
"Lepaskan Om!!! Mauren mau pulang, turunin Om!!! menggerak-gerakkan kedua kakinya, agar pria yang membopongnya itu menurunkannya ke tanah. Pria itu tetap melangkah masuk membawa Mauren ke dalam markas sesuai dengan perintah Irene.
Di dalam sana, Tuan Robinson duduk di sebuah kursi, di sampingnya sudah ada Irene berdiri. Tak jauh dari tempatnya duduk, ada Dani di sana yang kondisinya sudah diikat dalam posisi duduk di sebuah kursi plastik. Mulutnya sudah dilakban.
"Letakkan anak itu di kursi!"perintah Tuan Robinson saat melihat Mauren baru saja dibawa masuk ke ruangan itu.
"Om Dani, Om Dani di sini juga?"tanya Mauren dengan mata berbinar. Anak kecil itu merasa senang, karena dia merasa tidak sendirian di tengah orang-orang asing.
Dani hanya bisa mengangguk, tangannya yang diikat di belakang itu dia coba gerak-gerakkan.
Mauren lalu didudukkan di kursi.
Kreok...
Kreok...
Perut Mauren berbunyi. "lapar.. Mauren lapar. anterin Mauren pulang. Mauren mau makan di rumah."
"Riko, ambilkan makanan di mobil!"
"Baik Tuan."
Beberapa menit kemudian pergi ke masuk membawa dua kantong berisi makanan dan minuman yang dia letakkan di atas meja, di depan Tuan Robinson duduk.
"Ini makanan untuk kalian. selepas saya pergi dari sini, kalian berikan dua bungkus nasi ini untuk mereka. Lalu malam harinya, beri mereka roti ini."ucap Tuan Robinson.
Tuan Robinson dan Irene keluar dari markas.
Kini di tempat itu hanya ada Mauren, Dani dan Dua orang pria kekar yang ditugaskan untuk menjaga Mauren dan Dani di markas. sedangkan Irene, langsung pulang bersama Tuan Robinson yang sudah membebaskannya dari balik jeruji besi.
Saat di perjalanan, Tuan Robinson menyerahkan amplop berwarna coklat pada Irene. "Ini bayaran untuk kamu."l
Irene lalu membuka amplop itu, dilihatnya dua gepok uang di dalam amplop itu. seketika senyum Irene mengembang. "Terima kasih Tuan."Irene langsung menyimpan amplop berisi uang itu ke dalam tas sandang miliknya.
Sedangkan di dalam markas, tangan Dani dilepaskan ikatannya. Lakban di mulutnya juga sudah dilepas. kini tali itu melingkar di bagian perut dan pinggangnya.
__ADS_1
"Tolong dekatkan Mauren denganku. Aku mau menyuapinya."
Riko lalu memindahkan Mauren beserta kursinya ke dekat Dani.
"Mauren laper ya, sini tante suapin ya.
"Iya tante."Mauren mengangguk, kemudian membuka mulutnya.
Setelah Dani dan Mauren menyelesaikan makannya, mulut dan kembali di lakban. Kedua tangannya juga kembali diikat seperti semula.
Sedangkan Mauren, dia selalu merepotkan para penjaga di sana. belum ada setengah jam Dia buang air kecil, sekarang mau minta buang air besar.
"Sudah ya, habis ini jangan minta macam-macam lagi sama Om."ucap Riko, tangan Riko kembali mengikat tangan Mauren.
"Iya Om."
Beberapa saat kemudian Maureen kembali menguji kesabaran para penjaga. "Om, garukin, tangan Mauren gatal."pinta Mauren.
"Desta, kamu lepas saja ikatan anak kecil itu. capek aku ngurusin dia."keluh Riko.
"Tapi nanti Tuan marah sama kita."
Desta terlalu menurut perkataan Riko. dia Lalu melepas ikatan tangan dan kaki Mauren. anak kecil itu lalu turun dari kursi plastik dan berjalan menghampiri Riko.
"Om Coba lihat, nyamuk di sini nakal-nakal."Mauren memperlihatkan tangannya yang bentol-bentol karena digigit nyamuk.
