Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 110. PERTENGKARAN AMOR DAN RISMA


__ADS_3

Selesai jam makan siang, Rendra yang baru pulang dari lapas menjenguk Irene sedikit terlambat datang ke kantor, saat hampir sampai di meja kerjanya. Pria itu mendapat telepon dari Arga.


"Selamat siang pak." ucapnya saat menerima telepon dari atasannya


"Siang, kamu dimana? sepuluh menit yang lalu, saya lihat kamu belum kembali dari istirahat makan siang."


"Maaf Pak, Saya baru saja kembali dari rumah sakit, baru membesuk keluarga saya." bohong Rendra.


"Sekarang kamu perbaiki lagi surat penawaran untuk proyek PT Aman Abadi setelah selesai segera antar ke ruangan saya.


"Baik Pak."


Arga sudah menaruh curiga kepada Rendra kalau Rendra di balik kegagalan tender yang diraih oleh perusahaan Nicholas dari perusahaan milik Tuan Alberto. Sehingga dia ingin terus meneliti cara kerja Rendra. Apakah dia memang pria yang berniat jahat kepada perusahaan Nicholas.


Usut punya usut ternyata Arga sudah menyelidiki beberapa hari belakangan ini, siapa Rendra yang sebenarnya. Ternyata Rendra memiliki hubungan dekat dengan Irene. Sehingga membuat Arga menaruh curiga kalau Rendra menaruh dendam kepada Richard dan Dora.


Setelah Rendra memberikan berkas penawaran untuk perusahaan PT Aman abadi kepada Arga, Arga memeriksa semuanya. Dia teliti keseluruhan, ternyata memang benar kalau Rendra adalah pelaku utamanya.


Dia yakin kalau Rendra yang membocorkan Penawaran yang mereka diberikan perusahaan Tuan Nicholas kepada perusahaan Tuan Tomson, sehingga Tuan Thomson memberikan penawaran yang lebih murah. Sehingga Tuan Alberto, memilih Perusahaan Tuan Thomson yang membangun proyek supermarket miliknya


Arga menggelengkan kepalanya. Lalu ia langsung menghubungi Richard. Dia pun langsung menuju ruang kerja Richard, membawa berkas yang diberikan oleh Rendra kepadanya. Dan langsung menunjukkan kepada Richard, apa yang sudah dilakukan oleh pria yang bernama Rendra itu.


Richard meremas berkas yang diberikan oleh Rendra kepada. "Biarkan itu dia bawa, tetapi yang kita presentasikan nanti jangan yang sudah ia buat. Kita akan membuat penawaran lain selain itu." ucap Richard memberitahu kepada Arga, untuk mensiasati niat jahat Rendra.


" Aku mau lihat, sampai dimana dia ingin menjatuhkan Aku sama seperti Irene." ucap Richard dengan nada emosi.


"Baik Tuan, Sudah aku duga. Pasti ada penghianat di kantor ini, sehingga Tuan Alberto tidak mempercayakan proyeknya kepada kita. Mungkin ada yang membocorkan penawaran yang sudah kita buat dan di berikan kepada rival bisnis kita." ucap Arga kepada Richard.


"Ya sudah, tidak apa-apa. Sekarang Kita buat ulang kembali penawaran yang sudah dibuat Rendra sebelumnya. Biarkan Rendra membocorkan penawaran yang sudah ia buat sebelumnya, tanpa Rendra ketahui kita membuat penawaran lain." ucap Richard berniat membuat penawaran lain selain yang sudah dibuat oleh Rendra.


Sementara di tempat lain, sore hari sekitar jam pulang kerja, Amor bertemu dengan Risma di sebuah Cafe. Siang itu Risma mengajaknya bertemu saat jam istirahat.


Namun, Amor menolaknya. Sebab pekerjaan di kantor Amor sedang menumpuk. Sehingga wanita itu, setelah menyelesaikan makan siang di kantin, dia kembali melanjutkan kerjanya. Padahal waktu itu jam istirahat belum berakhir.


Sekitar pukul setengah enam sore, motor Amor sudah terparkir di halaman Cafe. Saat ini Risma sudah lima belas menit yang lalu duduk di dalam Cafe. Kopinya saja tinggal setengah segelas.


"Sorry, ya. Aku baru bisa datang, sudah lama ya, Amor Baru duduk berseberangan dengan Risma.


"Enggak, aku baru lima belas menit di sini." Risma melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Ada apa, Risma. Kamu ngajakin aku ketemuan di sini?"


"Lebih baik aku pesankan kamu minuman dulu." Risma angkat tangannya untuk memanggil pelayan Cafe.


"Apa yang ingin kamu bicarakan sama aku, Risma?" tanya Amor usai wanita itu menyesap kopi panasnya.


