
Di sebuah restoran, siang ini saat jam istirahat mohon bertemu dengan Bimbim. menjelang putusan cerai ini Bimbim semakin gencar melakukan pendekatan dengan Mauren.
"Ada apa, Bim? kamu mau membicarakan apa lagi?"tanya Mauren saat dirinya baru sampai di restoran.
"Lebih baik kita pesan makanan dulu, Mauren."ucap Bimbim yang sudah tiba di restoran lebih awal dibanding Mauren.
Setelah Mauren duduk di sana, dari kejauhan seorang pelayan mengayunkan langkahnya ke arah meja yang ditempati oleh Mauren dan Bimbim. Baru beberapa meter melangkah, pelayan itu segera membalikkan tubuhnya. dia ingin kembali lagi ke dapur, karena belum siap untuk bertemu dengan Bimbim dan Mauren.
Di dapur restoran, Kenapa kepala pelayan restoran menyuruh bawahannya yang baru belum genap satu minggu ini bekerja.
"Eh, kamu cepat melayani meja nomor 2 pulangkan yang duduk di dekat jendela."seru kepala pelayan itu.
"Iya,Bu."gadis cantik itu lalu membawa buku menu ke arah yang ditunjuk oleh kepala pelayan.
Baru beberapa meter Dia berjalan, langkahnya langsung terhenti. Gadis itu terkejut saat melihat dua orang yang mejanya dekat jendela, pelanggan yang ingin dia layani. dia refleks memberikan badannya ke arah dapur.
"Aduh gawat! Kenapa Maureen dan Bimbim bisa ada di restoran ini? bukankah mereka selalu makan di restoran milik Papanya Bastian? ucap Aulia dalam hati. Gadis itu melangkah kembali ke arah dapur.
"Mau ke mana kamu, Kenapa kembali ke?"tanya kepala pelayan itu.
"Sa....saya."Aulia gugup, bingung memberi alasan apa.
"Jangan banyak alasan, sekarang lakukan tugas kamu, kalau masih mau kerja di sini!"ucap kepala pelayan itu dengan tegas.
Aulia bergeming sesaat, Gadis itu berpikir sejenak, uang miliknya yang diberikan seseorang yang sudah mencicipi tubuhnya, sudah hampir menipis. Belum ada panggilan lagi dari pria yang telah menodai dirinya. kalau dipecat dari restoran ini, maka simpanan yang dia miliki akan semakin menipis.
"Aulia, Jika kamu tidak mau melayani kedua pelanggan itu, segera lepaskan apron yang ada di badan kamu itu!"ucap kepala pelayan itu dengan dingin dan tegas.
Aulia menegakkan badannya. "Baik Bu. saya akan melayani kedua orang itu."
Aulia perlahan melangkah keluar dari ruang dapur. Dia terlihat sedikit menundukkan kepalanya. Semakin dekat dengan meja Mauren dan Bimbim, jantung Gadis itu semakin berdegup kencang. andai saja Aulia Messi memiliki uang tabungan yang lumayan banyak, pasti dia memilih resign dari restoran itu daripada malu seperti ini dilihat oleh Maureen dan Bimbim.
__ADS_1
"Aulia,"ucap Bimbim lirih
Pria itu tersentak kaget saat melihat seorang pelayan berjalan ke arahnya. saat ini posisi Aulia berjarak sekitar 3 meter dari Bimbim.
Bimbim menatap melekat ke arah Aulia, bukan karena dia terpesona pada gadis itu, melainkan karena merasa tidak percaya melihat Aulia bekerja seperti ini. Bimbim bukannya merendahkan pekerjaan Aulia yang sekarang. Hanya saja dia tahu betul Bagaimana sifat Aulia.
Sebab mantan kekasihnya itu dulu pernah menghina profesi yang sedang dijalaninya seperti sekarang ini. dia masih ingat betul saat Aulia memarahi seorang pelayan restoran yang tidak sengaja menjatuhkan sendok ke lantai.
Wajah Aulia sedikit pucat saat memandang ke arah Bimbim. Kini Gadis itu sudah berdiri di samping meja.
Mauren yang dari tadi lagi asik dengan ponselnya baru menyadari kalau pelayan restoran itu adalah Aulia.
"Aulia!"Mauren juga ikut terkejut. Kenapa kerutan kecil di kening gadis itu.
