Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 98. ULTIMATUM


__ADS_3

Afrian yang baru saja selesai mengenakan handuk itu, langsung berjalan ke arah kamar. dia tahu, pasti ini ulah Richard.


"Awas kamu Richard!!! kesalnya dalam hati.


Setelah sampai di balik daun pintu itu, Afrian langsung memutar handle pintu itu.


Ceklek.


"Apaan sih, ganggu aja kamu Richard!!! omel Afrian saat membuka daun pintu kamarnya.


"Apa katamu?!!! ucap Tuan Nicholas dingin.


"Mmmmm Maaf Pa. Saya kira Richard yang ketuk pintu kamar. Ada apa, Pa?


"Ambilkan boneka Maureen di dalam!!


"Boneka? Afrian heran, dia memang tidak tahu dengan boneka Maureen.


"Iya, cepat ambilkan! atau papa ambil sendiri?"


"Ja....Jangan Pa, sebentar aku ambil dulu." Afrian lalu melebarkan langkahnya ke arah ranjang. Dia takut kalau kelamaan, Tuan Nicholas mertuanya akan masuk ke dalam kamar.


"Siapa Kak yang ketuk pintu?" tanya Mia.


"Papa, sayang kamu tahu nggak boneka Maureen ada di mana?


"Itu, ada di atas koperku." tunjuk Mia pada koper yang ada di samping meja rias. Afrian lalu bergegas mengambil boneka itu dan membawanya menuju kamar. Ini Pak bonekanya Afrian menyerahkan boneka Mauren pada Ayah mertuanya.


Tuan Nicholas mengambil boneka itu, kemudian Afrian langsung Ingin menutup pintu kamarnya. Namun, daun pintu itu ditahan oleh Tuan Nicholas.


"Kenapa Pak?"


"Nggak sopan, mertua masih di depan pintu kamu langsung main tutup!" omel pria paruh baya itu.


Afrian tidak jadi menutup pintu, dia menunggu ayah mertuanya berjalan sedikit lebih jauh dari pintunya, tempat berdiri Afrian saat ini.


Brak


Pintu ditutup Afrian. Pria itu melebarkan kembali langkah menuju ranjang. Dilihatnya di sana istrinya masih belum tidur. Afrian mengucap syukur dalam hati, karena dia akan melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.


Sebelum naik ke atas ranjang, Afrian melepaskan handuknya. Kini dia naik ke atas ranjang dalam keadaan, tanpa sehelai benang pun di tubuhnya. Dia langsung masuk ke dalam selimut dan kembali mengulang pemanasan. Hingga akhirnya adik kecil yang loya itu kembali berdiri kokoh dan siap untuk dibawa menyelam.

__ADS_1


Mia memejamkan matanya, kalau bagian inti mereka saling bersentuhan.


Terlihat Mia mencakar punggung Afrian. "Sakit, Kak!" ucapnya sambil meneteskan air matanya.


Mia akhirnya merasakan sakit pada bagian inti tubuhnya, setelah beberapa menit Adik kecil itu berjuang.


"Sebentar sayang, yang pertama kali memang sakit kata orang-orang." Afrian mencium kening istrinya.


"Kakak lanjutkan ya, kamu tahan!! pasti habis ini akan terasa enak."Mia mengangguk.


"De$@han demi de$@han bergantian keluar dari mulut pengantin baru itu. Hingga akhirnya de$@han panjang dari keduanya keluar. Yang menandakan permainan mereka telah berakhir. Afrian menyirami rahim Mia dengan benihnya. Besar harapan pria itu diusianya yang tidak lagi muda ini, akan segera diberi momongan.


BUGH


"Afrian menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya. Kenapa keduanya masih memburu. posisi keduanya saat ini sama-sama terlentang. Afrian menoleh ke arah istrinya dengan tersenyum lebar. Dia mengirimkan posisi tidurnya lalu dipeluknya istrinya dari samping.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Suara deringan ponsel milik Afrian membangunkan keduanya. Dengan mata yang masih terpejam akan mencoba meraih ponsel yang ada di atas nakas.


"Halo." Afrian mengangkat telepon dengan mata sedikit tertutup.


"Halo, dua puluh menit lagi, Kami tunggu kamu di lantai restoran." ucap Richard di dalam sambungan telepon selulernya.


