Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 24. MENCOBA BUNUH DIRI


__ADS_3

Di sebuah koridor Rumah Sakit terlihat Nyonya Nadia menarik lengan suaminya Untuk menghentikan langkahnya.


"Papa, sabar Pa. Ingat kita sekarang lagi di rumah sakit. Saat ini kondisi anak mereka juga sedang di rawat di ruang ICU. Kondisi orang tua Richard juga pasti sedang berduka. Tidak seharusnya Papa ke sana menemui mereka di saat seperti ini."Nyonya Nadia menasehati suaminya di sepanjang jalan koridor rumah sakit.


"Mama tidak melihat Bagaimana kondisi Dora sekarang, dia diperkosa Ma! diperkosa! orang tua mana yang membiarkan begitu saja setelah tahu anaknya telah diperkosa."omel Tuan Bernando.


"Mama mengerti Pa, Mama mengerti! Mama juga marah sama pria itu. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat. Minimal kita tunggu sampai anak mereka sadar dulu."ujar Mama Nadia namun tidak didengarkan oleh suaminya.


Orang tua Richard yang sedang asyik berbincang dengan ketiga sahabat putranya, teralihkan pada pasangan paruh baya yang berjalan menghampiri mereka.


"Ibu yang tadi satu lift sama kami, kan?"tanya Nyonya Alena yang sudah berdiri dari duduknya.


"Iya, Bu.Bagaimana kondisi anak ibu?"


"Anak saya masih belum sadar Bu."


"Ah... Mama ngomong pakai basa basi segala."ucap Tuan Bernando.


****


Sebelumnya di ruang rawat Dora hening sesaat setelah mendengar pengakuan Dora. Saat itu di dalam hati Tuhan Bernando sedang berpikir keras. Dia bingung langkah apa yang akan diambil selanjutnya.


Mama Nadia duduk menghampiri suaminya. Bagaimana nasib masa depan Putri kita, pa? Sekarang dia hamil anak dari pria itu?"


"Bagaimana juga dengan kuliah Dora, bagaimana nanti jika orang-orang tahu kalau Putri kita hamil diluar nikah? keluh mama Nadia.


"Papa juga bingung Ma, ingin sekali rasanya Papa mau memenjarakan pria itu. Tapi nanti nama baik keluarga kita dan Putri kita pasti akan tercemar. Orang-orang pasti akan tahu kalau Putri kita korban pemerkosaan.

__ADS_1


"Jadi apa yang harus kita lakukan Pa? cepat atau lambat perut Putri kita akan membesar" tanya mama Nadia bingung.


"Kita gugurkan saja kandungannya Ma mumpung belum besar. Jadi akan mau... ucapan Tuan Bernando langsung dipotong oleh Mama Nadia


"Enggak! papa pikir aborsi itu nggak ada efek sampingnya, Pa? nggak! Mama nggak setuju Kalau Putri kita harus menjalani aborsi. Karena efek samping dari aborsi itu banyak Pa. Dan buktinya sudah ada dua orang teman mama. Mereka hamil diluar nikah , lalu mereka mengambil jalan untuk melakukan aborsi.


"Papa tahu bagaimana sekarang nasib dua orang teman Mama? sampai sekarang dia tidak bis hamil lagi. Karena ada infeksi pada rahimnya, terus teman Mama yang satunya lagi, dia meninggal karena mengalami pendarahan hebat setelah melakukan aborsi."tutur mama Nadia.


Lalu pria paruh baya itu berdiri. "Papa harus menemui orang tua pria itu."


Mendengar perkataan Papanya, Dora kembali mengeluarkan suaranya. "Jangan Pa, Papa jangan kesana." larang Dora.


"Kenapa Dora? pria brengsek itu harus bertanggung jawab!!


"Tanggung jawab seperti apa yang Papa maksud? tanya Dora.


"Enggak, Dora nggak mau! Dora nggak mau menikah dengan orang yang sudah menghancurkan hidup Dora.


"Ngak bisa Dora, kamu nggak bisa menanggung semua Ini sendiri. Pokoknya Papa mau menemui orang tua pria brengsek itu sekarang."ucap Tuan Bernando dengan tegas, lalu dia melangkah ke arah pintu keluar.


"Pa, jangan Pa. Dora memohon agar Tuan Bernando tidak menemui orang tua Richard. Ketika Tuan Bernando keluar dari ruangan rawat inap Dora.


Tuan Bernando tidak mempedulikan larangan Dora.


"Ma tolong Dora ma, bantu Dora mencegah Papa." minta Dora pada mama Nadia.


lalu Nyonya Nadia keluar dan berlari menyusul sang suami. Tapi sayangnya Nyonya Nadia tidak berhasil melarang suaminya untuk menemui kedua orang tua Richard.

__ADS_1


***


Tuan Bernando langsung kesal saat mendengar istrinya yang masih sempat berbasa-basi dengan orang tua Richard.


"Maaf ada apa ya?ini maksud Bapak apa mengatakan basa-basi?tanya Tuan Nicholas.


"Begini Pak, ada yang harus Bapak ketahui mengenai kelakuan putra bapak."


Nyonya Nadia memegang lengan suaminya agar berhenti berbicara. "Pa!!! Mama Nadia menggelengkan kepalanya berharap suaminya berhenti mengatakan itu.


"Maksud Bapak kelakuan Putra saya yang seperti apa ya?? tanya Tuan Nicholas yang masih bingung.


"Kelakuan putra bapak pada putri kami, waktu mengadakan Persami di Saphattra land tempatnya di Ban khi.


Ketiga sahabat Richard yang kebetulan berada di sana langsung menjadi tegang.


"Maksudnya kelakuan Seperti apa Pak? Bapak kalau ngomong itu yang jelas."Tuan Nicholas mulai menaikkan nada bicaranya.


"Anak Bapak sudah men..."ucapan Tuan Bernando langsung terpotong oleh kedatangan Antonius.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"

__ADS_1


__ADS_2