Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 96. RESEPSI PERNIKAHAN


__ADS_3

Hari pernikahan Mia dan Richard pun tiba saatnya. Terlihat Mia sedang dirias wajahnya oleh salah satu MUA yang sudah dipesan oleh Richard dan Dora sebelumnya. Karena di sana Dora bertugas membantu Mia mengenakan setelan kebaya untuk acara nikah nanti.


"Cantik banget kamu Mia. Pantas aja Afrian rela membujang sampai umur 37 tahun, demi untuk bisa menikah sama kamu." Puji Dora. Wanita itu berdiri di samping Mia yang duduk di kursi meja rias.


Wanita yang dipuji itu hanya tersenyum simpul.


"Dulu Kakak waktu mau nikah Gimana perasaannya?"


"Waktu menuju meja ijab kabul, Kakak awalnya grogi. Tapi karena Papa Mauren salah saat ijab kabul, Kakak jadi ikut Mau tertawa, hilang sudah merasa grogi kakak.


"Aku takut kak, aku akut nanti kak Afrian juga salah, kan malu banget nanti." Wanita itu sudah mempunyai firasat yang tidak baik.


Nggak apa-apa salah sekali atau dua kali. kalau sampai salah tiga kali itu yang bikin malu."


Di rumah Afrian, tampak Afrian sudah berpakaian pengantin. Pria itu mengenakan setelan jas koko berwarna silver sama seperti Mia. Tidak ketinggalan peci yang sudah dia kenakan di kepalanya, peci itu memiliki warna senada dengan warna bajunya.


Afrian berdiri di depan cermin dengan mulut komat-kamit seperti Mbah dukun menghafalkan mantra. Namun, bedanya di sini Afrian yang sedang mengulang-ulang kalimat saat dia ijab kabul nanti. Karena dia tidak ingin bernasib seperti Richard saat ijab kabul ditertawakan oleh semua orang.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


Pintu kamar Afrian diketuk oleh Nyonya Yasinta.


Afrian berjalan ke arah pintu dan langsung membuka pintu itu.


Ceklek


Terlihat Nyonya Yasinta sudah rapi dengan setelan kebayanya rambutnya ditata dengan rapi.


"Afrian, kita berangkat sekarang! Papa kamu sudah menunggu di teras depan.


Setelah sudah sampai di teras depan, Mereka pun langsung berjalan ke arah mobil Tuan Andalas. Kali ini Tuan Andalas duduk di kursi kemudi. Sedangkan Nyonya Yasinta duduk di jok Tengah.


Diperjalanan mulut Afrian terus bar komat-kamit melafalkan mantra ijab Kabul.


"Saya terima nikah dan kawinya Mia Alvita binti Nicholas dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Afrian untuk kesekian kalinya di mobil Tuan Andalas.

__ADS_1


Hal itu membuat Nyonya Yasinta merasa terganggu. Karena di sepanjang jalan, hanya itu saja yang ia dengar.


"Papa, coba putar lagu deh. Bete banget Mama dari tadi dengar suara Afrian latihan ijab kabul mulu!" perintah Nyonya Yasinta.


Tuan Andalas pun menuruti permintaan istrinya. kKni suara Afrian berganti dengan suara musik yang sudah dipasang oleh Tuan Andalas.


"Mama ih, nggak asik banget mengganggu konsentrasi ku saja." protes Afrian.


"Afrian, Papa saja dulu waktu nikah sama Mama kamu nggak begitu amat persiapannya. Latihan juga Saat Pagi harinya sebelum acara dimulai."ejek Tuan Andalas


"Aku kan, mau terlihat sempurna saat acara nanti." sahut pria yang sebentar lagi akan menanggalkan gelar panglatunya


Beberapa saat kemudian, mobil Tuan Andalas sudah sampai di depan halaman rumah Tuan Nicholas. Di sana keluarga dari Tuan Andalas dan nyonya Yasinta juga sudah datang. mereka bergabung ke rombongan calon mempelai pria.


Terlihat Richard keluar dari dalam rumah menyambut kedatangan mempelai pria dan keluarga besarnya.


