Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 193. AMARAH MARIO


__ADS_3

Setelah Aulia menyerahkan mapnya pada seorang petugas keamanan, wanita itu kembali mengayunkan langkah menuju motor matic nya. Terlihat Sarah dan Arini baru saja keluar dari kantor, mereka berdua ingin makan siang di restoran.


"Arini, Coba kamu lihat gadis!"tunjuk Sarah pada Aulia yang sedang berjalan menuju motor matic nya.


"Gadis itu seperti Aulia,"ucap Arini sedikit ragu. Sebab Dia hanya melihat Aulia dari arah belakang.


"Iya, aku juga berpikir begitu. Tapi, Masa sih itu Aulia? tidak mungkin dia pacaran dengan Bimbim, tapi masih nyari kerja di tempat lain.. seharusnya kan dia tidak bekerja."tutur Sarah.


"Ayo kita ke pos satpam!"Sarah berjalan ke arah pos satpam diiringi oleh Arini.


"Pak, Saya mau lihat map yang dititipkan oleh gadis yang baru saja pergi itu." Sarah menadahkan telapak tangan kanannya. Gadis itu ingin meyakinkan dugaannya.


Satpam itu menyerahkan apa yang diminta oleh Sarah. "Ini, Bu."


"Mapnya saya bawa Pak,"ucap sarah menerima map itu. Lalu dia berlalu dari tempat itu menuju area parkir mobil.


Sesampainya di tempat parkir mobil, Sarah membuka map itu, ternyata dugaannya benar. berkas lamaran yang ada di dalam map itu tertulis nama Aulia.


"Kenapa Aulia melamar kerja di sini ya? apa dia putus dari Bimbim? kalau dia putus dari Bimbim, itu artinya Mauren masih sama Bimbim? jadi foto yang aku kirim ke Pak Zidan malam itu tidak membawa dampak buruk untuk rumah tangga mereka? batin Sarah.


"Arini, buang ini ke tong sampah!"Sarah menyerahkan map milik Aulia pada Arini.


"Kenapa dibuang?"


"Aku tidak mau dia kerja di kantor papa aku."jawab Sarah dengan wajah datar.


Sementara di tempat lain, Mauren dan kuasa hukumnya baru saja keluar dari kantor pengadilan agama. Wanita itu sudah mantap untuk bercerai secara resmi dari Bimbim. hari ini Mauren resmi mendaftarkan gugatan cerainya.


"Ibu Mauren, saya tak mau pamit langsung pulang ke kantor."ucap seorang pria berusia sekitar 35 tahun. pria itu ditunjuk oleh Mauren sebagai pengacara untuk mendampinginya menjalani sidang perceraian dengan Bimbim.


Pengacara berdarah Indo itu, memang tidak pernah diragukan oleh keluarga Zidan. Dia selalu di andalkan Zidan dalam menyelesaikan masalah apapun di dalam keluarganya. hubungan antara pengacara berdarah Indo itu dengan keluarga Zidane begitu dekat. Bahkan setiap ada masalah, di kantornya saja pengacara berdarah Indo itu tidak pernah gentar dalam menghadapi masalah dan mereka selalu memenangkan setiap kasus.


"Baik Pak. Terima kasih atas bantuannya. saya juga mau langsung kembali ke kantor."sahut Mauren.


Keduanya lalu sama-sama masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Sekitar 20 menit kemudian Mauren mengemudikan mobilnya, Mauren yang belum makan siang itu langsung memerlukan mobilnya ke arah restoran milik Cornel. kebetulan siang ini kerjaan di kantor lagi banyak-banyaknya, sehingga athalia tidak bisa ikut menemani Mauren.


Bastian yang kebetulan baru keluar dari ruangan Papanya terkejut, melihat Mauren masuk ke dalam restoran dan langsung mengambil tempat duduk dekat jendela. dilihatnya Maureen di sana sedang asyik menunduk menatap ponselnya.


"Mau pesan makan apa Mbak?"tanya Bastian bercanda sambil menggoda. Mauren yang masih menunduk itu heran dengan suara yang sangat tidak asing di telinganya. wanita itu lalu mengangkat kepalanya. "Kak Bastian?"Mauren langsung tersenyum ke arah Bastian.


Pria tampan itu juga tersenyum ke arah Mauren, senyuman yang biasanya sangat mahal itu terlihat murah saat dia di dekat Mauren.


"Boleh kakak ikut Duduk di sini?"tangan batin memegang pada sandaran kursi yang ada di seberang Mauren duduk.


"Ya, Boleh dong Kak."Mauren mengangguk.


Tak lama setelah Bastian duduk, seorang pelayan datang menghampiri. Mauren kemudian memesan makanan dan minuman. sedangkan Bastian, dia hanya memesan minuman saja, Karena dia sudah makan siang.


"Sebentar ya Kak, Aku mau balas email dulu."Mauren melanjutkan kerjanya yang terjeda oleh kedatangan Bastian.


Beberapa saat kemudian, Mauren sudah meletakkan kembali ponselnya di atas meja. Bastian juga memasukkan kembali ponselnya ke saku celananya.


