Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 51. RENCANA NYONYA NADIA


__ADS_3

Di perusahaan keluarga Nicholas, setelah mengantar putrinya ke rumah Nyonya Alena, Richard langsung menjalankan mobilnya ke kantor. Disinilah Richard sekarang, pria itu sedang duduk termenung di dalam ruangannya. Perasaannya begitu kalut. setelah kurang lebih Lima tahun tidak bertemu dengan Dora, Ternyata wanita itu sikapnya tidak berubah. Apakah Dora masih belum memaafkan ya? itu yang menjadi pertanyaan besar dalam hatinya.


"Bagaimana aku mau berjuang untuk Mauren, sedangkan sikap Dora saja seperti itu terhadapku, menganggapku seolah-olah tidak ada."batin Richard, Setelah dia mengingat pertemuannya tadi siang dengan Dora. Wanita itu tidak menyapanya sama sekali, tatapannya pun begitu dingin.


Tak terasa waktu sudah berlalu, kini saatnya Richard pulang bekerja. Richard langsung keluar dari dalam ruangannya. Saat sudah sampai di lobby kantor begitu banyak karyawan yang menyapanya, namun Richard tidak meresponnya. Tatapannya begitu dingin, tidak ada senyuman yang terpancar dari pria satu anak itu.


Saat sudah berada di dalam mobilnya, Richard langsung melajukan mobilnya ke arah rumah utama keluarga Tuan Nicholas.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih Lima belas menit membelah jalanan ibukota, mobil Richard sudah masuk ke halaman rumah orang tuanya. Setelah memarkirkan mobilnya, Richard bergegas turun dari mobilnya dan langsung melangkah masuk ke dalam rumah


"Mauren mana Bi?"tanya Richard saat baru saja masuk ke dalam rumah.


"Nona Mauren ada di dalam kamarnya Tuan."sahut sang asisten rumah tangga itu.


Richard lalu melangkah naik ke lantai atas. dan masuk ke dalam kamar putrinya.


"Mauren, Kita pulang yuk nak!"ajak Richard saat dia baru saja melangkah masuk ke dalam kamar putrinya .


"Papa! "Mauren turun dari ranjangnya dan langsung memeluk Papanya.


Richard langsung menggendong putrinya.


"Oma mana Mauren?


"Oma lagi di dapur, bikin kue."


"Kita ke dapur yuk, pamit pulang sama oma."


"Iya Papa."


kemudian Richard langsung menuruni tangga dan melangkah menuju dapur tanpa melepaskan Mauren dari gendongannya.


"Oma!!"Panggil Mauren saat dia baru saja masuk ke ruang dapur. Kemudian Mauren didudukkannya di salah satu kursi meja makan.


"Baru pulang kamu Richard?


Richard hanya mengangguk.


"Kamu kenapa, kok tampang kamu kusut?


Richard tidak menjawab, dia hanya duduk di kursi meja makan, lalu menuang air putih ke dalam gelas untuk dia minum.


Nyonya Alena lalu menghampiri putranya dan duduk di sampingnya. "Pasti karena Dora ya? kamu yang sabar ya nak. Perlahan Dora pasti akan menerima kamu."ucap Nyonya Alena sambil mengusap punggung putranya

__ADS_1


"Tadi siang, Nyonya Nadia kirim pesan ke Mama, dia ngasih tahu bahwa Dora pulang lebih cepat dari yang seharusnya karena dia sangat merindukan Mauren."


Richard tidak merespon perkataan Nyonya Alena. Saat ini Richard tidak ingin membahas tentang Dora.


Richard beranjak dari duduknya. "Mom, aku sama Mauren pulang dulu ya."pamit Richard.


"Mauren, Ayo kita pulang sekarang!"


"Iya Pa," Mauren lalu beranjak turun dan berjalan menghampiri Papanya.


Malam harinya seperti biasa, Mauren minta tidur di kamar Papanya kembali. Setelah putrinya tidur, Richard kembali termenung. pikirannya sampai malam ini tak bisa lepas dari kejadian tadi siang.


"Ting! lamunan Richard terpecah mendengar notifikasi dari sebuah pesan yang berlambang hijau itu. Richard lalu mengambil ponselnya di atas nakas, dan langsung memeriksa ponselnya.


Kening pria itu berkerut saat melihat sebuah nomor asing mengiriminya pesan teks. dibukanya pesan itu.


"Selamat malam Pak. Mauren sudah tidur ya? Oh iya, mulai besok saya akan menjemputnya dari mama Mauren."


