Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 122. TERCIDUK


__ADS_3

"Mas, mobilnya Kok berhenti di sini?"tanya Moresette saat corner menepikan mobilnya di pinggir jalan yang. Yang mana Di samping kiri dan kanannya hanya ada pepohonan saja.


"Mas mau apa?"tanya Moresette lagi saat melihat Cornel membuka sabuk pengaman keduanya.


Cornel masih tidak matanya menatap muka wajah cantik di depannya. Tangan kanan pria itu sambil menurunkan sandaran kursi yang diduduki oleh Moresette.


Sekitar kurang lebih Lima belas meter dari mobil Cornel. Ada mobil patroli melintasi jalan di perkampungan itu juga.


Melihat dari kejauhan ada mobil Pajero parkir di tepi jalan, polisi tersebut langsung mematikan mesin mobilnya. Hal itu dilakukan agar dua orang polisi tersebut bisa mengetahui lebih jauh apa yang terjadi dengan mobil itu.


Takutnya, di dalam mobil tersebut ada pemuda atau pemudi yang sedang mengkonsumsi narkoba atau melakukan tindakan kriminal.


"Mas," tegur Moresette.


Wajah itu semakin mendekat, namun Moresette terus menghindar hingga punggungnya kini kembali menyentuh sandaran kursi yang telah diturunkan sejajar dengan dudukan.


"Apa Mas mau melakukannya Di Sini?"tanya Moresette karena melihat Cornel melepas baju kaosnya.


Tak ada sahutan dari pria itu. Hanya tindakannya saja yang menjadi jawaban dari beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Moresette.


"Mas, lebih baik kita melakukannya di rum...."


Mulut wanita itu tidak mampu menuntaskan kalimatnya. Karena sesuatu telah membungkamnya. Mata yang indah itu membeli akun benda kecil Tak bertulang mengobrak-abrik di dalam sana dengan begitu liarnya.


Tangan kekar itu begitu terampil membuka satu persatu kancing dress yang dikenakannya.


Kemudian si pemilik tangan itu langsung hinggap di bagian sana. Mata yang bulat kini tak sanggup lagi terbuka. kedua tangan wanita itu memegang kepala yang hinggap dan menarik ke rambut kuat rambut pemiliknya, karena tak kuat menahan sengatan yang berkekuatan sangat tinggi itu.


Desiran aneh membuncah dalam tubuhnya. hingga lolos lah satu suara indah yang terdengar merdu di telinga Cornel.


Cornel kembali bangkit dari posisinya. dengan cepat dia merubah kostumnya kini menjadi Tarzan kembali, yang siap bergelantungan di pohon miliknya.


Dua kain yang menutupi di bagian sensitif terlepas dari tempatnya. mata indah itu kini kembali membeli aku saat melihat adik kecil itu berdiri dengan begitu kokohnya.


"Tahan ya sayang, sakitnya hanya sebentar."ucap pria itu dengan suara sedikit serak.


Bibir ranum itu terpaku, tidak mampu lagi untuk bersuara. Karena adik kecil itu kini bersiap memainkan perannya.


"Mas akan pelan-pelan, bertahanlah."sebuah kejutan mendarat di kening wanitanya.


Peluh di pelipis pria itu perlahan menetes sebagai bentuk dari usaha yang sedang dijalankannya.

__ADS_1


Dia begitu cekatan melakukannya. karena sudah lama dia tidak memberondol lawannya dengan peluru berupa cairan kental miliknya. pendingin ruangan yang ada di mobil itu tidak bisa menetralkan hawa panas yang mengalir dari tubuh keduanya.


Mobil itu bergoyang-goyang mengikuti gerakan Tarzan yang mencoba masuk ke rumah pohonnya.


Tok..


Tok...


Tok...


Bunyi gedoran di kaca luar jendela mobil merusak momen indah keduanya.


Adik kecil yang baru separuh masuk terpaksa ditarik keluar kembali. Cornel menegakkan posisinya, duduk di pangkuan istrinya dengan bertumpu pada kedua lututnya. Wajahnya terlihat begitu kesal.


Tok...


Tok ..


Kaca jendela itu kembali di gedor.


Cornel menghela nafas panjang. dengan terpaksa dia menurunkan sedikit kaca jendelanya. Dia yang awalnya ingin marah langsung bungkam saat melihat pakaian yang dikenakan oleh dua orang yang menggedor kaca pintu mobilnya.


