
Beberapa saat kemudian, mobil Richard memasuki halaman toko milik Nyonya Alena. kening Dora berkerut saat melihat mobil Nyonya Nadia terparkir di sini juga.
"Ayo kita masuk."ajak Richard sesudah keluar dari dalam mobilnya.
"Mauren!"teriak Dora saat melihat putrinya langsung berlari masuk ke dalam toko itu.
"Biarkan saja."ucap Richard Saat berjalan beriringan dengan.
"Biarkan?"tanya Dora heran.
"Iya. Mauren sudah sering datang ke sini. Jadi dia sudah kenal dengan semua orang yang berada di dalam sana."
"Selamat datang Pak Richard."ucap Lara sambil tersenyum lebar.
Richard hanya mengangguk pelan. Mata Lara melirik ke arah Dora dengan tatapan tidak suka.
Setelah berada di dalam toko, Dora tidak menemukan keberadaan putrinya, sosok Mamanya juga tidak terlihat.
"Mauren di mana?
"Ada di dalam, Ayo kita susul dia."ajak Richard. Dora hanya mengikuti langkah Richard di belakang.
Richard mengetuk pintu yang sudah terbuka sejengkal itu.
"Mari masuk!"
"Papa!" Panggil Mauren yang saat ini sedang duduk di samping Nyonya Nadia.
"Masuk Nak."ucap Nyonya Alena yang langsung berdiri dari duduknya saat melihat Dora.
"Dora sini!!"Panggil Nyonya Nadia.
Dora lalu menghampiri mamanya.
"Mama ngapain Di Sini, Kenapa tadi ninggalin aku? dan wanita seumuran mama itu siapa mah?"bisik Dora.
Nyonya Alena yang mendengar Dora berbisik-bisik itu langsung memperkenalkan diri.
"Ini Dora ya, Aduh cantiknya. Kenalkan saya Alena maminya Richard."
"Salam kenal Bu."ucapnya sambil sedikit membungkukkan badannya dan bersalaman.
"Dora, Kamu harus berterima kasih loh pada ibu Alena. Karena beliau yang selama ini merawat Mauren sejak Mauren mulai berusia dua bulan sampai sekarang."ungkap Nyonya Nadia.
"Ah, ibu Nadia nggak usah terlalu berlebihan. karena Mauren kan cucu saya, Jadi wajar saja saya melakukan itu."
"Tapi walaupun begitu, Ibu benar-benar berjasa dalam membesarkan Mauren."sahut Nyonya Nadia.
"Terima kasih ya bu, sudah mau merawat anak saya. Saya minta maaf karena sudah merepotkan Ibu sekeluarga."ucap Dora.
"Nggak perlu berterima kasih Dora. Seperti yang saya bilang tadi, itu hal wajar jika seorang ibu membantu anaknya merawat cucunya."
Richard dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka, tanpa berniat menimpali.
"Oh iya, sekarang bagaimana kedekatan kamu dengan Mauren?"tanya Nyonya Alena.
__ADS_1
"Alhamdulillah bu, perlahan Mauren sudah mulai mau berbicara dengan saya."
"Syukurlah kalau begitu. Sering-sering saja kalian jalan-jalan bersama."sahut Nyonya Alena.
Kring....
Kring....
Kring....
Suara panggilan masuk di ponsel Richard terdengar jelas di telinganya. Pria itu lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Dilihatnya nama si pemanggil dari Tuan Nicholas. Tanpa berpikir panjang, Richard pun mengangkatnya.
"Assalamualaikum Papi."
"Richard kamu di mana, kenapa sampai lewat jam makan siang kamu belum kembali juga ke kantor?"tampaknya Tuan Nicholas mengomel.
"Tadi Richard habis pulang sekolah Maureen mengajak makan siang. Ini sekarang aku lagi di toko mami." tutur Richard menjelaskan.
"Ya, sekarang kamu cepat kembali ke kantor! sebentar lagi kita akan bertemu dengan klien.
"Baik, Pi."
Richard menutup sambungan telepon selulernya. Richard beranjak berdiri dari duduknya.
"Kenapa papa kamu Nak?
"Richard disuruh balik ke kantor Mom, karena sebentar lagi mau bertemu dengan klien."
"Tante, Dora, Aku tinggal dulu ya."Dora hanya mengangguk.
"Iya tante, sama-sama. Aku tinggal dulu ya.
