
Beberapa hari kemudian. Hari ini kedua orang tua Mauren dan Bimbim pergi ke bandara mengantarkan anak-anak mereka yang akan melakukan perjalanan bulan madu ke New Zealand. rencananya Bimbim akan menjemput Aulia, tapi karena orang tuanya dan mertuanya bersikeras untuk ikut mengantar ke bandara, maka terpaksa Bimbim menyuruh Aulia berangkat ke bandara menggunakan taksi online.
"Apa Bim, naik taksi? Aulia terkejut.
"Iya sayang, sebab aku pergi ke bandara diantar oleh orang tua dan mertuaku."
Aulia membuang nafas kasar, lagi-lagi dia di nomor dua kan oleh Bimbim.
"Ini pasti rencana Mauren yang membujuk kedua orang tuanya dan orang tua Bimbim agar ikut mengantarkan ke bandara."rutuk Aulia dalam hati.
Bimbim juga sudah memberitahukan pada Bastian, agar saat di bandara nanti jangan sampai orang tuanya dan mertuanya melihat keberadaan pria itu. sebab hal itu akan menjadi masalah nanti jika Boston ketahuan ikut pergi ke New Zealand juga.
Bastian pun juga tidak ingin perjalanannya ke mau jalan ketahuan oleh sahabat Papanya. sebab pria itu terpaksa berbohong pada Papanya Dengan mengatakan akan pergi ke Manila untuk melihat lokasi pembangunan hotel di sana.
Sebenarnya kalau bukan karena Mauren, pria itu enggan melakukan hal seperti ini. karena di sini dia seperti dimanfaatkan oleh Bimbim untuk kepentingan pria itu agar leluasa berduaan di New Zealand bersama dengan Aulia.
Namun, dia memikirkan nasib Mauren nanti Saat di sana, yang hanya melihat kemesraan suaminya bersama wanita lain.
Saat ini Bimbim, Mauren dan Bastian sudah berada di ruangan check in. nampak Bimbim berjalan mondar-mandir menantikan kedatangan Aulia. pria itu sangat cemas dan gelisah. Karena 30 menit yang lalu Aulia sudah memberitahu kalau dirinya sudah berada di bandara, tapi kenapa sampai sekarang Aulia belum juga datang. padahal Bimbim sudah memberitahu pada Gadis itu agar langsung menuju terminal Di mana mereka sudah menunggu. berulang kali pria itu menghubungi Aulia, namun ponsel wanita itu sekarang tidak aktif lagi.
****
30 menit sebelumnya, taksi yang membawa Aulia sudah tiba di bandara. Aulia yang tidak ada pengalaman naik pesawat merasa kebingungan ingin menuju ke mana. Gadis itu lalu mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tasnya. dia mencoba menghubungi Bimbim agar pria itu mau menjemputnya di lobby bandara.
Namun, Bimbim menolak karena saat ini Bimbim sedang bersama orang tua dan mertuanya. Bimbim memberitahukan pada Aulia agar berjalan ke arah terminal di mana mereka berada.
"Bu terminal dua di mana ya? tanya Aulia pada seorang wanita yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Ibu juga tidak tahu Nak. Ibu ke sini sama anak, anak Ibu lagi mengambil barang di mobil.
Aulia membuang nafas kasar. lalu bertanya pada beberapa orang yang ada di sana, namun mereka juga tidak ada yang tahu. Sampai akhirnya dia meminta bantuan pada seorang cleaner service untuk mengantarkannya ke terminal dua.
__ADS_1
Sementara di ruang check in, bimbi memutuskan untuk pergi mencari keberadaan Aulia.
"Mauren, Bastian. kalian duluan saja masuk. Aku mau keluar lagi mencari Aulia."ujar Bimbim.
"Tapi Bim, kalau kamu ketinggalan pesawat gimana? tanya Mauren.
"Gampang Mauren, besok atau lusa Aku akan menyusul. kalian tunggu aja aku di gate."
"Ayo Mauren kita antri check in!"ajak Bastian.
Mauren merecovernya dan mengayunkan langkahnya ke arah barisan orang-orang yang ada di depan.
Bimbim bersiap menggeret kopernya ke arah luar. baru saja Bimbim berjalan sekitar 10 meter, tiba-tiba ada wanita yang memanggilnya.
"Bimbim!"teriak Aulia dari kejauhan. Bimbim yang melihat itu akhirnya bisa Menggala nafas lega.