"Anda kalau mau berbuat mesum jangan di sini. Ini jalan umum! sekarang cepat berbenah dan ikut kami ke kantor."tegas petugas kepolisian tersebut.


"I..Iya Pak." Cornel merasa malu karena ketahuan bercinta dengan istrinya. Hanya kata itu yang bisa keluar dari mulut Cornel.


Kaca jendela itu kembali ditutup rapat. Cornel mengambil dua kain yang akan menutupi bagian keduanya.


"Sayang pakai ini." Cornel menyerahkan kain yang menutup bagian sensitif pada istrinya. kemudian dia membantu istrinya untuk duduk. Pria itu juga menaikkan kembali sandaran joknya.


"Mas, Siapa tadi yang gedor pintu mobil?" tanya Moresette


"Polisi."Cornel yang sudah memakai baju kaos itu lalu memakai celananya.


"Hah!"Moresette terperangah.


"cepat pakai baju kamu, kita harus segera ke kantor polisi."


"Mas, aku takut kita akan dipenjarakan."


"Tidak, kita suami istri. Mereka tidak akan menahan kita."

__ADS_1


Setelah melakukan pemeriksaan dan pembinaan di kantor polisi selama kurang lebih satu jam, Cornel dan Moresette dibebaskan. Karena mereka bisa menunjukkan bukti bahwa mereka adalah pasangan suami istri. Yaitu dengan memperlihatkan foto buku nikah yang dikirim oleh Lala ke ponsel Cornel.


Pagi harinya, Cornel bertanya pada Lala dan Marcello mengenai kronologi tadi malam Saat dia menemukan Bastian.


Kemudian Marcello pun menceritakan segalanya.


Saat Marcello dan lalat meninggalkan halaman rumah Cynthia, tiba-tiba sebuah mobil Vios berwarna hitam memasuki halaman rumah tersebut. Ternyata yang datang adalah suami Cynthia bersama saudaranya.


Lelaki itu lalu menurunkan kaca jendela mobil karena Marcello berjalan ke arah mobilnya. Maaf anda mencari siapa ya?"


"Saya mau cari Cynthia, karena Cynthia membawa Bastian."


"Cynthia tidak ada di rumah. kamu cari saja di apartemen Samudera di lantai sepuluh nomor 2011 kemungkinan besar dia berada di sana."ucap pria itu dengan senang hati memberitahu alamat apartemen miliknya. sebab Dia memang tidak setuju jika Cynthia merawat Bastian.


"Baik, Terima kasih informasinya. Marcello dan Lala memasuki kembali mobilnya dan langsung meluncur ke apartemen samudra


Beberapa menit berlalu, kini mobil yang dikendarai oleh Marcello memasuki basement apartemen samudra. lelaki itu langsung keluar mobilnya dan setengah berlari menuju pintu lobby.


Setelah sampai di lantai sepuluh, Dia berjalan di koridor apartemen menuju nomor pintu yang tertuliskan angka 2011.


Marcello menekan bel pintu apartemen.


Cynthia yang mengira apartemennya ini tidak bakalan diketahui oleh Cornel, langsung membuka pintu itu tanpa ada perasaan curiga. Ketika pintu itu terbuka, Cynthia terperanjat melihat Lala ada diambang pintu kamar apartemennya. Wanita itu Ingin menutup pintu kamarnya kembali. Namun, Marcello mencegah dengan telapak tangannya.


"Mau apa kamu ke sini?!!!"


Marcello tidak menjawab, Marcello dan Lala langsung mendorong daun pintu agar terbuka lebar. dia langsung menuju kamar. lelaki itu mencari keberadaan Bastian.


"Mau kamu bawa ke mana Bastian?"Cynthia berusaha menghalangi langkah Marcello yang sudah menggendong Bastian yang sedang tertidur pulas.


"Mbak jangan mempersulit aku. atau Mbak nanti akan berurusan dengan Kak Cornel. dan malah akan membuat Mbak semakin susah untuk bertemu dengan Bastian."tutur Marcello yang memang sudah hafal dengan tabiat Cornel.


Mendengar itu, Cynthia tidak bisa berbuat apa-apa. sebenarnya bisa saja dia berteriak minta tolong. namun ancaman Marcello itu membuat langkahnya menjadi terpaku di pintu kamarnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2