
Dora diajak Nyonya Alena ke lantai atas. Keduanya lalu masuk ke kamar Mauren Nampak, Mauren masih memanggil memanggil namanya.
Posisi Richard saat ini sedang duduk di ranjang putrinya. Saat melihat Dora sudah datang, pria itu lalu turun dan mempersilakan Dora duduk di ranjang.
"Sayang ini mama sudah datang." bisik Dora di telinga putrinya.
mata Mauren sedikit terbuka. "Mamaaaa..."panggilnya dengan suara lirih
"Iya sayang, Mama di sini." Dora mengecup pipi putrinya.
"Mama jangan pergi." minta Mauren
Dora lalu memandang kerah Nyonya Alena dan Richard.
"Dora, lebih baik kamu menginap di sini saja. nanti Ibu yang akan meminta izin pada Nyonya Nadia." pinta nyonya Alena.
Dora lalu menatap ke arah Richard. Terlihat pria itu menganggukkan kepalanya.
"Baik bu." jawab Dora
Nyonya Alena dan Richard saling menatap kemudian tersenyum.
"Dora, Kamu tidur saja di kamar ini menemani Mauren. Ibu dan Richard akan tidur di kamar bawah.
Dora mengangguk
"Ayo Richard kita turun!!" Nyonya Alena menarik tangan putranya lalu keduanya melangkah keluar kamar dan menuruni anak tangga.
"Kamu jangan nakal Richard." ucap Nyonya Alena sebelum masuk ke dalam kamarnya.
"Apaan sih Mom, kayak aku anak kecil saja diperingatkan seperti itu.
"Mami takut saja kamu nakal lagi lalu Nyonya Alena langsung menutup daun pintu kamarnya.
Jam 11.00 malam, ponsel Richard kehabisan baterai. Dia terpaksa naik ke lantai atas untuk mengambil charger, sekaligus mengganti pakaian di dalam kamarnya. Saat sudah berada di lantai atas, dilihatnya pintu kamar Maureen dalam keadaan tertutup. Richard lalu berjalan ke arah kamarnya. Tangan kekarnya lalu membuka daun pintu kamarnya secara perlahan..
Setelah pintu kamar itu terbuka, pria itu lalu masuk ke dalam dan menutup pintu itu kembali. Ketika sudah berada di dalam kamarnya, Richard langsung melepas baju kaos dan celana jeans pendek yang dikenakannya.
__ADS_1
Setelah melepasnya, dia Lalu meletakkan baju kotor itu ke dalam keranjang baju. Kemudian Richard yang hanya menggunakan celana boxer, itu masuk ke dalam Wolk in closet untuk mengambil piyamanya.
Saat sudah mendapat piyamanya, Richard memutuskan untuk memakai piyamanya di dekat ranjangnya saja. Karena rencananya setelah selesai berpakaian, dia ingin langsung mengambil charger di samping tempat tidur, baru setelah itu turun lagi ke lantai bawah.
Namun, siapa sangka saat dia berjalan keluar dari Wolk in closet saat itu juga Dora masuk ke dalam kamarnya.
"Dora!!"teriak Richard terkejut.
"Baaaapak!!! Dora tak kalah terkejutnya.
Tiga puluh menit sebelumnya, suhu badan Mauren sudah mulai kembali normal saat ini putrinya sedang tertidur pulas. Mata Daro saat ini merasakan mengantuk, wanita itu lalu turun dari ranjangnya. Matanya menelisik seluruh ruangan kamar putrinya.
Dilihatnya dinding kamar Mauren terdapat sepuluh pigura berisi foto dirinya saat masih gadis Dia berjalan melihat barang-barang yang ada di kamar putrinya. Dilihatnya di sana ada lemari baju bergambar toko kartun Doraemon. Dibukanya lemari itu, nampak baju-baju putrinya tersusun rapi.
Mata wanita itu lalu beralih ke atas lemari. Dilihatnya di sana ada sebuah album foto berwarna merah muda. Dora lalu membuka album foto itu Ternyata isinya foto-foto dirinya yang pernah dia posting di akun sosial media miliknya.
Setelah membuka habis lembaran album foto itu, dia Lalu menutup dan meletakkan Kembali ke tempat semula
Tampak butiran bening keluar dari kedua sudut matanya. Dia terharu dengan pengorbanan Richard selama ini membesarkan Mauren dan memperkenalkan Mauren pada sosok dirinya melalui foto-foto yang dicetak oleh Richard.
Puas menjelajahi kamar putrinya, Dora lalu keluar kamar dia ingin menyusuri seluruh ruangan yang ada di lantai atas. Dibukanya satu persatu pintu ruangan itu, sebuah ruangan di samping kanan kamar Mauren yang rencananya untuk kamar anak kedua Richard.