Nampak Aulia mengatur nafasnya agar kembali normal, sebab tadi dia berjalan cepat mencari keberadaan Bimbim. Gadis itu takut sekali kalau sampai ketinggalan pesawat. layaknya seperti outhor Morata yang ketinggalan pesawat beberapa hari yang lalu. jadi Morata harus membeli tiketnya kembali, agar sampai ke tempat tujuan.
Okey sampai di sini curhatan Morata yang ketinggalan pesawat beberapa hari yang lalu. kita lanjut lagi cerita dari Bimbim dan Aulia.
"Sayang, Kamu ke mana aja. ponsel kamu juga tidak bisa dihubungi?"
"Ponsel aku kehabisan baterai, Bim. tadi malam aku ketiduran lupa nge-chargernya.
"Aulia, Ayo kita susun Mauren dan Bastian!"ajak Bimbim selalu membawa Aulia masuk ke dalam barisan antrian.
Saat ini mau rendam Bastian sudah berada di ruang tunggu gate. keduanya duduk bersebelahan. Karena tempat duduk di sana sudah hampir penuh.
Mauren melihat ke arah jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. "sebentar lagi pesawat akan take off, tapi Bimbim Kok belum kelihatan."
"Mungkin sebentar lagi Mauren."sahut Bastian.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Bimbim berjalan sambil bergandengan tangan dengan Aulia. keduanya sama-sama mengenakan sling bag di bawah sebelah kanan. nampak seperti pasangan suami istri yang serasi.
"Mauren!"sapa Bimbim saat melihat Mauren dan Bastian duduk di kursi panjang.
Mauren dan Bastian yang sedang asyik dengan ponselnya masing-masing itu langsung mengalihkan perhatiannya ke arah Bimbim dan Aulia.
Tak berselang lama setelah Bimbim dan Aulia datang, para penumpang kelas bisnis diminta untuk masuk lebih dulu ke dalam pesawat. para penumpang mencari kursi mereka masing-masing sesuai dengan nomor yang tertulis di tiket. Mauren menemukan kursinya lebih dulu. Gadis itu langsung duduk di kursinya. sementara bimbing masih sibuk mencari kursi untuk Aulia. Ternyata tempat duduk Aulia bersebelahan dengan Mauren. Aulia enggan duduk bersebelahan dengan rivalnya.
"Bim, tempat duduk kamu di mana? tanya Aulia.
Bimbim selalu melihat nomor kursi yang ada di tiketnya. "Aku di depan sayang. bersebelahan dengan Bastian."
"Mauren, kamu pindah ke depan sana!"perintah Aulia.
"Eh, dengar ya! di sini tuh sudah tempat duduk aku. sesuai dengan nomor kursi yang tertulis di tiket. Kalau kamu tidak mau duduk di sini duduk aja di toilet sana. jangan mengatur-atur tempat duduk orang!"tolak Mauren.
"Sayang, kalau kamu tidak mau duduk dengan Mauren, Biar aku saja yang duduk dengan Mauren."ucap Bimbim.
"Enak aja kamu Bim! mau mencari kesempatan berduaan dengan Mauren ya? ucap Aulia ketus.
Bimbim membuang nafas kasar, melihat kelakuan Aulia seperti itu. "Bastian, bisa nggak kamu pindah ke belakang duduk di samping Mauren?
"OK,"sahut Bastian cepat tanpa berpikir panjang. sebab dia dari tadi sudah mendengarkan perdebatan Aulia, Bimbim dan Mauren. pria itu langsung beranjak berdiri dari duduknya. pria itu dengan senang hati langsung duduk di kursi berdampingan dengan Mauren. Sedangkan Bimbim dan Aulia duduk di depan.
Bastian sangat bersyukur sekali di pesawat ini dia bisa duduk berdampingan dengan Mauren. Karena perjalanannya tidak terasa membosankan jika duduk dengan pujaan hatinya.
"Mauren, kamu kalau mengantuk tidur saja. Kakak nggak apa-apa Kok sendiri,"ucap Bastian saat melihat Mauren beberapa kali menguap.
"Iya,kak. aku tidur dulu ya."Mauren lalu mengenalkan maskernya. Fan mulai memejamkan matanya. Kadang sesekali Bastian membetulkan selimut yang digunakan oleh Maureen.
BERSAMBUNG...
__ADS_1