Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 167. PERHATIAN


__ADS_3

Setelah mencoba keempat jaket itu, Bastian memutuskan untuk membeli jaket itu sesuai dengan pilihan Mauren.


"Kalian mau ke mana? tanya Bastian.


"Aku mau beli jaket musim dingin Kak."


"Aku boleh ikut nggak?"


"Boleh dong Kak."


"Oh iya kak, kenalin ini temanku namanya Atalia.".


"Bastian."


"Atalia."keduanya saling berjabat tangan.


Mereka lalu berjalan ke tempat jaket wanita. di sana masih ada Bimbim dan Aulia yang masih sibuk memilih-milih jaket.


Mauren tidak mempedulikan kedua orang itu. pandangannya fokus pada deretan jaket yang digantung di tempat itu.


Setelah melihat-lihat, Mauren memutuskan untuk mengambil dua jaket yang menurutnya paling Aulia yang tidak mengerti dengan fashion itu melirik karena jaket yang dipilih oleh Mauren.


Sebenarnya ingin sekali dia memilih jaket yang sama seperti Mauren, tapi karena gengsi Gadis itu memutuskan untuk mengambil motif yang lain.


Setelah selesai berbelanja, mereka sama-sama melangkah menuju kasir. Bastian dilayani lebih dulu oleh kasir itu.


"Mbak, sekalian dengan jaket yang itu."tunjuk Bastian ke arah jaket Mauren. tangan kanannya sambil menyerahkan sebuah kartu yang ada di dalam dompetnya.


"Eh jangan kak! aku bayar sendiri saja,'tolak Mauren


"Nggak apa-apa Mauren,"sahut Bastian.


"Bastian, jaket Mauren Biar aku saja yang bayar."ucap Bimbim yang sadar dengan tanggung jawabnya."Mbak, jaket yang dua itu ditotalkan saja sekalian dengan dua jaket yang ini."Bimbim lalu menyerahkan kartu debit pada kasir.


Kasir itu lalu menatap ke arah Bastian. "Total kan punya saya saja Mbak! Seru Bastian mengalah.

__ADS_1


"Bim, Kamu kenapa sih melarang Kak Bastian membayar jaket Mauren?"tanya Aulia.


"Lia, aku ini suami Mauren, jadi Sudah kewajiban aku menafkahinya."


Aulia bergeming. dia mana tapi tidak suka ke arah Mauren. Mauren yang ditatap seperti itu langsung mengalihkan perhatiannya.


"Atalia, habis ini kamu mau ke mana?


"Terserah kamu saja Mauren. Kamu kan belum membeli keperluan yang lainnya."


"Oh iya, Aku sampai lupa."


Kring... kring...kring...


Ponsel yang ada di saku celana Bastian berbunyi. Pria itu langsung mengambil ponselnya. Dilihatnya Maya sang asisten menghubunginya.


"Hello Maya, ada apa?


"Ada seorang laki-laki mencari Bapak. namanya Pak Burhan. Katanya sudah ada janji siang ini bertemu dengan Bapak di hotel."


"Kamu jamu dia, sebentar lagi aku akan kembali."


"Aku pulang duluan ya. lagi ada janji dengan rekan kerja, siang ini."pamit Bastian pada 4 orang yang ada di hadapannya.


"Iya."sahut ketiga orang di sana, kecuali Aulia. wanita itu sedang asyik dengan pensilnya.


Bastian bergegas keluar dari toko itu, tanpa sengaja langkahnya menabrak gadis yang tidak jauh dari luar toko. sehingga paper bag yang dibawa oleh Gadis itu jatuh ke lantai keramik.


"Akh .." pekik Gadis itu terkejut.


"Sorry Mbak. saya tidak sengaja, karena lagi buru-buru." tangan Bastian memungut dua buah paper bag yang jatuh itu dan menyerahkannya kembali pada gadis itu.


Melihat pria yang menabraknya itu memiliki wajah tampan, Gadis itu tidak jadi marah. "Iya Kak tidak apa-apa." mata Gadis itu menatap-manik hitam Mata Bastian.


