Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 23. RENCANA GAGAL TOTAL


__ADS_3

"Apakah kami sudah diperbolehkan melihat keadaan Putra kami dokter? tanya Tuan Nicholas.


Dokter itu melihat jarum jam yang ada di pergelangan tangannya."Maaf Pak, sekarang sudah malam. Pasien yang dipindahkan ke ruang ICU hanya boleh dibesuk saat jam 11 sampai jam 12.00 siang. "sahut dokter itu.


"Oh begitu iya dokter."sahut Nyonya Alena dengan perasaan kecewa.


"Baik dokter, kalau begitu kami permisi dulu. Terimakasih atas informasinya. Tolong segera kabari kami, jika ada perkembangan mengenai kondisi anak saya."ucap Tuan Nicholas sebelum meninggalkan ruangan dokter.


"Baik Pak, Nanti akan saya informasikan."


kedua pasangan paruh baya itu meninggalkan ruangan dokter dengan perasaan yang masih belum tenang. Bagaimana tidak dokter itu belum bisa memastikan kondisi Putra mereka baik-baik saja. Apalagi saat ini Richard masih berada di ruang ISU. Itu artinya, kondisi Richard belum stabil masih dalam kondisi kritis.


*****


Sementara di tempat lain di, sebuah rumah minimalis terlihat seorang wanita sedang marah-marah dengan lawan bicaranya di dalam sambungan telepon seluler.


"Brengsek!!! kalian kerja tidak becus! menabrak wanita itu saja kalian tidak mampu!"teriak Irene di dalam sambungan telepon selulernya.


"Kami sudah berusaha menabraknya, tapi tiba-tiba saja pria itu datang menolong wanita itu.Sekarang kami mau minta sisa pembayaran uang kami." ucap anak buah Irene yang dia tugaskan untuk menabrak Dora tetapi naasnya justru lelaki yang ia cintai menjadi korban.


"Apa??? Setelah kalian gagal menabrak wanita itu berani sekali kalian masih mau meminta sisa uang pembayaran pada saya. Jangan mimpi Kalian."sahut Irene di dalam sambungan telepon selulernya.

__ADS_1


"Saya akan mengirimkan uang untuk kalian pergi dari kota ini. Karena Sekarang pasti polisi sedang mencari kalian kalau sampai kalian tertangkap Jangan pernah kalian bawa-bawa nama saya atau saya akan menyuruh orang untuk menyakiti anak dan istri kalian." ancam Irene.


Setelah itu sambungan telepon langsung diputus oleh Irene secara sepihak. Lalu wanita itu duduk bersandar di dashboard. pikirannya menerawang kembali pada dua orang yang disayang dan dibencinya.


"Richard Dengan bodohnya kamu rela mengorbankan nyawa kamu untuk wanita itu?"teriak Irene.


"Awas saja kamu Dora! aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang. ini baru permulaan."garam Irene kedua telapak tangannya mengepal kuat.


Irene lalu menghela nafas. "Sia-sia saja aku menggadaikan mobilku, untuk membayar orang membunuh wanita itu.


Awalnya Irene berpikir setelah melenyapkan Dora dan Richard jatuh ke tangannya. Otomatis hidupnya akan terjamin setelah menikah dengan pria kaya itu. Namun, setelah rencananya gagal, Irene tidak tahu lagi Bagaimana nasibnya setelah ini.


Syukur syukur kalau orang suruhannya tidak buka mulut untuk memberitahu dialah dalang pembunuhan berencana itu. Karena hukuman akan sangat berat nantinya, karena ini kasus perencanaan pembunuhan.


****


Hingga akhirnya di sinilah mereka, di lobby rumah sakit. Saat sampai di lobby, ketika pria berjalan menuju Lift. Karena sebelumnya Mia memberitahukan pada Afrian, bahwa Richard dirawat di ruang ICU di lantai dua


"Ting! pintu lift terbuka. Ketiga orang pria itu keluar dari dalam lift mereka Langsung berjalan di koridor Rumah Sakit menuju ruang ICU. Saat sampai di sana ketiga pria itu melihat Mia dan kedua orang tuanya sedang duduk di kursi besi di depan ruang ICU.


"Selamat malam Tante, Om ,Mia, Maaf kami baru bisa ke sini sekarang." ucap Afrian.

__ADS_1


"Selamat malam juga. Tidak apa-apa nak. terimakasih kalian sudah menyempatkan waktu kalian untuk bisa datang berkunjung kesini."ucap Tuan Nicholas dan nyonya Alena secara bersamaan.


"Bagaimana dengan kondisi Richard Sekarang Om?"tanya Cornel.


"Seperti yang kalian lihat saat ini Richard Belum sadar setelah operasi dia masih dalam pemantauan tim medis. Mengenai kondisi detailnya Seperti apa, dokter masih belum bisa memastikan. Jika sampai beberapa hari ke depan Richard masih belum sadar, maka dokter akan melakukan CT scan dan memeriksa darah serta yang lainnya."


"Kami turut berduka ya, Om atas musibah yang menimpa Richard. Semoga kondisi Richard bisa cepat pulih." ucap Fernando.


"Iya, nak. Mohon doanya ya untuk kesembuhan Richard.


"Iya Om."


"Om, Apa kami boleh masuk ke dalam melihat kondisi Richard, Om? tanya Afrian.


"Maaf Nak, Afrian. Jam besuk pasien ICU sudah habis kami saja yang orang tuanya tidak diperbolehkan masuk.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2