Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 15. SURAT DARI RICHARD


__ADS_3

Di tempat yang sama, Richard saat ini sedang menemani Nyonya Alena dan adiknya pergi ke butik langganan mereka yang ada di mall.


Setelah selesai berbelanja beberapa potong pakaian, Nyonya Alena dan Mia lalu menghampiri Richard yang menunggu di luar butik.


"Sudah? Kita pulang yuk!"ajak Richard.


"Kak, kita saja baru sampai di sini, masa langsung pulang."Mia protes.


"Kakak mau istirahat Mia, besok kakak sudah mulai ngajar kembali di kampus."


"Ya sudah deh, terserah Kakak saja."sahutnya malas.


Ketiganya lalu berjalan menuju ke arah tangga eskalator. Saat sampai di sana, Richard tersentak melihat Dora sedang jalan dengan dua orang sahabatnya.


"Pak Richard!"teriak Amor.


Richard lalu mendekat ke arah Amor, dia hanya ingin melihat Dora dengan jarak dekat saja. Memastikan keadaan wanita yang sudah beberapa minggu ini tidak dilihatnya.


"Selamat sore."ucap Amor sambil tersenyum.


berbeda dengan Dora, wanita itu tidak menunjukkan ekspresi apa-apa.


Dora lalu menggerakkan tangan Amor. "Pak kami mau ke sana dulu, ya."tunjuk Amor pada sebuah Cafe.


"Oh iya, hati-hati kalian ya."ujar Richard sambil menatapnya, melirik ke arah Dora, namun yang dilihat sama sekali tidak menatapnya.


"Siapa Mereka nak?"tanya Nyonya Alena setelah melihat ketiga Wanita itu sudah berjalan menjauhi Richard.


"Mereka mahasiswi aku, Mom."sahut Richard


"Cantik-cantik ya, mereka."Puji Nyonya Alena.


"Iya Mom, apalagi yang di tengah. Tapi sayang, dia sepertinya tidak ramah orangnya."Mia ikut menimpali ucapan Nyonya Alena.


"Mia, kamu nggak boleh langsung menilai orang seperti itu. Bisa saja kan, dia begitu karena dia lagi sakit, sedih, atau lagi menyimpan banyak masalah."Nyonya Alena menasehati putrinya.


"Iya juga sih."Mia menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mendengar ucapan Nyonya Alena, Richard semakin merasa bersalah karena membuat Dora jadi seperti itu. Seperti orang yang kehilangan semangat hidup.

__ADS_1


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi.


Dora sekarang sudah siap dengan setelan kemeja berwarna biru muda dengan gaya casual, dipadukan dengan celana jeans dan sepatu kets berwarna putih.


Hari ini Dora sudah bertekad untuk melupakan kejadian malam itu. Dia akan membuka lembaran hidupnya yang baru.


"Selamat pagi Pa, Pagi Ma." sapanya saat sudah duduk di ruang makan.


Papa Bernando dan Mama Nadia saling menatap, keduanya bingung dengan perubahan anaknya pagi ini.


"Sayang Mama senang banget kamu sekarang sudah kembali ceria seperti dulu lagi."ucap Mama Nadia dengan mata berbinar.


Pagi ini Dora makan dengan begitu lahap, Dia sangat menikmati nasi goreng buatan mamanya.


"Pelan-pelan makannya Dora." tegur Papa Bernando.


"Nah, kan hari ini keluar sudah watak aslinya, yang kemarin itu...." ucapan Antonius berhenti saat mendapat tatapan tajam dari Mama dan Papanya.


"Dora ke kampus boleh bawa mobil sendiri nggak Ma?"


Mama Nadia menatap Papa Bernando untuk meminta pendapat. Pria paruh baya itu lalu menganggukkan kepalanya.


Setelah berpamitan kepada Tuan Bernando dan nyonya Nadia, Dora langsung berlalu menuju kampus dengan menggunakan mobil jazz miliknya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh menit membelah jalanan ibukota yang lumayan macet, akhirnya mobil yang dikendarai Dora tiba di parkiran kampus.


Dora langsung keluar dari mobil miliknya. tampaknya Amor dan Moresette, melihat kehadiran Dora dengan menggunakan mobilnya sendiri mengerutkan keningnya. Seolah mereka tidak percaya kalau Dora yang datang.