"Tidak usah terkejut, Kalian mau pesan apa? tanya Aulia dengan dingin.
Mauren memesan menu makanan yang ada di buku menu itu, Begitu juga dengan Bimbim.
"Mauren, aku mengajak kamu bertemu siang ini ingin membahas masalah hubungan kita,"ucap Bimbim mengawali pembicaraan.
Mauren mengerutkan keningnya, Gadis itu masih bergeming menunggu apa yang ingin disampaikan oleh Bimbim.
"Sebelum palu hakim memutus pernikahan kita, Aku ingin kamu memikirkan sekali lagi hubungan kita."
"Memikirkan Seperti apa lagi, Bim?"
"Aku ingin kita kembali rujuk, Mauren. Ayo kita mulai lagi dari nol, sama-sama belajar saling mencintai."ucap Bimbim dengan wajah serius.
Mauren menggeleng. "Enggak Bim. aku nggak bisa nikah tanpa didasari oleh cinta. Aku nggak mau lagi menjalani pernikahan terpaksa seperti kemarin."
"Kamu bicara seperti ini karena kamu ingin kembali menikah dengan pak Mario?"
__ADS_1
"Tidak! harapan aku ke dia sudah tidak ada lagi. karena keluarga aku dan keluarga besarnya sepertinya sudah tidak bisa berhubungan lagi,"sahut Mauren. Matanya lalu menatap ke arah.Bimbim.
"Bim, kalau kamu sudah tidak bisa sama Aulia lagi, lebih baik kamu cari saja wanita lain selain aku. Masih banyak wanita lain yang lebih baik dari aku. Menurut aku, kita lebih cocok menjadi sahabat seperti dulu.
Mendengar hal itu,Bimbim membuang nafas kasar. Dia tidak tahu lagi Bagaimana caranya membujuk Mauren.
Obrolan keduanya terhenti, karena Aulia datang membawakan makanan dan minuman pesanan keduanya.
"Aulia, Kamu kenapa bekerja di sini?"tanya Bimbim.
"Ngak usah tanya sama aku, tanyakan saja pada diri kamu dan tanyakan juga kepada pemilik perusahaan di mana Aku bekerja dulu." jawab Aulia dengan Ketus.
"Kamu kenapa menyalahkan papaku? kamu dipecat kan karena kamu melakukan kesalahan. lagian udah pula perusahaan di kota ini bukan cuman perusahaan milik keluargaku saja, masih banyak perusahaan-perusahaan lain." sahut Mauren dengan suara lirih, sebab Dia tidak ingin orang-orang sekitarnya mendengar perdebatannya dengan Aulia.
Andai tidak sedang bekerja, ingin sekali Aulia menyerah minuman es jeruk yang ada di tengahnya itu ke wajah Mauren, sebab rasa kesalnya pada moral semakin bertumpuk-tumpuk saat dirinya sekarang mengalami kesusahan dalam mencari pekerjaan yang bagus.
Setelah meletakkan dengan kasar gelas berisi es jeruk milik Mauren, Aulia segera pergi dari tempat itu. Bimbim dan Mauren hanya bisa geleng-geleng kepala menatap kepergian Aulia.
Selesai menyantap makan siang, meninggalkan tempat itu, karena sebentar lagi dia akan mengikuti meeting di kantor Papanya. sedangkan Bimbim, dia juga bersiap ingin beranjak dari duduknya. Sebab dia juga akan segera kembali ke kantor Papanya.
Aulia yang melihat Bimbim berdiri, Gadis itu bergegas mendekati meja Bimbim, dengan dalih ingin membereskan bekas makan yang ada di meja makan kekasihnya itu.
"Bim, Panggil Aulia saat melihat Bimbim melangkah meninggalkan kursinya, pria itu ingin pergi ke kasir.
Bimbim menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah kiri. "Ada apa Aulia?
" Bim, Aku mau kita balikan lagi,"ucap Gadis itu tanpa basa-basi.
"Apa? Balikan? Aku kan sudah bilang sama kamu, aku mau fokus sama Mauren. mau membina rumah tangga bersama dia. Jadi aku minta sama kamu, Tolong jangan ganggu hidupku lagi Aulia. kamu cari saja laki-laki yang lebih baik dari, yang lebih baik segalanya dari aku.
bersambung....
__ADS_1