Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 55. RICHARD MULAI DINGIN


__ADS_3

Richard, Dora, dan Mauren melangkah ke arah toko baju anak-anak. Mereka berjalan sambil memegang tangan Mauren.


"Dora!!"Panggil Cornelius yang berjarak tidak terlalu jauh dari Dora.


Dora menoleh ke arah orang yang memanggilnya. "Cornelius!"


Cornelius lalu berjalan mendekat ke arah Dora."Pak Richard, Bapak Kok bisa sama Dora?"


Pria itu menatap ke arah Mauren, dilihatnya kedua tangan anak kecil itu dipegang oleh Richard dan Dora. "Anak kecil ini siapa Dora?"tanya Cornelius penasaran.


Dora terdiam, dia bingung harus menjawab apa kepada Cornelius.


"Ini anak kami."sahut Richard.


Cornelius terkejut sekaligus kecewa. "Jadi kamu ke luar negeri selain kuliah juga menikah Dora?"


"Iya, kami menikah di California lima tahun yang lalu."sahut Richard, bukan Dora yang menjawab. Richard terpaksa berbohong, karena ingin menutupi aibnya dan Dora serta ingin menutupi status Mauren yang merupakan anak diluar nikah.


"Kok Amor dan Moresette nggak pernah cerita ya?"gumamnya.


"Kami jalan dulu ya."pamit Richard.


"Bapak kok ngomong begitu kepada Cornelius?"tanya Dora setelah posisi mereka sudah jauh dari Cornelius.


"Terus saya harus ngomong apa Dora? Kamu mau saya ngomong Mauren ini keponakan kita?"sahut Richard dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


"Maksud saya, Kenapa Bapak ngomong kita menikah?


"Kenapa? kamu malu kalau menikah dengan saya? kamu mau aib kita diketahui oleh Cornelius, Dora? inilah Salah satu alasan saya kenapa saya mengajak kamu menikah. Apa kamu nggak kasihan dengan Mauren statusnya jadi pertanyaan oleh orang-orang??!! Richard mulai marah.


Dora langsung terdiam, dia tidak bisa menjawab pertanyaan Richard. Karena apa yang dikatakan Richard itu benar adanya.


Richard lalu menggendong Mauren ke toko baju anak-anak, meninggalkan Dora di luar toko begitu saja. Saat ini Richard memang benar-benar marah pada Dora. menurutnya Dora itu terlalu egois tidak memikirkan masa depan putrinya.


Dora selalu menyusul Richard masuk ke dalam toko baju anak-anak itu. Ada rasa penyesalan di hatinya saat dia mengatakan hal itu pada Richard.

__ADS_1


Dora melihat Richard sedang memilih milih baju untuk Mauren. Dora lalu mendekatinya. "Yang ini bagus untuk Mauren."ucap Dora sambil menunjukkan satu stel baju pada Richard


Richard hanya melirik sekilas. Dia tidak menyahut. Pria itu masih kesal dengan Dora dengan keegoisannya. Wanita itu lalu mengambil lagi beberapa baju untuk Mauren yang menurutnya cocok kepada putrinya dan ukuran badan putrinya.


"Ini pak."Dora menyerahkan beberapa baju pada Richard. Pria itu hanya menerimanya, lalu berjalan menuju kasir untuk membayarnya, tanpa menoleh sedikitpun ke arah Dora.


Keluar dari toko baju anak-anak, Richard memutuskan untuk langsung pulang. Di tangannya penuh dengan barang belanjaan Mauren. Sedangkan Mauren tangannya dipegang oleh Dora.


"Ayo kita pulang."ucapnya dingin pada Dora.


Di sepanjang perjalanan pulang, tak ada pembicaraan antara Richard dengan Dora. Yang ada hanya suara Mauren yang berceloteh. Yang sesekali ditimpali oleh Papa maupun Mamanya.


Kini mobil Richard sudah memasuki pintu gerbang perumahan. Rumah utama keluarga Bernando. Kurang lebih lima tahun yang lalu dia menginjakkan kaki di tempat ini, saat dia ingin melamar Dora. Beberapa saat kemudian mobil Richard sudah memasuki halaman rumah Tuan Bernando.


"Mauren, nginep di rumah Mama, yuk." ajak Dora pada putrinya, saat mobil Richard sudah berhenti."