Risma membuang nafas kasar. " Amor, kamu tahu nggak sebelum Kak Fernando menjalin hubungan dengan kamu, Dia pernah beberapa kali ngajakin aku nikah? Risma mulai mengutarakan niatnya.


"Iya, Kak Fernando sudah cerita sama aku. Dan bagiku itu hanyalah masa lalu."


"Apa?


"Masa Lalu kamu bilang?" ucap Risma dengan gaya meremehkan ucapan Amor.


"Kak Fernando itu cintanya sama aku, karena aku waktu itu sudah memiliki pacar, makanya dia beralih ke kamu. Kamu kan, tahu aku sekarang sudah putus dengan pacarku.


"Maksud kamu apa ngomong gitu Risma?"


"Aku minta kamu tinggalkan Kak Fernando, Kak Fernando itu cintanya sama aku. Bukan sama kamu. Lagian kamu juga belum tentu tulus sayang dengan Bimbim. Kalau kamu sudah punya anak, pasti keponakan Aku tidak akan kamu perlihatkan lagi. Kalau sama aku, Bimbim sudah pasti akan selalu aku perhatikan. Sebab Dia keponakanku sendiri, gak mungkin lah aku menyia-nyiakan Bimbim.


"Risma, kita ini sahabatan bukan satu bulan atau dua bulan. Tapi kita sahabat sejak kita duduk di bangku SMP. Aku nggak menyangka kamu bisa bicara seperti itu sama aku. Kalau sekarang Kak Fernando ingin menikah sama aku, itu Karena Kamu dulu beberapa kali nolak dia. Sekarang dengan mudahnya kamu ingin merusak rencana pernikahan kami! yang tinggal beberapa minggu lagi akan menikah. lagian Kak Fernando juga belum tentu mau lagi sama kamu yang jelas aku nggak akan ninggalin Kak Fernando, kecuali Kak Fernando yang minta.


***


Malam harinya setelah selesai makan malam Richard kembali masuk ke ruang kerjanya Sedangkan Dora wanita itu menemani Mauren di dalam kamar sambil mengajari Mauren membaca agar lebih lancar.


Ting! sebuah notifikasi pesan di grup. ternyata Morissette mengirim pesan di grup.


"Halo semua, Kenapa Risma keluar dari grup ya?" tanya Amor di dalam pesan Whatsapp grupnya.


"lho, kok bisa? Ada masalah apa ya?" balas Dora.


"Aku juga nggak tahu, makanya aku tanya Siapa tahu kamu atau Amor tahu." balas Moresette.


"Pasti ada masalah, nggak mungkin Risma tiba-tiba aja keluar dari grup."


Hening!!


Tidak ada balasan dari Moresette.

__ADS_1


Setelah menidurkan anaknya, Dora lalu keluar dari dalam kamar Mauren, Wanita itu mencoba mencari suaminya di dalam kamar pribadinya. Namun, tidak ada Richard di sana.


Pasti suaminya masih di dalam ruang kerja. pikir Dora. Dia lalu keluar dari kamar pribadinya, dan menyusul suaminya ke ruang kerjanya.


"Mas, Dora menepuk-nepuk bahu suaminya yang tertidur dalam posisi duduk di kursi kerja. Kepala pria menelungkup di meja kerja. Richard terbangun. Perlahan pria itu mengangkat kepalanya.


"Sayang?"


"Mas, kok tidur di sini? ayo pindah kamar." Dora menarik lengan suaminya, agar segera bangkit dari duduknya. Wanita itu membawa suaminya keluar dari ruang kerja tersebut, sambil merangkul lengan suaminya.


"Mas, jangan terlalu dipikirkan. Aku takutnya nanti kamu jatuh sakit gara-gara kurang istirahat. Masih ada sepuluh bulan lagi. Aku yakin selama sepuluh bulan itu, perusahaan akan dapat proyek baru." ucap Dora saat dia sudah berada di dalam dekapan suaminya di atas ranjang.


"Iya sayang, Terima kasih ya. Kamu selalu menguatkan Mas." Richard mengusap kepala istrinya.


"Iya Mas. Apapun yang terjadi nanti ke depannya, aku akan selalu setia mendampingi kamu."


"Kring...


"Kring...


Notifikasi pesan di grup. Dora lalu mengurai pelukan suaminya. Dia memposisikan dirinya terlentang, tangan kanannya menjangkau ponselnya yang dia letakkan di meja.


"Risma keluar gara gara tadi sore bertengkar dengan aku." pesan yang dikirimkan oleh Amor.


Moresette dan Dora yang membaca pesan dari Amor. Jiwa kepo mereka langsung meronta-ronta dengan cepat keduanya membalas pesan dari Amor.


"Kenapa Amor, apa yang terjadi? balas Dora.


"Bertengkar gara-gara Apa, Amor?" balas Moresette.


Amor melakukan sambungan video call bertiga, untuk menceritakan pertengkarannya dengan Risma.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2