
Sepeninggalan Bastian dan Mauren, Riska duduk di samping Cynthia. "Tante lihat sendiri kan gimana sikap Bastian sama aku?"
"Bastian seperti itu sama kamu karena di sampingnya ada istrinya."
"Mau ngapain mereka ke sini, tante?"
"Mau memberikan ini, oleh-oleh dari New Zealand katanya."Cynthia mengangkat paper bag itu lalu menumpahkan dengan kasar.
"Oleh-oleh macam apa ini?"tanya Aira memungut pasmina dengan mimik wajah meremehkan."ini kan penutup kepala yang sama seperti yang tadi dia pakai, tante?"
Cynthia tersenyum sinis, "Iya, dulu dia pernah ke sini, saat itu dia belum pakai kerudung. Sejak pulang dari New Zealand, gaya berpakaian yang berubah jadi seperti itu. paling cuma sebentar Dia pakai gituan."
Sementara di luar rumah, Bastian keluar dari rumah Sintia dengan wajah merah. Nampak sekali pria itu menahan.
Dia tidak habis pikir dengan mamanya yang menyuruhnya untuk menghargai orang lain sedangkan mamanya saja tidak menghargai istrinya.
Brak!
Bastian menutup pintu mobil dengan sangat kasar. Istrinya sampai terkejut mendengarnya. Selama ini dia mengenal Bastian, Baru kali ini dia melihat Bastian marah seperti itu.
__ADS_1
"Mas, siapa wanita itu. Kenapa tiba-tiba dia mau memeluk emas?"
"Dia pernah satu sekolah dengan kita. dia satu angkatan dengan mas."
"Terus, Kenapa dia mau memeluk mas?"tanya Mauren lagi.
Bastian mahela nafasnya. "sebelum kita menikah, Mama pernah ingin menjodohkan Mas dengan wanita."
Nyeri rasanya hati Maureen saat mendengar penuturan suaminya. "Terus Mas gimana?"
"Sayang, Kamu kan tahu Mas hanya mencintai kamu sejak dulu dan selamanya."
Bastian mengambil tangan istrinya, lalu mencium tangan itu. "sayang, jangan ngomong seperti itu lagi, Mas nggak suka. Kamu tidak usah khawatir, Mas janji sama kamu hanya kamu satu-satunya istri mas. walaupun Mama Chintya orang tua kandung, mas tidak akan pernah pantas jika itu bukan kebaikan. sudah ya, sayang Jangan dipikirkan! lebih baik kita doakan saja semoga Mama cepat sadar dan mau menerima kamu."
Setelah menenangkan istrinya, Bastian menjalankan mobilnya keluar dari halaman Cynthia.
Saat ini mobil Bastian sedang meluncur ke pusat perbelanjaan yang tak jauh dari rumah Cynthia. Bastian tidak ingin membawa istrinya langsung pulang ke rumah. dia ingin mengajak istrinya jalan-jalan ke mall.
Pria itu tidak ingin istrinya terus larut dalam kesedihan.
__ADS_1
"Mas, kita mau ke mana? ini bukan jalan pulang ke rumah."
"Mas mau jalan-jalan ke mall sama kamu."
"Kenapa Mas sekarang suka ke mall? dulu waktu masih bujangan Mas jarang banget ke mall."
"Kalau jalannya sama kamu, kemanapun itu mas pasti akan suka."
Setelah sampai di teras Mall, Mauren langsung merangkul dengan suaminya. sejak bertemu dengan Riska, dia jadi takut kehilangan suaminya. Mauren bertekad dalam hatinya dia akan menjaga suaminya dengan baik, agar suaminya tidak pindah ke lain hati. Mauren yakin di luar sana bukan hanya Riska saja yang menginginkan suaminya. dulu adiknya Mario pernah mengejar suaminya.
"Kak Bastian!"Panggil Selena, saat ini Mauren dan Bastian sudah berada di lantai 3.
"Baru saja aku memikirkan dia, tiba-tiba saja dia ada di sini."batin Mauren.
Mauren menerapkan rangkulan tangannya pada suaminya. Bastian tersenyum dalam Hati. Dia suka istrinya mulai posesif terhadapnya.
Kebetulan saat ini Selena sedang bersama Mario. Mata Mario tak bisa teralihkan dari Mauren. Dia menatap Mauren dengan penuh kekaguman. Menurutnya, semakin cantik saat mengenakan hijabnya.
Sebenarnya Bastian tidak suka istrinya pandang seperti itu oleh Mario. Tapi dia tidak bisa menghindari Mario dan Selena, karena jarak mereka hanya terdapat 5 meter.
__ADS_1
Bersambung...