Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 89. PERMOHONAN AFRIAN


__ADS_3

"Mau kemana malam-malam begini kelayapan?!! tanya Tuan Bernando dengan tatapan menyelidik. Pria paruh baya itu baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Saya mau keluar beli sate untuk Dora pa."


"Alasan kamu nggak masuk, akal!! sahutnya dengan nada tidak percaya.


"Benar Pa, saya nggak bohong. Barusan Dora bangunin saya, yang sedang tidur. Katanya anak kami yang di dalam perut mau makan sate.


Mendengar itu, Tuan Bernando lalu teringat saat istrinya mengandung Antonius. Tengah malam dia juga disuruh beli sate


"Ehm... Ya sudah sana pergi, tapi awas kalau kamu di luar sana berani macam-macam." ancam Tuan Bernando. Kemudian pria baru bayar itu melanjutkan langkahnya Kembali menuju kamarnya.


Richard lalu berjalan menuruni tangga. Setelah keluar dari rumah, Richard mengunci pintu rumah itu dari luar. Kemudian dia berjalan ke arah mobilnya dan langsung masuk kedalam mobil, serta menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumah Tuan Bernando.


Setelah satu jam berkeliling, Richard tak kunjung menemukan penjual sate yang masih buka.


"Kemana lagi aku harus mencarinya?" tanya Richard dalam hati. Pria itu tampak putus asa dalam pencariannya.


Di tengah keputusasaannya, Richard lalu teringat dengan Cornel. Di restorannya biasanya ada menu sate.


Richard lalu mengambil ponselnya. Dia langsung mencari kontak corner.


Saat ini duda satu anak itu sedang tertidur pulas dengan anaknya. Tidurnya tiba-tiba terganggu karena suara deringan ponsel miliknya.


"Halo,sapa ini?" pria itu mengangkat telepon tanpa melihat siapa sebenarnya penelepon.


Richard lalu menatap ke arah layar ponselnya. Dia takut panggilannya salah sambung.


"Cornel, ini aku Richard.


"Richard, ada apa? tanya cornel yang sedikit memaksa membuka matanya.


"Koki kamu bisa bikinin aku sate nggak? istri aku lagi mengidam sate saat ini."


"Kalau minta tolong itu kira-kira dong. Ini jam berapa?" ucap Cornel setelah melihat jam dinding di kamarnya.


"Tapi istri aku mau makan sate malam ini juga. Ayolah Cornel demi persahabatan Kita." bujuk Richard

__ADS_1


"Enggak!" tolak cornel cepat.


"Lebih baik kamu pergi ke cafe Greyhound di sana ada jual sate buka 24 jam saran cornel.


Mendengar itu, Richard lalu tersenyum walaupun perjalanan ke sana dia harus menempuh dia puluh menit. Tapi demi istri dan anaknya, dia rela menempuh perjalanan itu.


Setelah menutup teleponnya, Richard langsung berjalan mobilnya ke arah Cafe Greyhound. Karena saat ini sudah tengah malam. Sehingga jalanan begitu lengang Jadi Richard bisa lebih cepat mengemudikan mobilnya membelah jalanan malam.


Hanya dengan waktu lima belas menit saja, Richard sudah sampai di Cafe greyhound. Tak berselang lama, Richard akhirnya menemukan penjual sate itu. Beruntung di sana lagi tidak ada pembeli, Sehingga dalam waktu beberapa menit saja pesanan Richard sudah selesai dibuatkan.


Setelah membayar sate, Richard bergegas masuk ke dalam mobilnya. Dia ingin cepat-cepat pulang. Dia takut istrinya akan tertidur karena terlalu lama menunggu.


Beberapa saat kemudian, Richard sudah tiba di rumah mertuanya. Pria itu perlahan menaiki tangga. Ketika sudah sampai di lantai atas, Richard langsung melangkah menuju kamar istrinya. Dilihatnya istrinya sudah tertidur, sambil memeluk Maureen. Richard meletakkan sate yang ada di dalam piring itu, ke atas nakas. Lalu dia duduk di tepi ranjang, di samping tubuh istrinya, diusapnya perut istrinya.


"Maafin Papa ya, nak. Terlalu lama membeli satenya."


Dora yang merasa terusik itu, lalu bangun dari tidurnya. "Mas baru pulang ya?" tanya Dora yang sedikit membuka matanya.


"Iya, sayang. Ini satenya masih hangat."


Sebenarnya Dora tidak menginginkan sate itu lagi. Tapi melihat perjuangan suaminya yang berjam-jam membeli itu, Dora pun segera duduk untuk memakan sate itu.


Keesokan harinya, pagi ini ponsel Richard sudah mendapat panggilan telepon. Kebetulan Richard saat ini dia masih bersantai di dalam kamarnya.


Tampak kening pria itu berkerut saat melihat nama pemanggil itu.


"Afrian, tumben pagi-pagi sudah nelpon?" batin Richard.


Kemudian Richard menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya. Setelah sambungan telepon seluler itu tersambung, dia langsung menyapa Afrian.


"Halo!


"Halo Richard, tolong aku dong."


"Tolong apa?"


Afrian lalu menceritakan tentang kejadian tadi malam pada Richard.

__ADS_1


"Kamu minta tolong aku? huh!! kamu pacaran sama Mia saja tidak bilang sama aku." goda Richard.


Kami baru pacaran baru beberapa hari. Mana sempat aku ngomong sama kamu. Ayolah Richard please!! tolong bantu aku ngomong ke Papa kamu. Biar dia nggak salah paham sama aku. Kamu nggak kasihan sama aku, kita seumuran tapi belum pernah ngerasain yang namanya surga dunia?"


"Iya, deh! iya.


Mendengar itu Afrian langsung tersenyum, hanya Richard harapan satu-satunya. Setelah menutup teleponnya nampak Dora masuk ke dalam kamar. "Mas, ayo Turun ke bawah kita sarapan dulu sebelum pulang ke rumah."


"Iya sayang." sahut Richard sambil meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.


Richard lalu berjalan bergandengan tangan dengan istrinya sambil menuruni tangga menuju ruang makan.


Saat sampai di ruang makan. Di sana Sudah duduk Nyonya Nadia, Tuan Bernando, Antonius, dan Mauren. Dora menarik tangan suaminya, agar berjalan mendekat ke arah meja makan.


Nampak Richard menarik kursi untuk istrinya duduk. Setelah istrinya duduk Richard mengambil tempat duduk di samping istrinya.


Beberapa menit kemudian Antonius selesai menyantap makanannya. Pria itu langsung beranjak dan berdiri dari duduknya.


"Kamu mau kemana Antonius?tumben pagi ini penampilan kamu sudah rapi?" tanya Nyonya Nadia.


"Aku lagi ada acara sama teman Ma." bohong Antonius


"Acara apa?" tanya Tuan Bernando.


"Biasalah Pa, namanya juga anak muda." timpal Dora yang langsung mendapat tatapan tajam dari Antonius.


"Ya sudah Pa, aku berangkat dulu." pamit Antonius sambil mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


Setelah itu Antonius melangkah meninggalkan meja makan. Tak lupa Dia menepuk pelan pundak adik iparnya itu, pria itu terus berjalan keluar rumah.


Tanpa menunggu lama, dia langsung masuk ke dalam mobilnya. Nampak di bagian belakang mobilnya berisi barang berupa mainan dan makanan untuk anak-anak panti.


Setelah pulang dari acara ulang tahun Mauren, seminggu kemudian Antonius datang kembali ke panti asuhan. Pria itu datang ke pantai sambil membawa dana santunan untuk keperluan panti asuhan.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2