Namun, sementara ini digunakan Richard sebagai ruangan bermain untuk Mauren dengan berbagai macam fasilitas permainan Di sana . Setelah melihat isi dalam kamar itu, Dora lalu berjalan hingga sampai di ruangan, kerja Richard
Dilihatnya di sana ada tas kerja Richard yang pria itu letakkan di atas rak. Di atas meja kerja ada pigura kecil yang berisi foto Richard dan Mauren sedang tersenyum. Di dalam ruangan kerja itu juga terdapat rak dinding minimalis yang mana di atas tersusun rapi buku-buku milik Richard.
Puas mengeksplor ruang kerja pria itu. Kini wanita itu melanjutkan kembali melangkah ke arah pintu ruangan yang berada di pojok dibukanya pintu itu, ternyata di sana ada beberapa peralatan gym
"Pantas saja tubuh pria itu kelihatan atletis." Puji Dora dalam hati.
Mata Dora terus meneliti seluruh ruangan itu, tampak di pojokan ruang fitness itu ada sebuah sofa bed. Dora lalu berjalan ke sana dan duduk di sofa itu sebentar.
Beberapa saat kemudian, Dora keluar dari ruang fitness, wanita itu ingin segera kembali ke kamar putrinya. Namun saat dia ingin membuka pintu kamar Maureen, tiba-tiba hatinya tergerak untuk memeriksa satu ruangan yang sudah bisa dipastikan itu adalah kamar milik Pak Richard.
Dora lalu menatap kerah jarum jam di pergelangan tangannya dilihatnya menunjukkan pukul sebelas. Kepala Dora lalu menoleh ke samping kiri dan kanan dilihatnya tidak ada orang di sana Lalu dia berjalan ke arah tangga untuk melihat situasi di lantai bawah. Di sana juga terlihat sangat sepi.
"Aman pasti jam segini pria itu sudah ngorok." ucap Dora di dalam hati.
__ADS_1
Kemudian Dora melangkah kembali ke arah pintu kamar Richard. Tangan kanan wanita itu terulur menggapai handle pintu. Semenit kemudian dia memutar handle pintu kamar itu.
Ceklek! sekali hantakan pintu itu terbuka. Dora lalu masuk ke dalam kamar Richard dan menutup kembali pintu kamar dilihatnya, kamar itu begitu luas. Terlihat dari kejauhan di sana terhampar sebuah pembaringan yang sangat luas.
Hidung Dora mengendus-endus aroma parfum yang sangat dia kenal aroma parfum melepas Richard.
Padahal pria itu tidur di kamar bawah, tapi kenapa aromanya masih tertinggal di dalam kamar ini?? tanya Dora dalam hati
Dora melangkah baju baru lima langkah Dia berjalan, langkahnya terhenti saat melihat Pak Richard saat baru saja keluar dari sebuah ruangan, dengan hanya mengenakan celana boxer berwarna merah. Tangan kanannya memegang piyama yang masih terlipat rapi.
Dora terkejut dan langsung menutup mata dengan telapak tangannya Bapak kenapa bisa ada di kamar ini.
"Seharusnya saya yang bertanya, kenapa kamu bisa ada di kamar saya? lalu Richard tangannya sambil memakai celana piyamanya.
Selesai memakai celana, pria itu bergegas melangkah ke arah pintu. Setelah mengambil charger ponselnya. Richard lalu melangkah ke arah Dora. Dora yang telinganya mendengar ada suara langkah orang mendekatinya, Dia segera menyingkirkan tangannya dari matanya.
Saat matanya sudah terbuka, terlihat Richard berdiri di depannya dengan jarak Kurang satu meter dari tempat dia berdiri, dilihatnya pria itu sudah memakai celana panjang piyama.
Tangan kanan pria itu memegang baju piyama. Tangan kirinya memegang sebuah charger ponsel. Terlihat di depan matanya sebuah pemandangan dada sixpack yang ditumbuhi bulu-bulu halus, membuat jantung wanita itu semakin berdetak lebih cepat.
Richard yang bertelanjang dada itu melangkah perlahan, selangkah demi selangkah ke arah Dora. Tatapan mata pria itu menatap lekat ke arah mata yang memiliki bulu mata lentik itu, begitu pula dengan Dora tatapannya menatap melekat bola hitam mata pria itu.
Kakinya perlahan berjalan mundur mengiringi gerak langkah kaki Richard yang terus melangkah maju ke arahnya. Hingga akhirnya punggung wanita itu menyentuh daun pintu yang tertutup. Melihat Dora yang tidak bisa bergerak lagi, Richard lalu menghentikan langkahnya. Kini jarak wajah keduanya hanya tinggal satu jengkal saja nafas keduanya sangat terasa sekali, menerpa wajah di depannya.
Kemudian Richard mendekatkan mulutnya pada telinga wanita di depannya. "Menyingkir lah saya ingin keluar." bisik nya pada Dora yang saat ini memejamkan matanya karena merasa takut.
Mendengar itu, Dora lalu membuka matanya kembali dan langsung melangkah ke samping kanan.
Melihat itu, Richard langsung membuka daun pintu kamar. " Kalau sudah selesai, tutup kembali pintu kamar." ucap Richard sebelum keluar kamar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS
__ADS_1