
Bimbim kamu masih punya permen kayak gitu nggak?
Bimbim lalu membuka ransel kecil miliknya Mauren, Bastian mau permen juga?
Mauren dan Bastian mengangguk.
"Aku suruh Mama Amor buka permen dulu ya.
"Sini Bastian, Mauren, ambil permen kalian di tempat Mama Amor menggawai teman-temannya.
"Mama Amor, aku dulu." ucap Bastian yang ikut-ikutan memanggil Amor dengan sebutan Mama Amor.
"Onty, Mauren duluan."Mauren juga tidak mau mengalah.
Sesudah membuka bungkus satu permen, Amor tidak langsung menyerahkan permen itu pada Bastian ,ataupun Mauren. Wanita itu melanjutkan membuka permen yang satunya lagi, baru dia kasihkan permen itu secara bersamaan pada Mauren dan Bastian. Melihat itu, Fernando dan Cornel tersenyum melihat Amor yang sangat bijak sekali dalam mengurus anak-anak.
"Ayo, kita masuk. Nanti kesiangan mancingnya." ajak amor
Fernando berjalan masuk dengan membawa Lima buah alat pancing di tangannya. di sampingnya ada Risma berjalan mengiring langkahnya. Sedangkan Bimbim, anak kecil itu dari tadi tidak melepaskan tangan Mama Amor, jadilah Amor menuntunnya masuk ke dalam area kolam pancing.
Saat sudah sampai di dalam, Dora Moresette ,Risma mendekat ke arah Amor. ketiga wanita itu ingin Amor menjawab rasa penasaran mereka." Amor, kok Bimbim manggil kamu Mama? Amor, kamu ada hubungan apa dengan Kak Fernando?" tanya Dora penasaran.
"Nggak, kami enggak ada hubungan apa-apa mengenai Bimbim manggil aku seperti itu, aku sendiri juga bingung dan kaget. Tapi ya, sudahlah, Nggak apa-apa. Bimbim kan dari bayi sudah kehilangan bundanya, jadi menurut aku mungkin dia lagi butuh kasih sayang dari seorang wanita.
"Oh kirain..." Celetuk Risma
"Kirain apa Risma?" tanya Dora
"Nggak apa-apa, Dora."
Beberapa saat kemudian, Afrian dan Mia baru saja datang. Rambut keduanya masih sama-sama bahas. Mia nggak sempat lagi mengeringkan rambutnya, karena suaminya buru-buru ingin cepat berangkat menyusul teman-temannya.
__ADS_1
"Wow, pengantin baru jam segini baru keramas. Padahal sudah ada sekitar 2 bulan sejak pernikahan Afrian dengan Mia. Mia yang mendengar itu wajahnya langsung bersemu merah. Berbeda dengan Afrian. Pria itu justru tersenyum bangga sambil menekuk satu tangannya, untuk memamerkan otot lengannya sebagai tanda bahwa dia kuat dan perkasa.
"Aku lihat semenjak nikah, kamu seger banget Afrian." ucap Fernando.
"Gimana nggak segar, kalau selalu dapat vitamin dari istri." ucap Afrian dengan suara lirih.
Fernando yang sudah beberapa tahun ini tidak pernah merasakan vitamin yang dimaksud oleh Afrian, menatap Afrian
"Makanya cepat nikah, move on dong, move on." ledek Afrian.
Fernando langsung terdiam. Karena sudah beberapa hari ini Amor belum ada memberikan jawaban. "Apa aku mesti bikin momen lamaran yang romantis ya?" batin Fernando.
"Fernando, Kok diam?" Afrian menyenggol lengan Fernando.
"Kangen sama almarhumah, ya?" tanya Afrian lagi
Fernando menggeleng "Enggak."
"Lebih baik kita mancing Afrian." ajak Fernando. Kemudian pria itu ikut bergabung dengan kolam ikan Nila yang mana dengan Richard sudah mulai memancing di sana
Sangat terlihat sekali, perbedaannya dari sebelumnya. Biasanya Cornel suka mendekatinya dengan menggodanya dengan berbagai gombalan-gombalan receh yang dilontarkan padanya. Namun, hari ini Cornel belum menyapanya sama sekali. Kemudian menatap ke arah teman-temannya yang lain.
