Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 121. BASTIAN HILANG


__ADS_3

Tak jauh dari rumah Cornel, Cynthia sudah satu jam yang lalu memarkirkan mobilnya di sana. Di dalam mobilnya, Cynthia terus mengamati satu persatu tamu yang datang dan pulang silih berganti menghadiri acara resepsi, demi untuk mengucapkan selamat secara langsung pada kedua mempelai.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Cornel dan Moresette sudah memasuki kamar pengantin. Dengan buru-buru corner menutup pintu kamar dan menguncinya. dituntunnya Moresette kemeja rias milik mantan istrinya dulu.


Dengan cekatan tangan pria itu melepas pernak-pernik yang ada di rambut sang istri.


"Sayang resleting gaun pengantinnya aku turunin sekarang, ya."ucap corner yang sudah tidak sabar ingin membenamkan adik kecilnya ke lumpur Lapindo milik sang istri.


Di luar kamar, orang tua Cornel bersama adiknya terlihat kebingungan.


"Apa kamu sudah cari di sekeliling rumah?"wajah Mamanya Cornell nampak khawatir.


"Sudah ma, tapi Bastian nggak ada."jawab Lala adik Cornel.


"Mama kira Bastian ada sama kamu di kamar tamu."


"Aku malah mengira Bastian ada sama mama di kamarnya."


Terlihat salah satu asisten rumah tangga muncul dari ruang tamu. wanita itu baru saja mengawasi pihak catering yang sedang bersih-bersih di meja prasmanan yang ada di halaman rumah.


"Ada apa nyonya?kok sepertinya Nyonya tegang begitu?" asisten rumah tangga itu bilang melihat wajah sang majikan.


"Bibi ada melihat Bastian nggak?"


"Nggak ada! Bibi kira dia sama nyonya."tatapan sang asisten rumah tangga beralih kepada Lala.


"Enggak Bi, Apa mungkin Bastian ada di kamar Kak Cornel,ya?"


Hening sesaat,


"Enggak, kayaknya nggak mungkin."mamanya Cornel menggeleng.


"Ayo mah kita coba cari Bastian di kamar Kak, Cornel!" Lala mengajak mamanya naik ke lantai atas.


Di dalam kamar, tanpa ada acara mandi seperti kebanyakan pengantin pada umumnya, setelah menurunkan resleting dan menanggalkan gaun, Cornel langsung membopong tubuh sang istri dan memberikannya di atas hamparan kelopak bunga mawar yang bertabur di atas sprei putih.


Moresette yang awalnya malu-malu itu kini perlahan memasrahkan dirinya. Wanita itu merasa saat ini seperti sedang berada di sebuah taman bunga. Matanya terpejam menghirup wangi bunga yang ada di sekelilingnya.


"Sayang buka mata kamu!"pinta Cornel dengan suara sedikit.


Moresette membuka matanya secara perlahan. Setelah terbuka sedikit, mata yang memiliki bulu mata lentik itu langsung membeliak. Moresette terperanjat dan langsung Ingin menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Namun, tangan itu buru-buru dicekal oleh lawannya.


"Jangan tutup wajah kamu sayang!"Cornel menahan kedua tangan istrinya.


"Tetapi aku malu melihat Mas sekarang sudah seperti Tarzan.


Cornel lalu meletakkan jari telunjuknya ke bibir ranum itu, sebagai isyarat agar istrinya berhenti berkomentar.


"Biarkan Tarzan ini bergelantungan di pohon kamu malam ini."tangannya sambil melepaskan satu persatu penghalang yang ada di pohon itu.


Setelah puas bergelantungan di pohon, Tarzan itu turun dan ingin mengeluarkan tombaknya.

__ADS_1


Tiba-tiba suara ketikan pintu terdengar di telinga keduanya.


"Mas, Moresette buru-buru menutupi tubuhnya dengan selimut.


Cornel yang sudah ingin melepaskan penutup terakhirnya itu kini menghentikan pergerakan tangannya.


Suara ketukan pintu itu begitu menuntut. Cornel lalu membuka pintu kamarnya dan hanya memunculkan bagian kepalanya saja.


"Nel, Bastian ada di kamar kamu nggak?" tanya mamanya.


"Ngak."Cornel menggeleng


"Kalau nggak ada di kamar kamu, terus Bastian ada di mana nak?"


"Ma... maksudnya Bastian tidak ada sama kalian?"


"Kalau Bastian ada sama kami, ngapain Kami mencari Bastian ke kamar kakak."sahut Lala.


"Kalian tunggu di bawah."cornel menutup pintu kamarnya kembali.