Mata Afrian langsung terbuka lebar. "Iya."


Tut, sambungan telepon seluler itu terputus. Afrian langsung meletakkan kembali ponselnya di atas nakas.


"Sayang, bangun kita ditunggu, Papa di restoran pagi ini Afrian mengguncang dengan istrinya.


Dua puluh menit kemudian, Afrian dan sang istrinya turun ke lantai restoran. Semua mata memandang ke arah Mia yang berjalan pelan dari pintu masuk. Ekspresi wajah Mia tampak sedikit meringis menahan sakit dan perih.


Berbeda sekali dengan wajah Afrian yang menunjukkan raut wajah bahagia senyuman manis terpancar dari wajah pria itu. Saat sudah sampai di meja makan, Afrian duduk di samping kursi Richard.


"Kamu main kasar ya, sama Mia sampai adikku jalan seperti itu?"bisik Richard di telinga Afrian.


Afrian menggeleng cepat. "Namanya juga perawan, pasti akan seperti itu. Kamu nggak lihat dulu Dora Seperti apa ?"bisik Afrian juga di telinga Richard.


Richa terlalu terdiam. Dia kembali teringat dulu Dora pingsan saat siang hari.


"Kalian berbisik apa sih? cepat makan, sebentar lagi kita pulang." tegur Nyonya Alena.

__ADS_1


Sekitar tiga jam kemudian, mereka cek out dari hotel dan pulang ke rumah masing-masing. Afrian membawa Mia ke rumah Papa Andalas. Afrian sudah memesan rumah dari Fernando. Namun, rumah itu sampai sekarang belum rampung. Jadi untuk sementara ini, mereka akan numpang di rumah Tuan Andalas.


****


Afrian dan Mia baru saja pulang dari Jepang. mereka baru selesai menikmati indahnya berbulan madu. Saat ini keduanya sedang mengambil coper di ruang bagasi dalam bandara


Terlihat Afrian beberapa kali mengurus arus perut istrinya.


"Anak Papa, Rian yang pintar ya di perut Mama Mia.


Mia menepis tangan suaminya. "Apaan sih Kak, baru aja seminggu ini kita bikin mana mungkin langsung jadi.


"Tapi kan, kakak bikinnya setiap hari, tiga kali sehari juga. Pasti ada yang nyangkut kecebong Papa Afrian.


Mia tidak menyahut. Dia hanya menghela nafas panjang, lalu membuangnya secara kasar.


Beberapa saat kemudian, koper keduanya muncul. Afrian langsung mengambil cover miliknya dan milik istri yang tidak berjauhan itu.


Setelah mendapatkan kopernya, Afrian dan Mia keluar dari ruangan itu. Keduanya saling bergandengan tangan, dan tangan yang satunya lagi menarik koper masing-masing menuju ruang penjemputan.


Terlihat Nyonya Yasinta dan Tuan Andalas menunggu anak dan menantu mereka. Dari kejauhan Afrian yang sudah melepaskan tegangan tangannya pada istrinya itu, mengangkat tasnya ke atas. Dan sedikit melambai-lambaikan agar perhatian orang tuanya mengarah ke arah dia dan juga istrinya.


"Pa,Ma!!! Afrian mencium punggung tangan kedua orang tuanya


Mia hanya tersenyum. Dia mengikuti Afrian mencium punggung kedua tangan kedua orang tuanya.


"Segar banget kamu Afrian." ucap Tuan Andalas sambil menepuk pundak putranya.


"Iya pa, kebanyakan minum vitamin dari Mia." Sahut Afrian sambil nyengir.


"Iya, lalu memukul lengan suaminya. Wajahnya nampak bersemu merah.


"Sudah, nanti saja dilanjut obrolannya. Lebih baik kita langsung ke mobil saja." ucap wanita yang melahirkan aprian 37 tahun yang lalu itu.


Setelah keempatnya memasuki mobil, Tuan Andalas langsung menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Nyonya Yasinta duduk di samping kursi kemudi. Sedangkan Afrian dan Mia duduk di jok Tengah. Tampak Mia berbaring di suaminya setelah melakukan perjalanan beberapa jam di udara, kepala Mia terasa pusing Afrian memijat kepala istrinya yang ada di pahanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2