"Assalamualaikum! Tuan Andalas memberi salam saat dia ingin melangkah masuk mendampingi Afrian di sebelah kanan dan nyonya Yasinta di sebelah kiri Afrian.


"Waalaikumsalam, mari masuk Pak. Pak penghulu sudah menunggu Afrian." ucap Richard.


Mendengar kata penghulu, mulut Afrian kembali komat-kamit melafalkan matra ijab Kabul.


Kini Afrian sudah duduk di depan sebuah meja kecil. Dia duduk di lesehan di atas ambal tebal yang terbentang, menutupi seluruh permukaan keramik ruangan tengah itu.


Tok ...


Tok ...


Tok ...


Dora membuka pintu.


"Ada apa, Ma?"


"Bawa Mia ke lantai bawah Sayang, Afrian sudah datang." Setelah mengucapkan itu pada menantunya, Nyonya Alena berjalan ke arah tangga. Wanita paruh baya itu ingin kembali ke lantai bawah.


Beberapa saat kemudian Dora merangkul dengan adik iparnya berjalan keluar kamar. Saat keduanya menuruni tangga, semua orang yang ada di lantai bawah perhatiannya teralihkan ke arah Mia dan Dora yang sangat cantik dengan balutan kebaya yang mereka kenakan. Semua orang terpesona menatap ke Arah Mia dan Dora. Terlebih Ricard dan Afrian. Keduanya menatap ke arah pasangan mereka masing-masing.


Setelah sampai di lantai bawah, Dora mengirim Mia ke tempat Afrian duduk. Wanita itu lalu duduk di samping Afrian.

__ADS_1


Saat sudah duduk di sana, Afrian dan Mia saling berpandangan. Keduanya saling melempar senyuman simpul.


Saat yang dinantikan oleh Afrian dan Mia telah tiba. Nampaknya Tuan Nicholas dan Afrian saling menjabat tangan untuk mengucapkan ijab.


"Saudara Afrian bin Andalas saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Putri kandung saya yang bernama Mia Alvita binti Nicholas dengan seperangkat alat sholat dan mas kawin emas murni 300 gram dan uang tunai seratus juta bath."Tuan Nicholas mengucap ijab.


"Saya terima nikah dan kawinnya Mia Alvita binti Nicholas dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Afrian mengucap Kabul.


"Bagaimana para saksi? Sah?


"Sah


"Sah!"


Mendengar kata sah, Afrian langsung bergidik Adik kecilnya berkedut sebanyak tiga kali.


"Kenapa kak?" Tanya Mia.


"Nggak apa-apa sayang."


"Alhamdulillah." ucap seluruh anggota keluarga yang hadir menghadiri acara akad nikah Afrian dan Mia.


Kini Afrian dan Mia Saling bertukar cincin. Afrian memasangkan cincin kawin di jari istrinya lebih dulu. Lalu giliran Mia memasang cincin Di jari suaminya.


Selanjutnya Mia mencium punggung tangan kanan suaminya, dan Afrian mencium kening istrinya. Kemudian dilanjut ke acara sungkeman dengan orang tua dan mertuanya.


Setelah selesai acara akad nikah di rumah utama keluarga Nicholas, acara resepsi pernikahan dilanjutkan di sebuah hotel ternama yang ada di kota Bangkok.


Iring-iringan mobil pengantin sudah meninggalkan rumah utama keluarga Tuan Nicholas. Hanya ada beberapa orang yang tinggal di sana. Hanya ada beberapa orang yang ditugaskan untuk menjaga dan membersihkan rumah itu.


Acara resepsi pernikahan pun dilaksanakan secara mewah di salah satu ballroom hotel ternama. Terlihat banyak para kolega bisnis dan juga para tamu undangan yang hadir untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Mia dan Afrian


Mia benar-benar merasa bahagia, ternyata Afrian memenuhi segala keinginannya yang akan mengadakan acara resepsi pernikahan dengan mewah sesuai dengan keinginan Mia.


Terlihat Mia dan Afrian sudah berada di pelaminan. Di samping kiri dan kanan Mia dan Afrian ada orang tua masing-masing sudah berdiri di sana. Kedua pasang paruh baya itu berpakaian sama, bahkan model rambut Nyonya Alena dan nyonya Yasinta juga sama.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2