Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 118. INGIN KEMBALI


__ADS_3

Sejak mengidam, Afrian menjadi sosok pria yang manja. Seharusnya Mia yang mendapat perhatian lebih darinya, Tapi justru sebaliknya. Malah Mia yang memberikan perhatian lebih pada Afrian.


Jam lima sore, saat pulang dari toko, Nyonya Alena mampir ke rumah Mia. Dia membawa beberapa macam kue untuk anak dan menantunya. "Ini Mama bawakan kue untuk kamu dan juga Afrian."Nyonya Alena menyerahkan kantong plastik berisi kue pada Mia.


"Terima kasih ya Ma, sudah repot-repot mengantar kue ke sini."


"Mama sekalian ngantar kue juga untuk Mauren. jadi Mama ke sini aja sekalian nengok kamu. Gimana, apa yang kamu rasakan?"Nyonya Alena memegang perut Mia .


"Nggak ada ngerasa apa-apa Ma. menurut aku, hamil gak hamil rasanya sama saja."


"Terus, Afrian di mana?


"Ada di ruang tengah Ma, Mia lalu mengajak Nyonya Alena untuk bergabung dengan Afrian di ruang tengah.


"Mas, Mama bawain kue ini buat kita. Mas mau yang mana? Mia membuka kotak kue.


Afrian menggeleng, dia tidak berselera makan kue itu.


"Kenapa Mas, bukannya ini kue kesukaan kamu?"


"Mas gak mau makan itu."


"Terus Mas mau makan apa?"


"Mau makan mangga muda."


"Kebetulan banget Afrian, di halaman belakang rumah mama pohon mangganya sedang berbuah.'


"Sayang, kita ke rumah Mama yuk. Mas mau makan buah mangga yang di halaman belakang rumah Mama."


"Ya sudah, kalian ke rumah Mama aja. kalau perlu menginap sekalian. Mama pulang dulu ya."


****


Beberapa saat kemudian, Mia dan aprian sudah berdiri di depan teras. keduanya sedang menunggu asisten rumah tangga membukakan pintu.


Ceklek...


"Papa ada Bi?


"Tuan ada di Gazebo dekat kolam renang, non."


"Ayo Mas."Mia sedikit menarik lengan Afrian.


Afrian tidak mau dibawa ke Gazebo. "Mas menunggu di sini saja."Afrian ingin duduk di sofa ruang tamu. Namun, Mia tetap menarik tangan suaminya.


"Mas Kenapa sih? tanya Mia saat dia menarik aprian menuju gazebo.


"Mas takut."

__ADS_1


"Nggak usah takut, Nanti aku bantuin ngomong."


Keduanya lalu berjalan menuju teras samping rumah, yang mana di halaman samping rumah itu terdapat kolam renang dan sebuah gazebo.


"Papa, Mama."sapa Mia saat dia dan Afrian sudah sampai di depan gazebo.


Di gazebo itu ada Tuan Nicholas dan nyonya Alena yang sedang duduk bersantai, sambil memakan gorengan dengan ditemani minuman teh hangat.


"Afrian masih mau makan mangga muda?" tanya Nyonya Alena.


"Masih Ma."sahut Afrian.


"Ya sudah, suruh Pak Markus untuk mengambil buah mangganya."sahut Nyonya Alena. Sementara tuan di kelas diam saja, dia lebih tertarik dengan majalah bisnis ketimbang masalah mengidap menantunya.


Mia dan Afrian saling melempar pandangan sebentar. "Mas Afrian mau makan mangga muda, tapi katanya harus Papa yang ngetik."


"Apa?!!! Tuan Nicholas dan nyonya Alena membulatkan kedua matanya.


"Papa nggak mau."ucapkan Nicholas tegas.


"Tapi Pa, kalau nggak dipenuhi nanti anak aku ileran terus." protes Mia.


"Tapi kenapa harus papa? Afrian!!! Kamu sengaja yang ngerjain papa?!!! Tuan Nicholas menatap tajam ke arah menantunya.


Afrian tidak menyahut, dia hanya menggeleng cepat.