Kedua sahabatnya itu pun langsung menghampirinya dan langsung berpelukan antara ketiga sahabat itu. Setelah selesai cipika cipiku, ketiganya pun berlalu meninggalkan parkiran menuju ruang kelas.


Amor dan Moresette merasa bahagia melihat sahabat mereka Dora saat ini sudah kembali riang. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, setelah kembali dari perkemahan Sabtu Minggu beberapa minggu yang lalu.


****


Hari ini proses belajar mengajar di kelas berjalan dengan lancar. Saat pelajaran Telah usai, Dora lalu membuka lipatan kertas kecil berisi pesan yang ditulis oleh Pak Richard.


"Dora Saya ingin bicara empat mata sama kamu, penting! Temui saya setelah ini, di taman belakang." from Richard

__ADS_1


Satu jam sebelumnya di ruangan dosen. terlihat Pak Richard sedang menulis sesuatu di atas kertas kecil. Rencananya kertas itu akan diberikan saat dia mengajar di kelas Dora.


Tepat jam sepuluh pagi, Richard sudah berada di ruang kelas Dora. Hari ini semua mahasiswa dan mahasiswi hadir semua mengikuti mata kuliah.


Pak Richard sesekali mencuri pandang terhadap Dora. Dilihatnya hari ini Dora nampak sangat cantik. Tidak ada raut kesedihan lagi yang terpancar dari wajah cantik itu. Sangat berbeda sekali dengan Dora yang dia temui saat di mall kemarin.


Satu jam sudah berlalu, sebelum Pak Richard meninggalkan kelas, dia terlebih dahulu memanggil seorang laki-laki yang duduk di depannya untuk membagikan tumpukan buku yang ada di atas mejanya.


"Tolong kamu bagikan buku-buku ini mulai dari ujung sebelah sana."perintah Richard


Kebetulan yang duduk di ujung sana adalah Dora. Jadi otomatis dora lah yang lebih dulu dapat pembagian buku tersebut.


Setelah buku itu dibagikan semua, Pak Richard lalu berjalan ke arah pintu untuk keluar kelas. Saat dia berjalan, netranya melirik ke arah Dora. Dilihatnya wanita itu sedang melihat sampul buku itu. Pak Richard berharap Dora membuka halaman daftar isi buku itu.


Karena di halaman tersebut, dia menyelipkan sebuah kertas kecil. Yang dia tulis masih berada di ruangan dosen, yang meminta kepada Dora untuk segera menemuinya di taman belakang.


Sepeninggalan Pak Richard, Amor dan Moresette mendekati. "Dora kita ke kantin yuk, aku lapar."ajak Moresette


"Kalian saja, ya. aku masih kenyang, Aku nitip jus jeruk saja sama kalian." sahut Dora


"Mending kamu minum di kantin saja Dora, sekalian kita nongkrong di sana."bujuk Amor.


"Aku lagi malas ke kantin, Amor."


"Ya sudah deh, Kami tinggal dulu ya." pamit Amor sambil menggandeng lengan Moresette


Setelah kedua sahabatnya keluar, Dora mengambil buku itu lagi. Dia penasaran mengenai isi buku tersebut, lalu dia membuka halaman daftar isi.


Keningnya mengerut saat melihat ada sebuah kertas yang dilipat kecil. Karena penasaran dengan isi kertas itu, Dora lalu membuka dan membacanya.


Dora lalu terdiam. "Ada apa ya, Pak Richard mengajak bertemu di taman? taman itu kan sudah lama nggak dipakai, di sana juga sepi, apa dia ingin memberi aku tugas tambahan?"tanya Dora dalam hati.


Pak Richard awalnya ingin bertemu di gudang, tapi pasti Dora menolak. Karena tempat itu kotor, sumpek dan tempatnya tertutup juga. Aneh saja menurutnya mengajak Dora ketemuan di tempat seperti itu, pasti Dora akan berpikir buruk terhadapnya.


Untung saja terikat teringat dengan taman di belakang kelas, taman itu sudah lama tidak digunakan,karena pohon-pohon di sana sudah tua dan dahannya sering patah saat ada angin kencang.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"


__ADS_2