Sudut bibir Riko sedikit terangkat. jiwa ke bapaannya muncul. Mauren lalu melangkah ke arah kursi milik Tuan Robinson dan duduk di sana. Dani yang melihat itu hanya bisa tertawa dalam hati.
Desta ingin menegur Mauren, namun Riko melarangnya. Puas duduk di sana, moren lalu turun dari kursi dan membuka kantong plastik berisi roti.
"Om, roti seperti ini di toko Oma Alena banyak."Mauren melangkah lagi ke arah Riko sambil membawa roti berisi coklat di tangannya. Dibukanya bungkus roti itu. lalu dia memakan roti itu. Riko menatap lekat ke arahnya.
"Om, mau roti ini juga? di sana masih ada."tunjuk Mauren, lalu dia ingin beranjak berdiri mengambil roti itu, namun Riko melarangnya.
****
__ADS_1
Richard berjalan gontai menuju mobilnya. sekarang dia tahu kalau Mauren diculik, bukan dibawa oleh Dani. Richard dan Tuan Nicholas lalu memasuki mobil.
Kali ini Tuan Nicholas yang duduk di kursi kemudi. Karena kondisi Richard saat ini sangat tidak memungkinkan mengemudikan mobil.
"Di video itu tadi ada Dani yang mengejar mobil itu. Berarti Dani kemungkinan sedang bersama Mauren."tutur Tuan Nicholas pandangannya fokus menatap jalanan.
"Semoga saja Dani bersama Mauren."sahut Richard dengan suara lirih.
"Lebih baik Papa antar kamu pulang ke rumah. Nanti anak buah papa akan mencari keberadaan Mauren. Kamu tunggu saja di rumah. Jangan matikan ponsel kamu. biasanya penculik itu pasti akan menghubungi orang tua anak yang diculiknya."
Richard tidak menyahut. Pikirannya saat ini sedang kalut. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya. Takut anaknya di sana akan disiksa dan diperlakukan kasar oleh penculiknya.
Di rumah Richard, Dora sejak tadi berada di ruang tengah bersama bayinya. Dia nggak naik ke lantai atas. sebab dia ingin menunggu Mauren.
Puluhan kali dia mencoba menghubungi nomor ponsel Dani, namun tidak ada sahutan sama sekali. Semakin bertambah rasa khawatir di hati wanita itu.
Apalagi sekarang sudah lebih dari 2 jam, Mauren belum juga kembali ke rumah.
"Kamu ke mana nak, Mama sangat merindukan kamu."lirihnya.
Terdengar suara mobil di halaman rumah. Dora bergegas melangkah ke ruang tamu. senyumnya berangsur terbit saat melihat mobil Richard parkir di halaman.
Dora mengira Richard sudah menemukan Mauren. Richard langsung turun dari mobilnya. kemudian tuan di kelas langsung menjalankan mobil itu kembali. Senyum Dora kembali memudar saat melihat Richard pulang tanpa membawa Mauren.
"Mauren mana Mas??"mata istri dari Richard itu seketika berembun.
Richard lalu memeluk istrinya. "Putri kita diculik sayang."ucapnya lirih di telinga istrinya.
Dora melepas pelukan suaminya, dia lantas memegang kedua tangan suaminya. "Siapa yang menculik anak kita Mas? bukankah dia dijemput Dani?"mimik wajahnya nampak cemas.
"Mas juga nggak tahu sayang. Dani terlambat menjemputnya. Saat Dani tiba di sana, Mauren sudah dibawa masuk ke dalam mobil oleh penculik itu."
Dora menangis histeris dipelukan suaminya.
Richard mengecup kepala istrinya. "kamu jangan khawatir Sayang, Dani pasti saat ini sedang bersama Mauren. Karena Mas lihat di rekaman CCTV itu, Dani mencoba mengejar mobil itu. Papa juga sudah mengarahkan anak buahnya untuk mencari Mauren.
__ADS_1
"Ayo kita masuk. penculik itu tidak akan melukai anak kita Sebelum dia mendapatkan keuntungan dari kita. Makanya kita tunggu kabar dari penculik itu, mereka maunya apa."Richard merangkul pinggang istrinya, sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Bersambung....