
Mendapat perintah dari Pak Beni untuk menjemput mahasiswi yang sedang pingsan, Pak Richard langsung menjalankan mobilnya. dengan perlahan Pak Richard menjalankan mobilnya menyusuri jalanan yang ada di perkebunan itu.
Karena dia tidak tahu lokasi di mana rest area itu ada di sebelah mana. Tak berselang lama Pak Richard melihat sebuah, mobil perkebunan memasuki tempat di mana mahasiswa itu jatuh pingsan.
Pak Richard langsung menginjak dalam pedal gasnya, karena takut mereka akan menunggu terlalu lama. Hanya berselang lima menit kemudian dia membelokkan setir mobilnya ke sebelah.
Mobil Fortuner berwarna hitam itu, kini memasuki lokasi di mana rest area berada. Salah satu dosen yang melihat itu langsung berjalan menghampiri Pak Richard.
"Pak Richard Kok baru saja datang?"tanya sang dosen yang ikut berjalan mengiringi langkah Pak Richard.
"Maaf bu, saya tidak tahu posisinya di mana. dan di lokasi ini juga terdapat beberapa ruas jalan di pertigaan sana. Sehingga saya sedikit kebingungan untuk mengambil jalan yang mana.
Langkahnya lalu terhenti saat sudah memasuki rest area. Sebelah sana Pak!" tunjuk dosen itu mengarahkan langkah Pak Richard.
Pak Richard tidak menyahut ucapan dosen itu, dia hanya mengikuti arahan dari sang dosen saja. Saat sudah melihat kerumunan mahasiswinya. Pak Richard langsung melangkahkan kakinya mendekati mahasiswa itu.
Pak Richard melihat seorang mahasiswi cantik sedang berbaring tidak sadarkan diri. bagian kepala wanita itu berada di seorang wanita yang sudah bisa Pak Richard tebak pasti dia adalah sahabat dari wanita yang pingsan itu.
Dan yang satunya lagi duduk di sampingnya sambil mengibaskan telapak tangannya ke arah wanita yang pingsan itu, guna memberikan udara segar untuk wanita yang pingsan.
Dilihatnya Dora mengenakan celana panjang jeans dan baju berbahan kaos baju bagian kerahnya menutupi leher wanita itu.
Wajah wanita itu terlihat pucat. Tetapi tidak memudarkan kecantikan wanita itu, begitu menurut penilaian Pak Richard dalam hati.
"Ini kan mahasiswi yang sering telat? dan beberapa kali aku keluarkan saat aku mengajar mata kuliah di kelasnya."gumam pak Richard dalam hati, saat dirinya berdiri tidak terlalu jauh dari kerumunan mahasiswi itu.
Dosen yang berada di samping pak Richard mengusulkan agar Dora langsung saja dibawa ke dalam mobil pak Richard.
"Pak Jon dimana, Bu? tanya Pak Richard yang tidak melihat keberadaan Pak Jon.
"Pak Jon Lagi duduk di pojok sana sambil merokok."sahut salah satu mahasiswi.
"Kalian berdua angkat teman kalian ini."perintah wanita paruh baya itu yang merupakan satu-satunya dosen perempuan yang ikut melakukan persami itu.
"Tapi Bu, kami nggak kuat kalau harus mengangkatnya. Yang ada nanti malah tambah sakit badan Dora." Tolak Amor.
__ADS_1
"Biar saya, saja yang mengangkatnya."sahut Richard.
"Jangan pak!!"larang Irene Yang tiba-tiba saja datang menghampiri kerumunan mahasiswi. Dia tidak rela laki-laki incarannya ini menyentuh tubuh wanita lain.
"Terus siapa yang mengangkat kalau bukan saya? kamu???
"Mana saya kuat Pak. mereka berdua saja enggak kuat Apalagi saya yang sendirian mengangkatnya."
"Ada Pak Jon saja yang mengangkatnya."usul Irene.
"Pak Richard saja yang mengangkat wanita ini saya sudah tua bisa encok nanti pinggang."sahur Pak Jon yang kebetulan sudah berada di tempat itu, sejak perdebatan tadi.