"Kok jam segini kamu baru makan siang, Mauren? tanya Bastian sambil melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya.


"Aku baru pulang dari kantor pengadilan agama Kak. Tadi lumayan lama di sana, makanya telat makan siang.


"Iya, Kak. lebih enak seperti sekarang ini."


"Mauren, kamu belum ada rencana untuk menjalin hubungan baru?"


Tiba-tiba seorang pelayan datang, hingga membuat Mauren tidak sempat menjawab pertanyaan Bastian.


"Permisi, ini makanannya dan minumannya,"ucap seorang pelayan wanita yang menyala pembicaraan keduanya.


"Terima kasih Mbak."ucap Mauren pada pelayan restoran tersebut.


"Kak, Aku makan dulu ya, soalnya Mauren sudah sangat lapar."imbuh Mauren.


Bastian hanya mengangguk, memperhatikan Mauren makanan yang ada di hadapannya. Bastian, dan membayangkan jika dirinya bersanding dengan Mauren. Pastilah hidupnya akan sangat bahagia. Bastian tidak tahu, apakah dirinya harus senang atau tidak, mendengar Mauren memantapkan dirinya untuk berpisah dengan Bimbim.

__ADS_1


Malam harinya di rumah orang tua Mario, kakek dan neneknya datang berkunjung. kakek Mario bermaksud ingin menjodohkan Mario dengan cucu dari sahabatnya.


"Ini foto cucu dari sahabat kakek, cantik kan?"sangkake menyodorkan ponselnya, dia memperlihatkan foto seorang wanita cantik pada Mario.


Pria itu hanya melihat sekilas saja. baginya belum ada gadis yang mengalahkan kecantikan Mauren.


"Aku nggak mau dijodoh-jodohkan, kek."tolak Mario.


"Aku juga bisa mencari jodoh sendiri."imbuh Mario.


"Apa kurangnya gadis ini, Mario? dia cantik, dia juga seorang yang berpendidikan, dia juga anak pengusaha kaya raya. Yang pasti bibit bebet bobotnya tidak perlu diragukan lagi."


"Aku hanya ingin menikah dengan gadis yang aku cintai, kek."sahut Mario lirih. dia kembali teringat dengan Mauren.


"Apa salahnya kalian mengenal dulu selama beberapa bulan. kakek tidak akan langsung menyuruh kalian menikah."


"Tidak, kek! Aku tidak mau."tolak Mario.


"Cukup Pa! jangan dipaksakan."tegur ayahnya Mario memperingatkan orang tuanya.


"Pa, sudah, Jangan memaksa Mario. Dia saja belum lama putus dengan calon istrinya."neneknya Mario juga ikut menegur suaminya. Karena dia sudah gerah dengan sikap suaminya yang ingin memaksakan kehendaknya terhadap cucunya.


"Iya kek. Aku masih belum melupakan Mauren. Jadi, tolong Kakek jangan memaksa aku menjalin hubungan baru dengan wanita lain. Mario ingin sendiri dulu, Mario tidak ingin tergesa-gesa menjalin hubungan dengan seorang wanita, karena Mario tidak ingin sakit untuk kedua kalinya.


Mario seperti ini juga karena kakek, jangan kakek kira Mario tidak mengetahui apa yang kakak lakukan kepada Mario.


"Maksud kamu apa? tanya sang kakek pura-pura tidak mengetahui.


"Tidak perlu pura-pura tidak mengetahui kek, memang kakek tidak melakukan apa-apa. tetapi kakek membayar orang untuk mencelakai cucu dan anak kakek sendiri. untuk itu, Mario tidak bisa mentolerir apa yang sudah kakek lakukan. Selama ini, Mario sangat menghargai kakek. Tapi kakek tidak pernah menghargai keputusan Mario, bahkan untuk jodoh sekalipun kakek ingin memutuskan apa yang akan Mario jalani ke depannya. Mario sudah besar kek, Mario bukan anak kecil lagi. Jadi Mario tahu yang mana yang baik dan yang mana yang buruk untuk Mario."cerocos Mario.


Mendengar penuturan dari Mario, ayahnya benar-benar terkejut. Tidak menyangka, Ayah yang selama ini dia hormati. Tega menyakiti cucunya Begitu juga dengan dirinya.


Ayahnya Mario mengepal. "katakan pa, Apa kesalahan kami sehingga papa tega melakukan itu untuk aku dan putraku sendiri."ucap ayahnya Mario yang tidak dapat dijawab oleh kakek Mario.


Pria tua itu hanya terdiam, dia bingung dari siapa Mario mengetahui apa yang dilakukannya terhadap anak dan cucunya. pria tua itu menatap istrinya dengan tatapan horor. Seolah dia menuduh kalau istrinya yang memberitahu kepada Mario.

__ADS_1


"Jangan menoleh nenek seperti itu, tidak pernah nenek memberitahu apa-apa kepadaku. Aku tahu sendiri, Bahkan aku sudah memberikan pelajaran kepada orang-orang sunan kakek yang ingin mencelakai Mario saat menjelang acara akad nikah Mario dengan Mauren."Mario sudah sangat emosi dan kesal terhadap sang kakek.


Bersambung...


__ADS_2