"Nggak mau, Mauren mau tidur sama papa." tolak Mauren sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi kan, Mama juga mau tidur sama Mauren." sahut Dora dengan nada sedih.


"Mama tidur di rumah Papa, aja."


"Richard menoleh ke belakang."Mauren sini pindah ke depan duduk di samping Papa."Richard mengulurkan tangannya pada Mauren. Dia tidak mempedulikan Dora yang ingin turun dari mobil.


"Bapak sama Mauren nggak mampir dulu?" tanya Dora


"Saya mau langsung pulang, mau istirahat."jawabnya dingin tanpa menatap ke arah Dora.


Dora lalu keluar dari dalam mobil terikat. Dia tahu pria itu masih marah padanya.


****


Tak terasa waktu sudah cepat berlalu. Malam harinya, di dalam kamar, Dora merasa gelisah. Sudah berulang kali Dora berubah posisi tidurnya ke kiri dan ke kanan. Tapi matanya tak kunjung terkejam.


Saat ini waktunya sudah menunjukkan jam 11.00 malam. Namun, ia berusaha memejamkan matanya, tapi tak kunjung terkejam juga. Karena hingga malam ini dia masih dihantui dengan perasaan bersalah.

__ADS_1


Dora lalu berbaring dengan posisi terlentang. Jari telunjuk kiri dan kanannya dia satu kan sambil diketuk-ketuk antara keduanya. Matanya menatap ke arah langit-langit kamar seolah sedang berpikir dan menimbang-nimbang sesuatu.


Setelah Lima menit kemudian berada pada posisi itu, Dora lalu mengambil ponselnya di atas nakas. Dia sudah memutuskan untuk menghubungi Richard malam ini. Dicarinya kontak yang bernama Pak Richard.


Sementara di tempat lain, tepatnya di rumah pribadi Richard, tak jauh berbeda dengan Dora. Saat ini pria itu juga belum bisa memejamkan matanya.


Begitu banyak yang dia pikirkan. Memikirkan Mauren dan Mamanya Mauren. kesunyian malam itu, dipecahkan oleh suara deringan ponsel Richard. Richard meraih ponselnya, yang ternyata tertera nama kontak Mamanya Mauren di layar ponselnya.


Belum sempat Richard menerima panggilan itu, Dora sudah menghentikan panggilannya. dia tidak jadi menghubungi Richard. Wanita itu memutuskan untuk mengirim pesan saja. Tak berselang lama sebuah pesan masuk dari Mama Mauren


"Maaf."pesan Whatsapp Itu yang dikirimkan oleh Dora kepada Richard


"Untuk? balas Richard singkat.


Dora tidak langsung membalas, wanita itu berpikir mencari jawaban yang tepat agar Papanya Mauren tidak marah lagi padanya.


"Pak, saya minta maaf atas ucapan saya tadi siang, Saat ketemu Cornelius."kembali Dora membalas pesan Whatsapp itu.


"Sudahlah Dora, gak usah dibahas lagi. percuma saja karena di sini hanya saya saja yang berjuang untuk status Mauren."balas Richard.


Dora tidak membalas lagi,saat ini dia bingung harus bersikap seperti apa dengan Richard.


Setelah meletakkan ponselnya di atas nakas, Richard lalu memiringkan posisi tidurnya menghadap Mauren. Dia melihat wajah polos putrinya yang sedang tertidur pulas itu.


"Maafin Papa ya, Nak. Papa belum bisa membawa Mama kamu ke rumah ini."Richard bermonolog sendiri lalu pria itu berusaha kembali memejamkan matanya


Di kediaman Tuan Bernando, Dora yang saat ini sedang berada di dalam kamar, setelah meletakkan ponselnya di atas nafas Dora semakin gelisah. "Ngeri juga ya, Pak Richard kalau lagi marah."gumam Dora.


Hari-hari terus berlalu, Kini Richard tidak begitu mempedulikan Dora lagi. Karena menurutnya Dora terlalu egois. Dia tidak pernah memikirkan status Mauren.


Berbanding terbalik dengan Richard, Kini sikap Dora berubah menjadi baik terhadap pria itu. Walaupun begitu, sampai saat ini hati Dora masih tertutup untuk membina rumah tangga dengan Richard.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS


__ADS_2