Tuan Nicholas selalu meletakkan majalah bisnis dengan kasar. kemudian pria paruh baya itu turun dari gazebo. "Kamu ya, sudah buntingin anak saya, ngidamnya saya pula yang disusahin!!!"omel Tuan Nicholas ketika memakai sendalnya.


Tuan Nicholas berlalu mengambil mangga muda yang diinginkan oleh Afrian. Tuan Nicholas mengambil mangga, dengan menggunakan tangga.


Ketika memetik buah yang ketiga, ranting pohon yang terdapat pasukan serangga itu mengenai kerah baju Tuan Nicholas. pasukan serangga itu langsung menyebar masuk ke dalam pakaian pria paruh baya itu.


Merasakan beberapa gigitan yang lumayan sakit itu, Tuan Nicholas langsung bergegas menuruni tangga. dan langsung melepas bajunya. Afrian yang melihat itu langsung mencari perlindungan lebih awal.


Lelaki itu berdiri di belakang Mia dan nyonya Alena. Karena dia tahu, pasti sebentar lagi dia akan menjadi sasaran kemarahan oleh pria paruh baya yang sedang mengibas-bebaskan baju. badannya juga meliuk-liuk seperti penari, karena ada beberapa serangga yang masih menempel di bagian punggungnya.


"Aduh, pelan-pelan Ma, ngolesnya!!" papa kayak gini gara-gara si Afrian itu. Dia pasti sengaja ngerjain Papa dengan alasan ngidam."Tuan Nicholas dari tadi mulutnya tidak berhenti-hentinya mengomel.


"Sudah Pa, nggak usah ngomong lagi. Nanti darah tinggi Papa naik."tegur Nyonya Alena mengingatkan.


"Mama nggak kasihan sama papa. badan papa sampai sakit begini gara-gara penuhi kemauan anaknya si Andalas itu."


"Ini bukan kemauan Andalas Pa. tapi ini kemauannya cucu kita."


Selesai dioles salep, Nyonya Alena dan Tuan Nicholas lalu keluar dari dalam kamar. keduanya lalu menuruni tangga, karena sebentar lagi mereka makan malam.


Sementara Afrian sedang melahap buah mangga hasil petikan Tuan Nicholas, Ayah mertuanya. Mia sempat mencicipi satu gigitan saja, tapi langsung dia keluarkan lagi dari mulutnya. Karena rasa buah mangga muda itu yang teramat asam menurut wanita hamil itu.


Mia mengerutkan dahinya, matanya menyipit, bibir juga ikut mengerucut saat melihat suaminya memakan buah mangga muda itu. dilihatnya Afrian memakan buah itu tanpa ekspresi apa-apa. tidak sedikitpun menunjukkan wajah kecut. Karena bagi lidah lelaki itu buah mangga muda tersebut tidak terasa asam sama sekali.

__ADS_1


"Kak jangan banyak-banyak makannya, nanti sakit perut. perut Kakak itu dari tadi siang kosong loh. Cuman makan kue saja sedikit, itu pun juga aku paksa."


"Nggak apa-apa sayang, perut Mas sudah kebal dengan makanan beginian." mulut lelaki itu masih belum berhenti mengunyah.


"Enak banget ya kamu di sini makan mangga, Sementara saya merasakan sakit akibat sengatan serangga." sindir Tuan Nicholas Satria paruh baya itu sudah duduk di sofa ruang tengah.


Afrian yang baru saja memasukkan potongan mangga ke dalam mulutnya, tidak jadi menggigit buah itu. "Makan saja Nak Afrian, nggak usah dengerin omongan Papa." seru Nyonya Alena, tangannya memukul paha kiri suaminya sambil menatapnya langkah pria paruh baya itu.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah Cornel, saat ini pria itu sedang melakukan sambungan telepon dengan mantan istrinya. tadi siang saat Cornel terlambat menjemput anaknya di sekolah, Cynthia berkesempatan menemui Bastian tanpa sepengetahuan Cornel.


Waktu itu Cynthia ingin mengajak Bastian pulang ke rumahnya. Namun, Bastian menolaknya. Bastian mengatakan ingin menunggu Papanya saja. Sebab anak kecil itu tidak terbiasa dengan mama kandungnya. baginya Cynthia itu sosok wanita asing yang harus dipanggilnya dengan sebutan Mama.