Dilihatnya Dora sedang asyik memancing dengan suami, dan juga anaknya. Tak jauh dari Dora, ada Amor dan Risma. kedua wanita itu, juga sama-sama memegang alat pancing mereka masing-masing. Tak jauh dari tempat Amor, ada Fernando dan Bimbim yang juga memegang alat pancing. Hanya Moresette saja belum menurunkan kailnya ke kolam.
"Papa, pancing Bastian gerak Pa." teriak Bastian
Cornel lalu membantu Bastian. Tak lama setelahnya ikan itu berhasil dibawa naik oleh corner, Papa dan anak itu terlihat bahagia. Walaupun cuman berdua, Cornel berusaha untuk selalu membahagiakan Putra semata wayangnya itu. Moresette yang memancing di kolam, sekali lagi melihat ke arah Cornel dan Bastian.
Tak lama setelah itu, pancing yang dipegang oleh Richard, tiba-tiba bergerak. "sayang pancing mas bergerak, akhirnya Mas bisa mengabulkan permintaan kamu." ucap Richard senang.
"Iya Mas, hati-hati jangan sampai ikannya lepa." Dora memperingatkan.
__ADS_1
Morissette dari tadi hanya sibuk memandang, ke arah orang-orang saja. Dia tidak begitu memperhatikan alat pancingnya. Begitu juga dengan Risma. Wanita itu lebih banyak melamun.
Beberapa saat kemudian, pancing yang dipegang oleh Amor tiba-tiba talinya bergerak ke arah kiri, badan Amor ikut bergerak mengimbanginya. Sepertinya ikan yang didapat oleh Amor lumayan besar.
"A..... tolong.... tolong!! Amor sudah mulai kewalahan mengimbangi gerakan ikan itu.
"Bim, pegangin pancing Papa." Fernando menyerahkan alat pancing pada Bimbim.
Kemudian pria itu melangkah ke arah Amor. Dia bermaksud ingin membantunya. Fernando berdiri di belakang Amor. Kedua tangannya langsung menangkap tangan Amor, yang memegang alat pancing Itu.
Posisinya saat ini, Fernando sedang memeluk Amor dari belakang. Keduanya saling bekerja sama, membawa ikan tersebut naik. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat romantis sekali. Saat ini, Amor tidak sadar, dirinya dipeluk oleh Fernando dari belakang. Karena dia hanya fokus pada pancingnya saja.
Perhatian semua sahabat teralihkan ke arah pasangan tanpa status itu. Mereka semua terkejut melihat posisi Fernando dan Amor. Yang suami istri saja tidak seperti itu." pikir mereka.
Dora dan Richard melihat kedua orang itu, dengan mulut sedikit menganga dan keningnya berkerut. Risma yang melihat Fernando seperti itu, ada perasaan tidak suka melihatnya.
Berbeda dengan Moresette. Saat melihat Amor diperlakukan seperti itu, kini semakin terasa sekali kehampaan yang dirasakan dalam hatinya. Belum kering luka hati yang disebabkan oleh Antonius, Hari ini dia mendapatkan kenyataan perubahan sikap Cornel terhadapnya. Ditambah lagi, saat ini dia melihat sahabatnya seperti akan segera memiliki pasangan. Semakin membuat dirinya menjadi jomblo ngenes saja.
"Besar sekali Kak ikannya Kak." ucap Amor sambil tersenyum. Dia memalingkan wajahnya ke arah Fernando yang ada di belakang. Fernando pun juga menatap ke arahnya, kini menik mata keduanya Saling bertabrakan beberapa saat. Dag dig dug jantung keduanya, saling bersahutan. Tatapan itu segera terputus, akibat ikan Nila itu mulai bergerak ingin melepaskan diri dari mata kail.
"Bantu angkat Kak." teriak Amor fokusnya kini kembali ke ikan tangkapannya.
Fernando lalu membantu Amor.
"Kak, " teriak Amor. Wanita itu baru sadar, tubuhnya berada dalam pelukan pria tampan itu.
"Maaf." Fernando langsung bergeser ke samping Amor.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN