
Malam harinya, kondisi Mauren Sudah agak mendingan. Kaki Gadis itu tidak begitu sakit lagi. saat ini Mauren dan bimbi masih menginap di rumah Richard. sebenarnya Fernando sudah menyiapkan rumah untuk Bimbim dan Mauren.
Hanya saja rumah itu akan Fernando berikan setelah bimbing dan nama orang pulang dari bulan madu. masalah rumah itu juga sudah dibicarakan oleh Fernando pada Richard. jadi untuk sementara ini biarlah pengantin baru itu tidur di rumah Richard dan tidur di rumah Fernando juga.
Malam ini Mauren dan Bimbim sedang berada di dalam kamar. Bimbim dari tadi sibuk membalas pesan Aulia. sepertinya Gadis itu tidak ingin membiarkan Bimbim menghabiskan waktu dengan istrinya. dia takut Bimbim akan melanggar janjinya.
Mauren tidak peduli apapun yang dilakukan oleh Bimbim. karena sebelum melakukan proses ijab kabul, Bimbim masuk ke dalam kamarnya. Dia masih ingat dengan kata-kata yang diucapkan oleh Bimbim waktu itu.
Setelah sahabat Mauren yang bernama Atalia itu keluar dari kamar, Bimbim melangkah menghampiri Mauren yang duduk di pinggiran ranjang dengan kondisi pipinya yang masih basah oleh tangisan yang dia paksa untuk berhenti.
"Mauren, saat ini orang-orang di luar sana menyuruh aku untuk menggantikan pak Mario menikahi kamu. "Emmm... kamu tahu sendiri, aku sudah menjalin hubungan dengan Aulia 1 tahun belakangan ini. dan aku sangat mencintainya. Jadi aku berharap, setelah kita menikah nanti, antara kita berdua tidak akan saling mencampuri kehidupan masing-masing. aku membebaskan kamu jika ingin melanjutkan kembali hubungan kamu dengan pak Mario. Begitu juga dengan sebaliknya, kamu harus membebaskan aku menjalin hubungan dengan Aulia. di sini aku menikahi kamu hanya untuk membantu menutupi aib keluarga kamu."
****
Walaupun sebenarnya pada akhirnya tidak imbang. Karena kenyataannya, saat ini Mario tidak mau berkomunikasi dengan Mauren.
"Bim, Malam ini kamu mau tidur di mana?"tanya Mauren saat ini Bimbim sedang berbaring di sofa. sebenarnya Maureen tidak menolak jika Bimbim ingin tidur di ranjangnya juga, dia bisa tidur di ranjangnya agak ke tepi.
"Aku tidur di sofa aja Mauren."
Mendengar jawaban Bimbim yang seperti itu, mau dan lalu berbaring dengan posisi di tengah-tengah kasur.
***
Satu minggu kemudian, Fernando dan Richard menyuruh pasangan pengantin baru itu untuk melakukan perjalanan bulan madu. masalah tempat mereka bebas mau memilih berbulan madu ke negara mana saja.
__ADS_1
Aulia yang mendengar Bimbim dan Mauren ingin pergi berbulan madu ke luar negeri, dia merasa keberatan.
"Pokoknya aku nggak izinkan kamu pergi berdua dengan Mauren! Kalau kamu tidak bisa menolak keinginan orang tua dari mertuamu itu kamu harus membawa aku ikut kalian berbulan madu."
"Aku kan sudah janji sayang, kalau aku tidak akan menyentuh Mauren. jadi walaupun aku pergi dengan Mauren, kami akan jalan-jalan layaknya sahabat yang sedang liburan saja."
"Apapun alasanmu, aku nggak akan mengizinkan Kamu pergi tanpa aku!"
Bimbim akhirnya mengalah. pria itu langsung membantu Aulia untuk membuat paspor.
malam harinya Bimbim menceritakan pada Mauren Jika dia nanti akan membawa Aulia ikut serta dalam perjalanan bulan madunya
"Bawa aja Bim. aku tidak masalah kok."
"Mauren, Apa kamu tidak ingin mengajak pak Mario juga?"
