
Keesokan harinya jam enam pagi rombongan Richard dan sahabatnya sudah siap untuk berangkat. Saat ini mereka berkumpul di rumah Richard. Mereka berangkat menggunakan mobil yang sudah dikendarai oleh asisten Tuan Nicholas.
"Papa, kita mau kemana?" tanya Mauren yang duduk di jok Tengah bersama dengan Mia.
"Kita menyusul Mama ke California sayang. kita mau jemput Mama, habis ini Mama akan tinggal bersama kita di rumah."tutur Richard.
Kini perjalanan Richard dan teman-temannya sudah memakan waktu sekitar satu jam kurang lebih tiba di bandara.
Rombongan keluarga Richard dan juga teman-temannya, bersama dengan Amor dan Moresette sudah tiba di bandara. Dan saat ini sudah memasuki jet pribadi milik Tuan Nicholas.
Sementara keluarga Tuan Bernando sudah lebih dulu berangkat ke California sehari sebelum keluarga Richard berangkat.
****
Keesokan paginya setelah keluar Nicholas sudah di California, Meraka langsung menuju hotel, dimana hotel itu milik Tuan Nicholas sendiri. Dan Mereke sudah di sambut hangat oleh Hairos yang selama ini di percayakan Tuan Nicholas untuk mengelola hotel miliknya yang ada di California.
Kamar untuk keluar Nicholas sudah di persiapkan oleh Hairos. Sementara keluarga Bernando yang sudah lebih dulu tiba disana juga mendapatkan fasilitas yang sama dari keluarga Tuan Nicholas.
Sementara Dora selesai sarapan, dua orang MUA yang sudah di persiapkan oleh WO yang mengatur berjalannya acara pernikahan Richard dan Dora, masuk ke dalam kamar yang ditempati. Dora selama berada di California.
Dora langsung diarahkan untuk duduk di kursi meja rias.
"Mbak make up-nya jangan terlalu tebal ya, Saya nggak suka yang menor." ucap Dora saat wajahnya dipakaikan foundation.
"Nggak akan tebal kok. Wajah kamu sudah sangat cantik. Sehingga hanya perlu polesan sedikit saja." ucap salah satu MUA.
Dua jam kemudian Dora sudah selesai didandani ini. Dia tinggal mengenakan gaun pengantin yang desain olehnya sendiri.
Jam 09.00 pagi, Dora keluar dari dalam kamarnya dengan didampingi oleh Amor dan Moresette . Dora sangat cantik saat memakai gaun pernikahan yang dirancang sendiri olehnya. long dress yang dikenakannya berbentuk strapless berwarna silver dengan gradasi merah muda sehingga benar-benar menampilkan kesan yang cerah.
Model strapless yang dia kenakan juga tepat, sehingga menampilkan bahunya yang terlihat indah.
Tak kalah dengan penampilan Dora, Richard mengenakan setelan jas berwarna silver dipadukan dasi kupu-kupu berwarna hitam. Pria itu sudah tidak sabar menunggu kedatangan Dora yang sebentar lagi akan sampai di lokasi akan diadakannya acara akad nikah
Setelah Dora tiba di sana, Dora dan Richard berdampingan turun menuju taman hotel. Dora dari dulu menginginkan konsep pernikahan garden party. Jadi dia memanfaatkan halaman hotel yang sangat luas itu untuk acara pernikahan dengan tema tersebut. Dengan permintaan Dora, Tuan Nicholas dan Richard memenuhi semua keinginan calon menantu.
Setelah sampai di halaman, Richard dan Dora lalu diarahkan menuju kursi yang sudah disediakan di depan sana untuk acara akad nikah
Di sana Tuan Bernando yang bertindak sebagai wali nikah untuk putri kandungnya sendiri, juga sudah duduk seberang tempat kursi yang akan ditempati oleh Richard.
Richard dan Dora lalu berjalan ke arah kursi tersebut. Keduanya lalu duduk bersebelahan di tempat kursi masing-masing.
Tampak Tuan Bernando dan Richard sedang menjabat tangan. "Saudara Richard bin Nicholas saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Dora Ayana binti Bernardo dengan emas kawan berupa satu set perhiasan berlian dan uang tunai sebesar 100 juta bath dan seperangkat alat sholat dibayar tunai." Tuan Bernando mengucapkan ijab.
"Saya terima nikah dan kawinnya Dora Ayana binti Bernardo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Richard mengucapkan kabul.
"Bagaimana para saksi? tanya Pak penghulu.
"sah."
"Sah."
"Sah."
__ADS_1
Sahut dua orang saksi dan semua tamu undangan yang hadir di tempat itu.
"Yes gitar spanyol dalam tangan." sorak Richard dalam hati.
"Alhamdulillah." ucap kedua orang tua Richard.
Beberapa menit kemudian hujan pun turun. Semua yang ada di tempat itu langsung berlari memasuki ballroom.
Richard langsung menggendong istrinya yang sedikit kesulitan berjalan, karena gaun yang dipakainya membuat susah berlari. sedangkan Mauren langsung digendong oleh Mia.
Acara kemudian dilanjutkan di ballroom hotel sesuai dengan permintaan Tuan Nicholas kepada WO untuk membuat pelaminan di ballroom.
Setelah selesai menandatangani buku nikah, Richard dan Dora melakukan sungkeman terhadap orang tua dan mertuanya. Lalu setelah itu mereka mengambil beberapa foto.
Tamu undangan kemudian dipersilakan untuk menikmati makanan yang ada di tempat itu.
Karena kebetulan tamu undangan tidak terlalu banyak yang diundang, hanya kerabat dekat dan teman-teman dekat kedua mempelai saja.
Setelah acara berakhir, Dora lalu masuk ke kamar Nyonya Nadia dengan membawa dress di bawah lutut. Wanita itu meminta bantuan pada Nyonya Nadia untuk membukakan resleting gaun pengantinnya yang berada di belakang tubuhnya. Karena kebetulan kamar yang ditempati oleh Nyonya Nadia dengan kamar yang di tempat Dora selama berada di California berdekatan. Sehingga ia memilih untuk meminta bantuan kepada Nyonya Nadia.
****
Malam harinya Richard baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Pria itu baru saja selesai membersihkan diri. Kini giliran Dora yang masuk ke dalam kamar mandi. Wanita itu ingin berendam sebentar di dalam bathtub kamar mandi itu.
"Jangan lama-lama ya, sayang." pesan Richard pada istrinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Lima belas menit Richard menunggu istrinya, namun istrinya belum juga keluar dari kamar mandi.
"Ceklek." pintu kamar mandi dibuka. Terlihat Dora keluar dengan menggunakan bathrobe dan handuk yang dililitkan di kepalanya.
"Kamu ngapain Pa, malam-malam begini berolahraga?" tanya Dora yang heran melihat suaminya push up di jam sepuluh malam.
Richard langsung berdiri. "Papa cuma melakukan pemanasan saja biar nanti gerakan Papa nggak kaku."
Dora mengerutkan keningnya. Kemudian dia beranjak ke arah lemari untuk mengambil baju tidurnya.
Richard lalu berjalan mengekori istrinya dan langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Nggak usah ganti baju Sayang, karena sebentar lagi bathrobe ini akan Papa lepaskan." bisik Richard di telinga istrinya.
Richa lalu mencium leher jenjang mulus milik istrinya.
"Pa, geli!!! ucap Dora menghindari suaminya.
Tiba-tiba dari arah luar pintu terdengar suara ketukan pintu
Tok
Tok
Tok
Huwaaaaaaa.......Papa....... Mauren mau tidur sama papa Huaaaaa....... ucap Mauren di luar pintu sambil menangis.
__ADS_1
Sebelumnya, dua jam sebelum Richard membawa Mauren ke kamar Mia, pria itu mengajak tidur di sana.
"Papa kenapa kita nggak tidur di kamar Mama?" tanya Mauren yang baru saja di ajak Papanya masuk ke kamar Mia.
"Kamar Mama, kasurnya kecil sayang kita tidur di sini saja ya."
"Iya, Pa." Maureen mengangguk dengan polosnya.
"Papa, bacakan dongeng." Pinta Mauren.
Richard lalu mengambil ponselnya yang ada sisaku celananya. Dibukanya sebuah aplikasi dongeng itu dan mulai membacakan dongeng yang ada di ponselnya. Sudah beberapa judul dongeng yang diceritakan Richard. Namun, putrinya tak kunjung tidur. Padahal adik kecilnya yang di bawah sana dari tadi sudah nyut-nyutan ingin segera dilepaskan.
"Papa lagi dong, dongengnya." ucap anak kecil itu.
Richard lalu menghela nafasnya. "Mauren Papa capek, pejamkan mata kamu Nak. Ayo tidur sekarang!!"
"Tapi Mauren belum ngantuk Pam" mata anak kecil itu masih bulat penuh bak bulan purnama.
"Mauren kalau kamu tidurnya kemalaman besok kamu akan kesiangan bangunnya. kamu akan ditinggal oleh Bimbim dan Bastian untuk bermain.
Mauren terdiam sejenak. "Iya pah, Maureen tidur sekarang mulai memejamkan matanya."
Sekitar lima belas menit kemudian, akhirnya Mauren tertidur dengan pulas. Richard bergegas bangun dari tidurnya dan terburu-buru keluar kamar, ingin mencari Mia. Sampai akhirnya dia menemukan Mia sedang ngobrol dengan keluarga besarnya.
"Mia...." Panggil Richard
Mia yang sedang asyik ngobrol dengan sepupu-sepupunya langsung menoleh ke arah si pemanggil namanya. Dilihatnya kakaknya sedang memanggil untuk menyuruhnya mendekat.
"Iya, lalu Mia beranjak dari duduknya. "Apa sih Kak? gangguin orang lagi ngobrolnya aja." gerutu Mia Saat berjalan ke arah Richard.
"Ada apa kak?"
"Mia, sekarang Mauren lagi turun di kamar kam. Kamu jagain Mauren ya buat malam ini saja." pinta Richard.
"Tapi Kak, aku kan masih mau di sini ngobrol sama mereka" protes Mia.
"Mia, Kakak minta tolong satu malam ini saja. Kamu mau minta apa aja akan Kakak belikan."
Mia berpikir sebentar. "Belikan aku ponsel iPhone terbaru yang paling mahal ya Kak."
"Cuma itu? oke Ayo, sekarang kamu lekas ke kamar jangan sampai Mauren bangun kalau dia bangun perjanjian kita batal." ucap Richard
"Iya kak," Mia lalu berpamitan pada sepupunya. Begitu bahagianya hati Richard malam ini, sekarang Mauren sudah tidur. Itu artinya kondisi sudah aman. Sekarang saatnya pergi ke kamar istrinya untuk mengeksekusi si gitar Spanyol.
Tampak pria itu penuh semangat berjalan ke arah kamarnya. Namun, saat ingin melangkah ke arah kamar. Ia melihat mertuanya baru saja keluar dari dalam kamar.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS
__ADS_1