Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 225. ATALIA DAN BIMBIM


__ADS_3

Malam ini Sarah kembali hadir di acara resepsi pernikahan Mauren. Dia kembali menemani Papanya, sebab Mamanya sudah beberapa bulan ini menderita stroke. Sarah dengan senang hati datang ke acara malam ini. Dia ikut berbahagia menyambut pesta pernikahan Maureen dan Bastian. Sebab mulai hari ini tidak ada lagi yang menjadi penghalang dirinya untuk mendapatkan cinta Bimbim.


Namun, sayang kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena dia melihat Bimbim yang baru saja masuk ke ballroom didampingi oleh seorang gadis cantik. mulutnya sedikit terbuka saat mengetahui gadis yang sedang bersama Bimbim.


"Atalia?"ucapnya lirih dengan kening sedikit berkerut.


"Kenapa Atalia sama Bimbim?"tangannya mengepal kuat.


Walaupun Atalia dan Bimbim tidak bergandengan tangan, Tapi tetap saja menimbulkan kecemburuan pada diri Sarah.


Sebelumnya, setelah pulang dari Cafe, Bimbim kembali menghubungi Atalia melalui sambungan telepon selulernya. Dia bilang pada Gadis itu akan datang ke acara resepsi pernikahan Mauren.


Atalia yang mendengar itu merasa senang. sebab persahabatan ketiga orang yang dikenalnya itu akan kembali membaik. Gadis itu juga setuju bimbi malam ini menjemputnya. Sebab sangat membahayakan jika pulang dari pesta nanti menggunakan motor saat malam hari.


"Pa, Aku mau menghampiri temanku dulu ya."pamit Sarah pada Papanya. Gadis itu melangkah ke arah meja Bimbim.


"Hai Bim, Aku kira kamu tidak datang. kalau aku tahu kamu datang, Aku mau ngajak kamu bareng ke sini."Sarah duduk di kursi yang ada di meja Bimbim. Ada rasa penyesalan dalam hati, karena tadi siang dia tidak bertanya pada pria itu.


Bimbim bergeming, tatapannya menatap ke arah pelaminan. dilihatnya mantan istrinya dan Bastian sedang duduk bersanding di pelaminan, senyum kedua pasangan pengantin itu tidak pernah surut. Berbeda dengan dirinya dulu saat menikah dengan Mauren, tersenyum dalam keadaan terpaksa.


"Andai yang duduk di sana aku apa Mauren akan tersenyum seperti ini?"tanya Bimbim dalam hati.


"Bim, kamu kok nggak menjawab pertanyaan aku?"tanya Sarah dengan sedikit rasa kesal.


"Untuk Apa lagi kamu membahas itu. kan kita sudah ada di sini."


Atalia dari tadi diam saja. Dia hanya menyimak saja. Gadis itu malas berdebat dengan Sarah.


"Bim, kita ambil makanan yuk."ajak Sarah.


"Kamu duluan saja, aku masih belum ingin makan."tolak Bimbim.


"Atalia, kamu ambil saja makanan bareng sama Sarah."imbuh Bimbim tapi Atalia hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Cih, Siapa juga yang mau ambil makanan sama dia, aku kan ngajak kamu, Bim."


Di panggung pelaminan, netra Maureen tak sengaja menatap ke arah meja Bimbim. "Mas, Coba lihat ke arah kanan di sana ada Bimbim, Atalia dan Sarah. Bimbim datang, Mas. apa dia memberi restu untuk kita ya?"


Bastian menatap ke arah kanan. "Semoga saja dia sudah mengikhlaskan kamu, Sayang."

__ADS_1


Amor dari tadi selalu berdiri di samping suaminya. Di sana juga ada Riana, Rani dan Mia. ketiga wanita itu juga mendampingi suami mereka masing-masing.


"Kak, Coba lihat ke arah sana, Bimbim ternyata hadir."ucapkan lirih.


"Ayo kita ke sana sebentar."


Setelah berpamitan dengan temannya, Fernando dan Amor langsung melangkah ke arah meja Bimbim. "Bim, Sama siapa kamu di sini?"tanya Fernando.


"Sama Atalia, Pa."


Atalia tersenyum sambil sedikit mengangguk kan kepala pada orang tua Bimbim.


"Papa kira kamu datang bertiga."


Sarah langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Fernando dan Amor.


"Malam Om, Tante. Perkenalkan saya Sarah satu angkatan kuliah dengan Bimbim."


Amor dan Fernando menyambut uluran tangan Sarah.


"Sarah, Papa dari tadi mencari kamu, ternyata kamu di sini."ucap Papanya Sarah saat sudah menemukan Sarah.


"Kalian berdua saja?"tanya Fernando.