Bimbim selalu berdenging, dalam hatinya berpikir kasihan si Mauren jika di sana nanti tidak ada temannya, sedangkan dirinya pasti akan sibuk bersama Aulia.
Setelah berpikir sejenak, Bimbim selalu mengambil ponselnya. dia menulis sebuah pesan pada aplikasi hijab.
"Bastian, kamu mau nggak ikut aku dan Mauren bulan madu. sebab rencananya aku membawa Aulia. Maka dari itulah aku mengajak kamu. supaya nanti Mauren ada temannya."pesan yang dikirim oleh Bimbim langsung centang biru.
****
Semenjak Maureen dan Bimbim, Bastian lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja. Dia hanya sesekali saja pulang ke rumah, selanjutnya pria itu lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerja dan kamar pribadinya. Seperti hal yang sekarang ini, Bastian baru saja meluruskan punggungnya di ranjang.
__ADS_1
Baru saja pria itu memejamkan matanya, ponsel yang diletakkan di atas nakas tiba-tiba mendapat sebuah notifikasi pesan masuk. Bastian kembali membuka matanya dan mengulurkan tangannya ke arah nakas. pria itu, langsung duduk setelah membaca pesan yang dikirim oleh sahabatnya itu. Sebab pesan itu berhubungan dengan Mauren, gadis pujaan hatinya.
"Bim, Apa maksud kamu pergi bulan madu membawa Aulia? kamu kan sekarang sudah menjadi suami Mauren. kenapa kamu masih menjalin hubungan dengan Aulia?"
Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh Bastian melalui pesan yang dikirimnya barusan pada Bimbim. Sebenarnya dia ingin sekali menghubungi Bimbim, Tapi sekarang sudah malam. takut Mauren akan terganggu dengan obrolannya.
"Bastian, Kamu kan tahu aku nikah dengan Mauren itu karena terpaksa. Aulia tidak mau ditinggal, jadi terpaksa dia aku bawa. awalnya aku menyuruh Mauren agar mengajak Mario juga, tapi sepertinya Mario marah dengan Mauren dan tidak mempedulikannya lagi. maka dari itulah aku menyuruh kamu, untuk menemani Mauren.
"Tapi Bim kamu sadar nggak? kamu membawa Aulia itu sudah menginjak harga diri Mauren. kamu sama sekali tidak menghargainya sebagai seorang istri."
"Sudahlah, santai saja. Mauren tidak merasa keberatan. Jadi bagaimana mau ikut nggak kamu? sekali-sekali pergi liburan lah kamu, siapa tahu dapat jodoh orang sana."
Setelah membaca pesan dari Bimbim, Bastian memejamkan matanya sebentar. pria itu nampak berpikir. Dia merasa kasihan dengan Mauren. gagal menikah dengan pria yang dia cintainya. Bimbim bukannya menghiburnya malah memikirkan kepentingan dirinya sendiri.
"Baiklah aku ikut, bulan madunya mau ke mana?"kapan berangkatnya?"
"New Zealand tiga hari lagi."
Bimbim kini sudah bisa bernafas lega. ,Dia tidak berpikiran lagi dengan Mauren saat bulan madu nanti. Karena sudah ada Bastian yang akan menemaninya. Setelah masuk kembali ke dalam kamar, Bimbim terkejut melihat Mauren tidur meringkuk di atas sofa bed yang ada di dalam kamarnya.
Ya, saat ini Bimbim dan Maureen sedang menginap di rumah Fernando. oleh sebab itulah orang tidak berani tidur di ranjang Bimbim. Karena dia tahu kamar itu bukan miliknya.
Bimbim selalu mendekat ke arah istrinya. pria itu pernah mengangkat tubuh Mauren yang sudah tertidur pulas. setelah meletakkan istrinya dapat di tengah ranjang, Bimbim bergegas Turun Dari ranjang dan langsung duduk di sofa bed.
Saat tengah malam, Mauren terbangun dari tidurnya. Wanita itu terkejut karena posisi tidurnya sudah berpindah ke ranjang. dilihatnya belum tidur di sofa bed yang sudah diturunkan bagian sandarannya.
__ADS_1
bersambung...