
Tak berselang lama makanan dan minuman yang dipesan oleh Mia dan Mauren datang. Afrian pun sekalian memesan makanan pada pelayan tersebut.
"Mbak, saya pesan makanan dan minuman yang sama dengan wanita di depan saya." ucap Afrian pada pelayan tersebut.
"Baik Pak." sang pelayan lalu meninggalkan meja yang ditempati oleh Mia dan Mauren.
Mia dari tadi hanya diam. Dia tidak merespon pembicaraan Afrian dan tidak juga menatap ke arah pria itu. Justru Afrian yang dari tadi selalu memandang ke arah Mia.
"Pelan-pelan saja Mia, makannya." ucap Afrian karena dia melihat Mia terburu-buru menyantap makanan itu.
"Uhuk uhuk uhuk...."Mia tiba-tiba tersedak.
Afrian lalu membuka tutup botol air mineral yang ada di atas meja kemudian memberikannya pada Mia. Wanita itu terpaksa menerima karena dia memang membutuhkan air itu.
"Onty kenapa?
"Onty kamu tersedak karena makannya terburu-buru. Mauren makanya pelan-pelan saja ya."
"Iya Om Afrian."Mauren kembali memakan makanannya.
Beberapa saat kemudian, makanan yang dipesan oleh Afrian datang bertepatan dengan makanan yang di piring dia sudah habis. Namun, dia belum bisa beranjak dari tempat itu. Karena makanan Mauren Masih sisa separuh.
"Mauren sini Onty bantu suapi." Mia ingin menyuapi Mauren agar anak kecil itu cepat menghabiskan makanannya, dan dia bisa menjauh dari pria yang duduk di seberangnya.
Afrian mempercepat makannya, agar dia bisa keluar bareng dari restoran itu.
Beberapa menit kemudian Afrian sudah menghabiskan makanannya. Namun, makanan Mauren belum juga habis.
Mauren menutup mulutnya, menolak makanan yang disodorkan oleh Mia.
"Kenapa Mauren?
"Perut Mauren sudah kenyang Onty."sahut Mauren sambil menunjukkan perutnya yang kelihatan membuncit.
Mia lalu meletakkan kembali makanan itu.
Sedangkan Afrian beranjak dari duduknya. "Kakak mau ke kasir, sekalian bayar makanan kamu dan Mauren." ucap pria itu sebelum meninggalkan meja itu.
Mia menghela nafas kasar. Setelah pria itu berlalu. Kemudian dia mengambil tisu lalu cepat-cepat membersihkan mulut keponakannya.
Mia beranjak dari duduknya. " Ayo Mauren, kita segera pergi dari sini." ucap Mia
kemudian keduanya berjalan keluar dari restoran itu. Afrian yang masih mengantri di depan kasir itu melihat Mia dan Mauren keluar restoran.
__ADS_1
"Mauren, kita langsung pulang saja ya."
tapi Mauren mau beli es krim Onty.
"Nanti kita beli di supermarket yang dekat rumah saja ya.'
Mauren mengangguk. Lalu keduanya berjalan keluar Mall. Jauh di belakang sana, Afrian berjalan mengawasi mereka.
Saat sudah sampai di parkiran mobil, keduanya langsung masuk ke dalam mobil. Mia lalu mengambil kunci di dalam tasnya. Dan langsung mencolok kunci itu. Namun, tiba-tiba mobil mewah tidak bisa distarter.
Berulang kali Mia mencobanya. Tetapi tetap tidak bisa. Dia terus berusaha namun mesin mobil itu tidak bisa dihidupkan.
"Onty mobilnya kenapa?
"Mogok! Mauren kita minta jemput papa saja ya."
Mia lalu membuka tasnya. Lalu mengambil ponselnya. " Aduh ponsel Onty mati Mauren."
Afrian yang dari tadi mengawasi dari kejauhan, langsung berjalan ke arah mobil mewah milik Mia. Karena pria itu tahu pasti ada masalah dengan mobil Mia. Sehingga sudah lebih dari beberapa menit, wanita itu belum cukup menjalankan mobilnya.
Melihat Afrian berjalan mendekat ke arah mobilnya. Mia tau Afrian paling pintar memperbaiki mobil. Namun, dia merasa gengsi untuk minta tolong dengan pria itu.
Afrian lalu mengetuk kaca jendela samping kemudi. Wanita itu membuka pintu mobil dan keluar.
"Mobilnya nggak bisa distarter."