"Ada apa mas? Moresette duduk di ranjang sambil memegangi selimutnya agar tetap menutupi tubuhnya.


"Bastian hilang Sayang." Cornel tampak frustrasi. semangat yang tadi berkobar kini meredup.


Cornel bergegas berjalan menuju nafas dan mengambil ponselnya untuk memeriksa CCTV. pria itu duduk di ranjang untuk melihat tayangan CCTV beberapa jam yang lalu.


Sebelumnya, tak lama setelah sahabat-sahabat Cornel pulang, Cynthia melihat Bastian berada di halaman duduk di sebuah kursi. Anak kecil itu sedang asyik mengupas kulit jeruk. Setelah Mauren dan Bimbim pulang, anak kecil itu tidak memiliki teman lagi.


"Bastian!"Cynthia duduk berjongkok di depan Bastian.


Bastian menatap mama kandungnya. wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Bastian ikut sama mama yuk, kita beli es krim beli apa saja yang kamu mau.


"Tapi papa..."


Cynthia langsung memotong ucapan anaknya. "Papa kamu sedang nikah sama mama baru kamu. Jadi lebih baik Bastian ikut mama dulu sebentar. Kita jalan-jalan beli makanan kesukaan Bastian, beli mainan juga boleh.


"Anak kecil itu mulai bimbang.


Melihat anaknya sudah mulai tertarik dengan bujuk rayunya, Cynthia semakin bersemangat merayu anaknya. "Papa kamu malam ini sibuk dengan mama baru. Papa juga pasti akan tidur sama mama baru. lebih baik Bastian ikut sama mama sebentar.


Perlahan tangan Chintya bergerak menggapai tangan putranya. Ditariknya perlahan tangan anak kecil itu, hingga Bastian turun dari kursi plastik yang sebelumnya dia duduki. Cynthia terus berjalan menuntun tangan Bastian menuju mobilnya.


Tamu-tamu yang hadir kini sudah mulai beranjak pulang. berbaur menjadi satu dengan Cynthia dan Bastian. sehingga tidak ada satu orang yang mencurigai kepergian Chintya dan Bastian.


Setelah Cornel mengamati, rekaman CCTV itu dia mengeram kesal.


"Sial!!! kurang ajar kamu Cynthia!!"Cornel membanting ponselnya di atas ranjang. kemudian dia mengambil bajunya di ruang walk in closet.


"Sayang, cepat pakai baju kamu!"Cornel memakai baju kaosnya.

__ADS_1


Setelah selesai berpakaian, Cornel menelepon Lala.


"Halo Kak."sapa Lala.


"Sekarang kamu dan Marcello cari Bastian di rumah Cynthia.


"Maksudnya rumah selingkuhan yang sekarang menjadi suaminya itu?"


"Iya siapa lagi!!!"bentak Cornel.


Tut!


Cornel memutuskan sambungan telepon selulernya.


"Ayo sayang kita ke bawah, kamu ikut Mas mencari Bastian."ucapnya saat melihat Moresette mengenakan dress di bawah lutut bagian atasnya dilapisi dengan cardigan berwarna biru.


"Kita ke mana Mas? Moresette bingung dengan jalan yang dilewati mobil Cornel.


"Kita ke kampung orang tua Moresette."


Kring!


Kring!


Marcello menghubungi Cornel. dan dia langsung menerimanya.


"Halo Kak, Ini aku sudah di rumah suami Cynthia. tapi nggak ada mobil di halaman rumahnya.


"Berarti benar dugaanku, Cynthia pasti membawa Bastian ke kampung orang tuanya."


Kornel langsung memutuskan sambungan telepon seluler, kemudian melempar ponselnya ke atas dashboard mobil.


Cornel lalu menginjak lebih dalam pedal gasnya. Melajukan mobilnya membelah jalanan yang sangat sepi. karena dia ini segera kembali ke kampung halaman mantan mertuanya itu.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, ponsel Cornel kembali mengambil ponsel yang ada di atas dashboard mobil, dan langsung melihat nama si pemanggil. "Marcello yang menghubungi Mas."


"Coba kamu angkat!" Cornel masih melajukan mobilnya dengan kencang.


Moresette menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, segitiga sambungan telepon langsung terhubung. Moresette mengaktifkan loudspeaker. "Kak, Bastian yang sudah aku temukan. Ini dia sudah aku bawa di mobil."


"Langsung kamu bawa pulang Bastian ke rumah!"perintah Cornel.


"Iya, Kak."


Sambungan telepon diputus oleh Marcello. setelah mendengar putranya sudah ditemukan, perasaan cornel kini jadi tenang dan lega.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2