"Maaf Mbak saya jalan dulu ya. sekali lagi saya minta maaf."Bastian melangkah pergi meninggalkan gadis itu.

__ADS_1


"Ganteng banget ya cowok itu."ucap teman gadis itu.


"Iya."tatapannya masih ke arah Bastian yang berdiri di depan pintu lift.


Setelah keluar dari tempat store pakaian, Mauren dan Bimbim berpisah, sebab jalan yang mereka ambil beda Arah. Bimbim dan Aulia ke arah toko yang menjual tas, sedangkan moren kara tokoh yang menjual sepatu.


"Mauren, kok kamu tidak terkejut atau marah saat melihat suami kamu jalan dengan Aulia?"


"Kamu kira aku nikah dengan dia akan menjadi suami istri seperti orang-orang pada umumnya?"tanya Mauren sambil tersenyum


"Maksudnya? apel ya semakin bingung dengan kata-kata yang diucapkan oleh Mauren barusan.


"Kamu masih ingat nggak waktu itu, saat kamu diminta oleh Bimbim untuk keluar dari kamarku menjelang ijab?"


Atalia mengangguk. Mauren lalu menceritakan apa yang dibicarakan oleh Bimbim waktu itu. Baginya atau Ya sudah seperti saudara sendiri, maka Dari itulah Mauren tidak ragu menceritakan hal ini pada sahabatnya.


"Pantesan kamu bersikap biasa-biasa saja saat melihat Bimbim dengan Aulia sedang berjalan bersama."


"Baru seperti ini saja kamu sudah terkejut Atalia. Gimana kalau kamu tahu saat bulan baru nanti si Bimbim membawa serta Aulia."batin Mauren.


"Mauren! Kok kamu diam?"Atalia menepuk pulang lengan sahabatnya.


"Ah, iya Atalia. Aku cuma mengingat-ingat, apa saja yang belum aku beli." kilah Mauren.


Sore harinya setelah selesai bertemu dengan Pak Burhan, Bastian memasuki lift sambil menenteng dua paper bag berisi jaket. malam ini dia ingin tidur di hotel lagi. Kamar pribadinya yang ada di lantai atas itu sudah seperti apartemen baginya. Fasilitas di sana cukup lengkap. iya tentu saja Bastian betah di sana.


karena kamar yang ditempatinya adalah kamar president suite room. Kamar ini mempunyai fasilitas yang sangat lengkap, mulai dari ruang tamu, dapur, ruang makan, teras bahkan tempat dia untuk nge-gym pun juga ada. sehingga tidak heran jika badan Bastian terlihat lebih atletis dibandingkan dengan Bimbim.


Setelah sampai di dalam kamarnya, Bastian mengeluarkan dua jaket itu dari paper bag. pria itu kembali memakai jaket pilihan Mauren, sambil berdiri di depan cermin. Bastian merasa, karena jaket pilihan Mauren memang betul-betul bagus dan cocok dipakai olehnya.


Beberapa saat kemudian, Setelah membersihkan diri di dalam kamar mandi, pria itu melangkah menuju pemberiannya. Nampak kedua sudut bibir pria itu ditarik ke atas, saat dia teringat dengan kejadian beberapa jam yang lalu ketika Mauren membantunya memakai jaket.


Dia Lalu membayangkan, Bagaimana jika Mauren menjadi istrinya. Pasti akan selalu perhatian terhadapnya. Dan itu akan membuatnya menjadi pria yang paling bahagia dan beruntung di dunia ini.


Bastian tersadar dari lamunannya. Pria itu mendesah pelan. Semua itu hanya khayalan semu. sebab Maureen kini sudah menjadi milik orang lain. Namun, walaupun begitu kejadian hari ini saja sudah cukup baginya merasakan sebuah kebahagiaan, walaupun itu Hanya sekejap saja.

__ADS_1


"Bimbim, rugi sekali kamu menyia-nyiakan istri sebaik Mauren."badan pria itu, sebelum Dia tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


bersambung ...


__ADS_2