"Kakak coba ya."
Mia tidak menyahut. Tapi Afrian masuk ke dalam mobil itu, pria itu mulai menstater namun mesin mobil tidak bisa hidup.
Afrian lalu keluar dari mobil Mia. Mia mobil kamu harus dibawa ke bengkel nanti anak buah Kakak, yang ambil mobil kamu di sini. Jadi kamu lebih baik ikut mobil kakak saja. Kakak akan mengantar kamu dan Mauren pulang.
Mia berpikir sejenak. Dia mempertimbangkan tawaran dari Afrian mengingat Dia saat ini sedang bersama Mauren.
"Iya deh." sahutnya terpaksa. Lalu Mia langsung berjalan ke arah pintu mobil Mauren dan langsung menurunkan bocah kecil itu.
Dalam hati Afrian bersorak kegirangan jalannya kini kembali terbuka untuk mendekati wanita itu. Afrian lalu memotret depan mobil Mia agar anak buahnya dengan mudah mencari mobil itu nanti.
"Ayo Mia, mobil Kakak ada di depan sana." tunjuk.
"Mauren, Om gendong saja ya. Biar nggak capek lalu pemuda itu mengangkat Mauren.
Di sampingnya Mia berjalan dengan jarak setengah meter. Mia jalannya jangan terlalu ke tengah, nanti kalau ada mobil lewat bagaimana?
__ADS_1
Dan benar saja, dari arah belakang mereka ada mobil mengklakson. Mia langsung merapat ke arah Afrian.
"Mia, kita mampir ke bengkel Kakak sebentar ya buat serahin kunci mobil kamu." tanya Afrian saat mereka sedang berjalan.
"Terserah." sahutnya dingin.
setelah menyerahkan kunci mobil pada anak buahnya, Afrian lalu melanjukan mobilnya ke arah rumah pribadi yang ditempati oleh Richard beberapa bulan belakangan ini.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit kemudian, mobil yang dikendarai oleh Afrian memasuki halaman rumah mewah berlantai tiga bermodel Mediterania itu. Setelah mobil Afrian berhenti Mia dan Mauren keluar dari dalam mobil dan langsung melangkah ke arah teras. Afrian mengikuti keduanya berjalan ke arah teras juga.
Saat ini Richard berada di balkon, pria itu melihat mobil Afrian. Tak lama setelah itu, Richard langsung keluar dari dalam kamarnya dan segera turun untuk menemui temannya itu.
"Kok Mia dan Mauren ikut mobilnya kamu Afrian." tanya Richard saat dia sudah sampai di ruang tamu.
"Mobil Mia mogok. Tapi aku sudah menyuruh anak buahku untuk memperbaiki."
Richard manggut-manggut. " Terima kasih ya, karena kamu sudah mengantarkan mereka ke sini.
"Ah, kamu ini kayak sama siapa aja. Istri kamu mana?tanya Afrian karna Afrian tidak melihat keberadaan Dora.
"Dora di atas, lagi istirahat."
"Istirahat? maksudnya kalian sudaaaah?"
Richard tidak menjawab. Pria itu Hanya mengulum senyum.
Afrian lalu menepuk pundak Richard. "Akhirnya kamu mompa juga." celetuk Afrian
"Jangan keras-keras ngomongnya." ucap Richard karena dia takut kalau sampai istrinya Mendengar pembicaraan mereka bisa gagal nanti malam minta jatah lagi.
Malam harinya, saat Richard mengantarkan Mia pulang. Wanita itu mengatakan bahwa Mauren menginginkan adik bayi.
Mia juga mengatakan pada Richard bahwa Mauren sudah mau tidur di kamarnya sendiri. Mendengar itu, Richard merasa senang malam ini dia bisa mompa istrinya di ranjang empuknya. Dengan semangat pria itu menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang ke rumahnya.
Saat sampai di rumah, Dia melihat Dora sedang berada di kamar Maureen membacakan dongeng untuk Mauren. Richard yang awalnya ingin masuk ke kamar itu langsung diberi kode oleh Dora, agar tidak usah masuk ke kamar Mauren.
Setelah Maureen tidur, Dora lalu keluar kamar. Wanita itu kemudian masuk ke dalam kamarnya. Dan berjalan ke arah meja rias, untuk menggunakan skin care-nya. Namun, belum sampai ke meja rias. Richard langsung menarik tangan istrinya masuk ke dalam walk in closet.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN