Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 14. MENJENGUK DORA


__ADS_3

Tok ...


Tok ...


Tok ...


Amor mengetuk pintu. Namun, tidak ada yang membuka pintu.


"Hei, Amor! rumah orang kaya itu jangan diketuk, tapi dipencet belnya."ucap Moresette sambil tangannya menekan bel sebanyak dua kali.


Tak berselang lama salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Bernando membuka pintu dan langsung mempersilahkan mereka masuk.


"Siapa Bi, tamu yang datang? teriak Nyonya Nadia yang lagi duduk di ruang keluarga.


"Teman-temannya Non Dora, Nyonya." sahut asisten rumah tangga itu dengan sedikit berteriak juga.


"Oh, suruh masuk Bi. Suruh mereka ke ruang keluarga." perintah Mama Nadia.


"Baik nyonya." wanita itu langsung mengantarkan Amor dan Moresette ke ruang keluarga


"Selamat sore Tante." ucap kedua gadis itu serempak.


Mama Nadia yang sedang menonton televisi itu langsung mengalihkan perhatiannya pada kedua wanita itu, lalu melambaikan tangannya.


"Selamat sore juga, Mari sini sayang." Mama Nadia menyuruh kedua Gadis itu mendekat.


Amor dan Moresette duduk berhadapan dengan wanita paruh baya itu.


"Ada apa Tante? Dora baik-baik saja kan, Tante? tanya Moresette.


"Nah, itu dia yang mau Tante tanyakan pada kalian. Sejak Dora pulang dari acara persami beberapa minggu yang lalu, sejak itu juga sikapnya berubah. Dia sekarang lebih banyak diam tidak ceria seperti dulu lagi, dan lebih tertutup."curhat Mama Nadia.


"Kami juga merasakan perubahan itu Tan, chat kami di group selalu diabaikan. Saat kami mengajak hangout bareng pun dia selalu menolak." sahut Amor yang juga merasa heran dengan perubahan sahabatnya itu.


"Tante mau tanya, waktu di tempat persami kemarin ada yang mengganggu Dora?


Moresette dan Amor saling berpandangan. lalu keduanya sama-sama menggeleng. "Enggak Tante, kami selalu bersama Dora. Dia tidak banyak berkomunikasi dengan orang-orang. Temannya hanya kami saja." sahut Amor.

__ADS_1


"Oh, gitu ya. Tante cuman heran saja Kenapa anak tante tiba-tiba berubah seperti itu.


"Tante, Apa mungkin Dora ketemuan makhluk halus penunggu tempat disana, ya?" tanya Amor yang sedikit berbisik.


"Sembarangan kamu Amor, mana ada yang begituan." sanggah Moresette


"Gak mungkin Amor, malah Tante lihat sekarang dia lebih rajin ibadah. Jadi nggak mungkin kan, kalau dia kemasukan mahluk halus."


"Iya, juga sih." Amor manggut-manggut.


"Dora nya ada di kamar ya, Tante? kami boleh nggak bawa dia jalan-jalan ke mall?


"Iya boleh, kalian ajak saja dia. Siapa tahu Setelah dia ajak jalan-jalan, dia bisa kembali ceria seperti dulu. Kalian Langsung aja samperin dia ke kamarnya."ujar mama Nadia


"Baik Tante, kami mau ke atas dulu." pamit Amor yang hanya dibalas anggukan oleh Mama Nadia.


Kedua wanita itu segera menaiki tangga. Saat sudah berada di lantai atas, mereka Langsung melangkah ke arah kamar Dora. Namun, saat sudah sampai di depan kamar, Mereka melihat pintu kamar itu tertutup rapat.


Amor dan Moresette kembali berpandangan. seolah pandangan itu menyiratkan sebuah pertanyaan, siapa yang akan mengetuk pintu kamar itu?


Tok....


Tok...


Tok...


Ceklek...


Sekali hentakan pintu terbuka. Dora langsung membuka pintu kamarnya.


"Eh kalian, masuk!"ucapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi,tangannya sambil membuka lebar daun pintu itu agar temannya bisa masuk dengan leluasa ke dalam kamarnya.


"Dora,kamu baik-baik saja, kan? tanya Amor saat dia sudah duduk di atas ranjang Dora.


"Kalian ada apa, mencari aku? tanyanya lirih.


"Kami mau ngajak kamu jalan-jalan di mall. kamu mau kan, Dora. Kita sudah lama loh, nggak jalan-jalan. Terakhir kita jalam saat kita mau berangkat persami." tutur Amor.

__ADS_1


Mendengar kata persami raut wajah Dora langsung menunjukkan perubahan. "Aku lagi malas jalan-jalan, Amor." tolak Dora.


"Dora, please... ayolah, Mama kamu sudah ngizinin kami buat bawa kamu jalan-jalan di mall."bujuk Amor.


Hening sesaat


"Baiklah, kalian Tunggu saja aku di bawah, Aku mau ganti baju dulu."


Amor langsung memeluk Dora. "Trimakasih ya, Dora. Kamu akhirnya mau kami ajak jalan-jalan lagi di mall."


Lalu keduanya keluar dari kamar Dora, dan kembali ikut bergabung dengan Mama Nadia di ruang keluarga.


"Bagaimana, mau nggak dia diajak jalan-jalan? tanya Mama Nadia


"Mau, tante."


"Terimakasih ya, kalian memang teman Dora yang baik.


"Iya tante, sama-sama."


Sekitar lima belas menit kemudian, mereka sampai di mall. Mereka bertiga diantar oleh sopir pribadi Mama Nadia.


Mama Nadia sengaja menyuruh sopir itu, Untuk mengantarkan ke Mall. Karena dia tidak memperbolehkan putrinya membawa mobilnya sendiri, dalam kondisinya yang seperti saat sekarang ini.


Ketika wanita itu masuk ke dalam mall dengan posisi Dora berada di tengah.


"Dora, Kita nongkrong dimana ya, enaknya? tanya Amor saat mereka sedang berada di tangga eskalator.


"Bagaimana kalau kita ke kafe saja? karena kata tante, Kamu hari ini makan siangnya hanya sedikit."


"Iya deh, terserah kalian saja."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2