Tanpa menunggu jawaban lagi, Pak Richard lalu berjongkok di samping Dora, lalu dia mengangkat tubuh wanita itu ala bridal style. kedua teman Dora mengikuti langkah Pak Richard.
Setelah Pak Richard berlalu pergi dengan membopong Dora di tangannya Irene berniat ingin melangkah mengiringi langkah Pak Richard. Namun langkahnya tertahan saat pak Jon memanggilnya.
"Irene Kamu mau ke mana?" tanya Pak Jon berjalan menghampirinya.
"Saya mau nyusul Pak Richard Pak. Bapak bawa mereka pulang ke tenda ya, karena saya mau ikut Pak Richard saja." ucap Irene salah satu mahasiswi yang jadi pemandu perjalanan mereka karena Irene Sudah beberapa kali mendatangi lokasi ini.
"Amor, Tolong bukakan pintu mobilnya! perintah Pak Richard.
Amor lalu membuka pintu mobil itu. "Pak, kami Boleh ikut nggak? karena kami satu tenda dengan Dora. Kalau kami nggak ikut nanti siapa yang akan menjaga Dora di dalam tenda.
"Iya, kalian boleh ikut. Kamu masuk duluan ke dalam mobil, biar nanti kepala Dora bisa kamu pangku." perintah Pak Richard pada Amor.
Amor bergegas masuk ke dalam mobil, dia duduk di jok sebelah kanan. Setelah Amor duduk, Pak Richard lalu membaringkan tubuh Dora di Jok tengah. Bagian kepala Dora diletakkan pada paha Amor.
Setelah itu, Pak Richard menutup pintu mobilnya.
"Pak, terus saya gimana?" tanya Moresette yang takut ditinggal teman-temannya.
"Kamu duduk di jok depan samping kemudi."
Moresette mengangguk. "Baik Pak!" Lalu Moresette membuka pintu mobil depan sebelah kiri.
__ADS_1
Namun, saat Moresette ingin masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Ada orang yang meneriakinya. "Heh! lancang sekali kamu siapa yang suruh kamu masuk ke dalam mobil?" teriak Irene Dia baru saja datang menyusul ke arah mobil Pak Richard.
Irene lalu mendorong tubuh Moresette. Namun, saat dia ingin masuk ke dalam mobil suara Pak Richard tiba-tiba menghentikannya.
"Irene! saya yang menyuruh Moresette untuk ikut mobil saya. Karena dia adalah teman satu tenda Dora. lagi pula Irene, Kamu harus menemani Pak Jon untuk memandu mahasiswi ini. Jadi Sudah sepatutnya Kamu berjalan kaki, Karena mereka merupakan tanggung jawab kamu juga.
"Tapi Pak, Disana udah ada Pak Jon yang menjaga mereka."
Moresette, kalau kamu mau ikut, kamu di jok paling belakang saja. Karena saya yang akan duduk di depan. Irene mengatur Moresette untuk duduk di jok paling belakang, agar dia tetap bisa ikut mobil Pak Richard.
Pak Richard menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak tahu lagi Bagaimana caranya menghadapi sikap keras kepala.
Amor yang mendengar perdebatan itu dari tadi sangat geram sekali terhadap Irene.
"Pak, bisa berangkat sekarang nggak? kasihan Dora. Kalau kelamaan di dalam mobil takutnya akan semakin memperburuk keadaan ucap Amor.
Pak Richard mengangguk. Moresette, masuk?" Ucap pak Richard dengan tegas.
Moresette lalu mendekati pintu mobil itu kembali. permisi."Moresette meminta agar Irene menjauh dari pintu mobil.
Irene terpaksa melangkah mundur dari pintu mobil yang sudah terbuka itu. Telapak tangannya mengepal kuat melihat Moresette masuk ke dalam mobil Pak Richard.
Permisi! saya mau menutup pintu mobil Moresette meminta Irene mundur beberapa langkah lagi ke belakang, agar dia bisa segera menutup daun pintu mobil itu.
Brak!!! bunyi pintu mobil itu ditutup oleh mereset.
Pak Richard pun mulai menginjakkan pedal gasnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"
__ADS_1