelayan datang menghampiri mereka.


Dora lalu beranjak dari duduknya, dia nggak mau menjawab pertanyaan Richard. "Saya mau panggil Mauren."ucapnya setelah itu dia melangkah ke area permainan anak-anak.


Richard lalu menghela nafas sambil memejamkan matanya sebentar. "Sabar Richard, sabar baru saja juga bertemu kembali."ucapnya dalam hati.


"Terima kasih Mbak." ucap Richard saat pelayan itu sudah selesai menyajikan makanan di atas meja

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Dora datang dengan menuntun tangan Mauren.


"Papa! Panggil Mauren sudah hampir sampai di meja makan.


"Sudah puas mainnya?


"Sudah Pa."


"Nggak berantem dengan Bastian kan?"


"Nggak berantem."sahut bocah kecil itu.


Dora hanya menyimak obrolan papa dan anak itu.


"Ayo sayang, kita makan. Kamilu sudah lapar kan?ujar Richard


"Mauren mau makan sama papa."bocah kecil itu lalu turun dari kursi, dia berpindah duduk di seberang Dora lebih tepatnya duduk di samping Papanya.


Dora yang melihat itu hanya bisa membiarkan saja, dia tahu bahwa mendekati putrinya itu butuh proses.


"Mauren mau makan dengan lauk apa?"tanya Dora


"Ikan."


"Tapi ikan ada tulangnya nak, makan ayam aja ya sayang!"


"Nggak ada tulang Ma, kan Papa selalu buang tulang ikannya."sanggah Mauren


Richard lalu mengambil sepotong ikan dan meletakkan ke piring putrinya, kemudian dia menyuapi putrinya sampai nasi di piring putrinya tandas.


Hal itu tidak luput dari perhatian Dora.


"Pintar sekali pria ini mengurus Mauren." puji Dora dalam hati.


"Mauren." Richard lalu mengambil tisu dan membantu Mauren membersihkan mulutnya dari bekas makan.


"Mauren, tunggu di sini saja ya. Jangan main lagi Papa mau makan sebentar."


"Iya Pa,"sahutnya sambil menganggur dan mengayunkan kakinya yang duduk menggantung di kursi itu.


"Mama kok makannya nggak habis?"tanya Mauren


"Mama masih kenyang nak."bohong Dora. Padahal dari tadi dia nggak bisa konsen makan, karena melihat perlakuan manis pria yang duduk di seberangnya.


Selesai makan siang, ketiganya lalu masuk ke dalam mobil. Kali ini Richard tidak menanyakan lagi, ingin lanjut jalan ke mana. karena dia takut Nyonya Nadia terlalu lama menunggu Dora di toko Nyonya Alena.


Dora melihat Richard mengemudikan mobilnya tidak mengarah ke arah jalan menuju rumahnya.


Dia terpaksa bertanya pada Richard. "Kita mau ke mana? Tolong antarkan saya pulang!


"Kita ke toko mama sebentar ." sahut Richard sambil sesekali melihat wajah Mauren melalui kaca spion mobil yang ada di dalam.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2