Bastian memiliki Mama kandung, tetapi tidak merasa punya Mama. Itulah yang dirasakan oleh Bastian dari kecil hingga sekarang. sehingga. Sebab selama ini Cynthia sangat jarang sekali menjumpai anaknya.


Kalaupun ketemu, itu pun tanpa disengaja. mereka beberapa kali pernah bertemu secara tidak sengaja, seperti di mall dan di taman. itupun hanya say hallo Saja.


Setelah makan malam, Bastian menceritakan kejadian itu pada Papanya. Sehingga membuat Cornel sedikit kram terhadap mantan istrinya itu.


Dia tidak terima kalau Bastian dibawa pulang ke rumah oleh mantan istrinya. sebab wanita itu dulu meninggalkan Bastian saat masih berumur 4 bulan. Enak saja sekarang mau mengambil Bastian dari tangannya, sungut lelaki itu dalam hati.


"Apa katamu, kamu punya hak atas Bastian?!!! dengar ya, kamu sudah punya anak dari lelaki itu, Jadi untuk apa lagi Sekarang kamu menginginkan Bastian juga?!!" omel Cornel saat berbicara dengan Cynthia melalui sambungan telepon seluler.


Emosinya Cornel saat dia mendengar ucapan mantan istrinya, eyang mengatakan ingin mengambil alih hak asuh putranya, karena Bastian masih dibawah usia dua belas tahun. atas dasar itulah, Cynthia dengan percaya diri ingin mengambil Bastian dari tangan Cornel. dia merasa punya hak atas Bastian, karena alasan usia Bastian itu.


"Hiks hiks hiks .. putriku sudah seminggu yang lalu meninggal Mas, dia mengalami kecelakaan dengan Papanya. Suamiku sekarang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Kata dokter, dampak kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan permanen alat reproduksi dan fungsinya, sehingga hal itu mengakibatkan kemandulan pada suamiku."


"Itu masalah hidup kalian, jangan sangkut pautkan dengan Bastian. Apa kamu lupa, dulu kamu meninggalkan Bastian saat dia masih membutuhkan kamu. bahkan ASI nya saja terpaksa aku ganti dengan susu formula. dan itu menyebabkan Bastian sakit selama beberapa minggu."


"Aku menyesal Mas, Aku menyesal!!! izinkan aku untuk menebus kesalahanku pada Bastian. Aku janji, aku akan menyayangi Bastian dan merawatnya dengan baik, hiks....hiks .."


"Kamu bisa ngomong gini karena anak kamu sudah tidak ada lagi, kemana aja dulu kamu saat Bastian membutuhkan kamu? dulu waktu putri mu masih ada, kamu nggak pernah mempedulikan Bastian. Perhatian dan kasih sayang kamu hanya untuk putrimu saja. tanpa sedikitpun kamu menyisihkan untuk Bastian. "


"Mas, Bagaimana kalau kita kembali seperti dulu lagi, kita akan merawat dan membesarkan Bastian sama-sama. Dengan begitu, Bastian akan memiliki orang tua kandung yang utuh." tak tahu malunya Cynthia mengutarakan itu pada Cornel.


Dulu dia mencampakkan suami dan anaknya. Namun, kini dengan mudahnya wanita itu mengajak mantan suaminya itu untuk rujuk Kembali.


"Hahaha.... kenapa Hem, suami kamu tidak berdaya lagi ya sekarang?? jangankan mau punya anak lagi, tongkat saktinya saja belum tentu bisa berdiri tegak. Menyesal kamu sekarang, kan? Tapi sayangnya penyesalan kamu sudah terlambat. Karena aku dan Bastian, sudah tidak membutuhkan kamu lagi."cornel tertawa puas melihat istrinya sekarang sudah merasakan balasan akibat perbuatan buruknya dulu padanya dan juga Bastian.


"Tapi Mas!!


"Stop!!! aku nggak mau dengar alasan apapun dari kamu. Sebentar lagi aku akan menikah. Bastian sudah memiliki seorang Mama yang menyayanginya melebihi Mama kandungnya sendiri." tegas Cornel. lalu ia langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2