Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 47. INGIN MANDIRI


__ADS_3

Malam harinya tepatnya pada saat makan malam bersama, Richard mengutarakan keinginannya untuk hidup mandiri bersama Mauren.


"Begini Pi, Mi, ada sesuatu yang ingin Richard bicarakan kepada Papi dan Mami." ucap Richard saat keluarganya sudah berkumpul di ruang makan.


"Ada apa nak? tanya Tuan Nicholas dan nyonya Alena secara bersamaan.


"Richard dan Mauren ingin hidup mandiri, tidak ketergantungan terus-menerus kepada Papi dan Mami. Jadi Richard ingin pindah ke rumah Richard sendiri bersama dengan Mauren."ucap Richard yang membuat Tuan Nicholas dan nyonya Alena, Begitu juga dengan Mia begitu terkejut dengan keputusan Richard.


"Apa?


"Pindah? maksud kamu?


"Memangnya kenapa kalau kamu tinggal di rumah ini Nak?


"Tidak apa-apa Mom, hanya saja Richard ingin mandiri bersama Mauren, dan tidak ketergantungan nanti dengan Papi dan Mami terus menerus."


"Mami nggak setuju kalau kamu pindah dari rumah ini. Titik!!! ucap Nyonya Alena tegas.


"Tapi Mom, aku kan pindahnya nggak keluar kota dan Mauren masih akan setiap hari ke rumah ini. Bedanya hanya kami tidak menginap di rumah ini saja.


"Ih kakak!!!rumah ini akan kembali sepi kalau nggak ada Mauren."


"Mami tahu, pasti kamu mau pindah rumah karena Dora mau pulang ke Bangkok, kan?"

__ADS_1


"Enggak!! bohong Richard


"Jangan bohong!! Mami tahu kok. Beberapa hari yang lalu nyonya Nadia ada ngomong sama Mami,katanya Dora segera pulang satu bulan lagi ke Bangkok.


"Kakak kayak yakin benar Mamanya Mauren mau nikah sama kakak."sahut Mia.


"Enggak, Kakak santai saja. Misalnya Mamanya Mauren nggak mau sama kakak ya sudah, Kakak nggak akan memaksanya lagi. yang penting Mauren masih tinggal sama kakak."jawab Richard mengingkari hatinya.


"Kalau Mama Mauren tiba-tiba mau mengambil Mauren gimana, Kak??"


"Nggak akan Kakak biarkan. Lagi pula kalau disuruh memilih, Mauren pasti akan lebih memilih Papanya daripada Mamanya."


Mauren yang sudah dari tadi asik bermain dengan boneka tiba-tiba mendekati Papanya. "Pa, Mauren ngantuk."usai mengucapkan itu bocah kecil itu kembali menguap. Karena baru beberapa menit yang lalu selesai menyantap makan malamnya.


Richard lalu menggendong putrinya. Dan langsung membawanya ke kamar Maureen.


"Pa, Mauren mau tidur di kamar Papa."ucap bocah kecil itu dengan nada suara khas anak kecil.


"Oh, mau tidur sama papa ya?


"Mauren mengangguk, lalu Richard membawa putrinya menuju kamarnya.


Setelah putrinya sudah tertidur pulas di pelukannya, Richard perlahan membetulkan selimutnya. Muncul kembali perasaan iba di dalam hatinya, putrinya yang sejak kecil tidak pernah merasakan kasih sayang dari Mamanya. Kini sebentar lagi mereka akan bertemu.

__ADS_1


"Papa akan memperjuangkan Mama Dora demi kamu Nak. Agar kamu bisa seperti teman kamu yang lain, punya orang tua yang utuh,"


"Papa tidak ingin kehadiran kamu dipertanyakan oleh orang-orang. Papa tahu kamu cukup kesulitan jika menjawab pertanyaan orang yang menanyakan keberadaan ibumu. Maafkan papa sayang, karena kesalahan Papa yang membuat kamu hadir di dunia ini,".


"Tapi percayalah, Walaupun demikian Papa sangat menyayangimu. Papa tidak akan membiarkan kamu disakiti oleh orang lain. Papa tidak ingin jauh dari kamu sayang." Richard bermonolog sendiri. Kemudian ia memberikan kecupan hangat di kening putrinya.


Richard menatap lekat wajah polos putrinya itu. Yang memang benar apa yang dikatakan orang-orang, kalau Mauren sangat mirip dengan Dora Mamanya. Sehingga saat melihat Mauren, Richard seolah-olah melihat raut wajah Dora di wajah putrinya.


"Ya Allah persatukanlah Hamba dengan Mamanya Mauren. Jangan karena kesalahanku di masa lalu, membuat putriku nantinya menjadi bahan pertanyaan orang lain. Cukup aku saja yang menanggung dosanya ya Allah."doa Richard di dalam hati netranya menatap langit-langit kamar tatapannya kosong.


Kemudian wajah Dora kembali terngiang di pikirannya. Membuat Richard malam ini sangat gelisah, sudah tidak sabar lagi menunggu kepulangan Dora ke kota Bangkok. Ingin rasanya kembali Richard meminta maaf kepada Dora.


Entah Dora masih dendam dan marah kepada Richard. Yang pasti yang pertama kalinya dilakukan Richard, jika bertemu dengan Dora. Dia ingin kembali meminta maaf kepadanya.


Sungguh keadaan yang sulit, menjalani hari-hari merawat seorang putri dengan tangannya sendiri. Tanpa bantuan baby sitter dan juga sang istri. Nyonya Alena dan adiknya Mia yang selalu membantu dirinya saat Richard berada di kantor.


Entah bagaimana nantinya, jika Dora sudah kembali, apakah Dora akan merebut kembali Mauren dari dekapannya, ataukah Dora bersedia mereka bersatu menjadi keluarga yang utuh untuk Putri mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2