Richard lalu mencium punggung tangan Nyonya Alena lalu mencium pipi putrinya.
"Papa, Mauren ikut ke kantor Papa."ucap bocah kecil itu. Dia ingin turun dari sofa namun ditahan oleh Nyonya Alena.
"Nggak bisa Sayang, Papa mau kerja. Kamu di sini dulu ya, nanti sore Papa jemput."
Setelah mengatakan itu Richard lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Tak lama Richard pergi, Nyonya Nadia mengajak Dora untuk pulang.
"Dora, Ayo kita pulang, Nanti sore Mama ada arisan.
"Iya Ma."Dora pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Mauren.
"Jeng Alena, kami pulang dulu ya." Nyonya Nadia berpamitan.
"Oh iya, Jeng."
Dora dari tadi membujuk Mauren untuk ikut dengannya.
"Mauren mau di sini menunggu Papa." tolak Mauren.
"Dora, sudah Ayo kita pulang! jangan dipaksakan kalau Mauren nggak mau."ucap Nyonya Nadia.
__ADS_1
"Mauren Mama pulang dulu ya."setelah mengucapkan itu, Dora lalu mencium pipi anaknya.
Kemudian Dora berpamitan kepada Nyonya Alena.
"Bu, Dora pulang dulu. Terima kasih karena Ibu sudah menjaga Mauren."Dora bersalaman dengan Nyonya Alena, keduanya sambil mencium pipi kiri dan kanan.
Di perjalanan pulang ke rumah, Nyonya Nadia kepo dengan acara makan siang Dora bersama Richard
"Bagaimana makan siang tadi, apa saja yang kalian bicarakan?
"Nggak ada."bohong Dora
"Nggak mungkin kalian nggak ngomong sesuatu, pasti ada. Apalagi Kalian kan sudah lama tidak berkomunikasi."
"Pria itu cuman minta maaf."
"Cuma itu?? Nyonya Nadia nggak percaya.
"Dia....Dia juga ngajak nikah."
"Ya sudah nikah saja. Masalah Papa biar mama yang urus."
"Tapi aku nggak mau nikah sama dia Ma."
"Kenapa Dora? Apa kurangnya Richard? dia tampan, dan mapan. Selama ini dia setia menunggu kamu. Nggak pernah dia jalan sama wanita lain. Dia juga pria yang bertanggung jawab. Pintar mengurus anak juga. Kamu mau cari suami yang bagaimana lagi Dora? Apa kamu tidak melihat bagaimana telatennya Richard mengurus Mauren,"
"Lihat saja Mauren lengket banget pada Papanya. Itu artinya Richard mengurus Mauren dengan tulus dan segenap hati. Apa kamu tidak melihat ketulusan pria itu? banyak pria yang sama sekali tidak bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya. Tapi coba kamu lihat Richard, dia terus setia menunggu kamu. Dia mengurus Cia dengan baik."ucap Nyonya Nadia
Dora terdiam, dia tidak tahu mesti jawab apa. karena apa yang diucapkan mamanya barusan memang benar adanya.
****
Selesai makan malam, Dora langsung naik ke lantai atas. Dia ingin segera ke kamarnya karena ingin mengirim pesan kepada teman-temannya yang di grup.
"Malam semuanya, weekend ini hangout bareng yuk."kiriman pesan chat Dora di grup persahabatan mereka.
"Weekend kamu nggak jalan-jalan sama Mauren Dora?."balas Amor
"Enggak, Kita kan sudah hampir lima tahun nggak ketemu."balas Dora
"Gimana kalau kita ajak saja sekalian Mauren?"balas Moresette
"Susah Mor, Kalau ngajak Mauren harus satu paket sama Pak Richard."balas Dora.
"Oh gitu. Ya sudah Dora, kalau gitu kita jalan bertiga saja." balas Amor.
Setelah selesai mengirimkan pesan Whatsapp kepada kedua temannya, tampak Dora sudah tidak sabar lagi hari weekend menanti. Karena dia sudah sangat lama tidak bertemu dengan kedua sahabatnya itu. Dia benar-benar merindukan Amor dan juga Moresette. Begitu juga dengan Amor dan Moresette, sepertinya mereka juga sudah tidak sabaran ingin bertemu dengan Dora.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN YANG BERJUDUL. "DI BULLY KARNA OBESITAS.
__ADS_1