"Iya, istri saya lagi sakit stroke."


"Pa, anaknya om Fernando ini teman kuliah aku."


Papanya Sarah menatap ke arah Bimbim. Bimbim yang ditatap hanya menganggukkan sedikit kepalanya. Sarah sangat senang, Papanya dan Papanya Bimbim sudah saling mengenal. Jadi dia tidak mengkhawatirkan soal Restu lagi.


Sementara di tempat lain, di sebuah rumah mewah, Cynthia dan suaminya berdebat. sang suami geram pada Cynthia yang ragu-ragu ingin datang ke acara pernikahan Bastian.


"Jadi berangkat nggak?" tanya sang suami.


"Kalau nggak jadi, Aku mau ganti baju ini dengan piyama."imbuhnya. Pria itu ingin melepas jas yang dari tadi sudah dikenakannya.


Cynthia menahan tangan suaminya yang ingin melepas jasnya.


"Jadi Mas, ayo kita berangkat."

__ADS_1


"Mau berangkat saja mikirnya kelamaan. ini acaranya sudah berlangsung selama 1 jam. kamu sebagai orang tuanya malah datang terlambat. Padahal ini momen penting anak kamu."omel suaminya saat keluar dari dalam kamar utama.


Sekitar 30 menit kemudian, Cynthia dan suaminya sudah sampai di ballroom hotel. keduanya masuk dengan memperlihatkan undangan berwarna gold.


Cynthia terperangah melihat kemegahan pesta pernikahan anaknya. "sayang sekali pesta semoga ini hanya untuk menikahi Mauren."ucap wanita itu di dalam hati.


Dia masih saja menyayangkan keputusan anaknya yang menurutnya tidak bisa banding menikah dengan Mauren. Baginya putranya itu adalah pria yang kaya raya, memiliki wajah yang tampan. di luaran sana masih banyak gadis cantik yang melebihi Mauren, dan pasti belum menikah.


Cynthia dan suaminya terus berjalan ke arah depan panggung pelaminan. Di sana Chintya bergabung dengan pihak dari keluarganya.l


"Kak, akhirnya Mbak Sintia datang juga,"ucap Moresette saat melihat mama kandung Bastian baru saja bergabung dengan mantan ipar Cornel.


"Alhamdulillah kalau dia datang, setidaknya Bastian bisa lebih bahagia melihat mama kandungnya hadir."


"Mas, Mama Cynthia datang."bisik Mauren di telinga suaminya.


"Iya, sayang, lengkap sudah kebahagiaan Mas Hari ini,"sahut Bastian. Matanya menatap darah mama kandungnya.


Di meja Bastian, kini Atalia, Bimbim dan Sarah sedang menikmati hidangan pesta. Sarah tidak mau menjauh dari meja Bimbim. dia tidak ingin membiarkan Bimbim berduaan dengan Atalia. Bagi Sarah, peluangnya untuk berjodoh dengan Bimbim semakin besar. tinggal menaklukkan hati pria tampan itu saja. pikirnya


Beberapa saat kemudian, Kini tiba acara yang ditunggu-tunggu oleh para gadis dan pria lajang. Atalia yang ditinggal Mauren menikah, juga ingin menikah, maka dari itulah dia ikut pada barisan orang-orang yang ingin berebut buket bunga. Bimbim menolak diajak Atalia, dia lebih memilih tetap berada di tempat duduknya.


Nampak di sana Herlan, Sarah, Maya juga ikut bergabung.


"Itu, itu anak-anak SMA kenapa ikut berebut buket bunga juga?"tanya Amor yang melihat anaknya, bersama anak sahabatnya juga ikut berkumpul di tengah.


"Kak itu Dian kenapa dia berada di barisan paling depan?"tanya Mia.


"Biarkan saja, dia hanya ikut meramaikan."sahut aprian.


"Kalau nanti dia yang dapat bunganya gimana, Kak?"


"Hahaha .. anak bocah ingusan gak mungkin lah minta nikah."


tiba saatnya MC memberi aba-aba pada Mauren dan Bastian agar melempar buket bunga pada hitungan ketiga. " Satu.... Dia....Tiga...."teriak MC.


Mauren dan Bastian melempar bunga pada hitungan ketiga. Dian yang di sekolahnya terkenal menjadi seorang kiper yang handal tidak bisa menangkap buket bunga, sebab bukan itu jauh dari jangkauannya. Buket bunga itu justru menuju ke arah Atalia. baru sedetik Atalia menangkap buket bunga itu, Sarah yang berada di sebelahnya langsung merebutnya. Gadis itu merasa kegirangan mendapat buket bunga pengantin, Dia Kembali ke tempat duduknya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2