Terlihat kedua sudut bibir pria itu ditarik ke atas. Hati yang gundah gulana sejak tadi kini perlahan sedikit membaik. Karena mulai malam ini Dora sudah mulai membuka komunikasi dengan dirinya. Richard lalu membalas pesan Dora.


"Iya,"balasan singkat itu yang dibalas oleh Pak Richard.


Keesokan harinya, menjelang pulang sekolah. Dora sudah menunggu Mauren di depan gerbang sekolah, sedangkan Nyonya Nadia menunggu di dalam mobilnya. Richard hari ini memarkirkan mobilnya sedikit lebih jauh dari biasanya. Karena kalau dia berada di tempat biasa, pasti putrinya akan melihatnya . takutnya nanti Dora akan gagal mengajak Mauren jalan-jalan.


"Tet..... tet....tet..."suara bel berbunyi pertanda jam sekolah sudah pulang. Anak-anak mulai berlarian keluar gerbang sekolah. Mauren yang baru keluar dari kelas, tangannya langsung dipegang erat oleh ibu Rani.


"Mauren Ibu antar ke depan."sahut ibu Rani, tangannya masih memegang tangan Mauren.


Saat sampai di pintu gerbang, wajah Ibu Rani yang awalnya tersenyum cerah karena membayangkan akan bertemu dengan Richard, kini senyuman itu memudar karena tak mendapati Richard di sana.


"Mauren!!"Panggil Dora yang berjalan mendekatinya.


anak kecil itu tidak merespon Dora, yang ada dia menoleh ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Papanya.


"Mauren, ikut sama mama yuk. Papa nggak bisa menjemput Mauren. Karena Papa sedang sibuk bekerja."


Mauren tidak merespon ucapan mamanya.


"Om Cornel, Papa Mauren dimana?


"Om nggak tahu, sejak tadi papa Mauren tidak ada di sini."jawab Cornel jujur. Karena dia memang tidak melihat keberadaan Richard.


Mata Mauren sumber kaca-kaca.

__ADS_1


"Mauren yuk sama mama. Di sana ada nenek menunggu."


"Nggak mau, Mauren mau sama papa."jawabnya sambil menggeleng.


Richard dari kejauhan menatap ke arah putrinya. Dilihatnya putrinya itu geleng-geleng. Dan dia sudah menangis membuat Richard merasa tidak tega. sehingga mau tidak mau Richard mendekat ke arah sana.


Dia menghidupkan kembali mesin mobil miliknya. lalu perlahan menginjak pedal gas agar mobil tersebut mendekat ke arah gerbang sekolah. Setelah tiba di sana, Richard langsung turun.


Nyonya Nadia yang melihat Richard turun dari mobil, perlahan menghidupkan mesin mobilnya dan membawa mundur mobilnya. Lalu setelah itu menjalankan mobilnya keluar dari area sekolah.


"Papa!!! teriak Mauren memanggil Papanya, lalu dia berlari ke arah Papanya.


Mendengar Mauren yang berteriak memanggil Richard, Dora langsung memejamkan matanya. "Kenapa sih pria ini datang ke sekolah, kalau begini kan aku nggak bisa ajak Mauren jalan-jalan."kesalnya dalam hati.


lalu Dora berbalik, dilihatnya putrinya sudah menggenggam tangan Papanya dengan kedua tangannya. Wanita itu melangkah mendekat ke arah Richard.


"Bapak kok datang ke sini, bukannya saya sudah bilang tadi malam, bahwa hari ini saya jemput!"ucap Dora kesal.


"Saya cuman khawatir sama Mauren, takut dia menangis mencari saya."


"Papa, Mauren mau pulang sama papa."ucap Mauren sambil mendongak ke arah Papanya dan semakin mempererat pegangan tangannya.


"Iya sayang. Dora, Mauren saya bawa pulang dulu ya."pamit Richard.


Richard langsung menggendong putrinya ke arah mobilnya.


Melihat Mauren pulang dengan papanya, Dora lalu melangkah ingin kembali ke mobil Nyonya Nadia.


"Loh... Mama mana??"tanya Dora pada dirinya sendiri saat menemukan mobil mamanya tidak ada.


Mendengar ucapan Dora Richard lalu berbalik. "Kenapa Dora?"


"Mobil Mama nggak ada."ucap Dora.


"Ya sudah, kamu ikut mobil kami saja."ajak Pak Richard.


Dora mencari ponselnya. "Aduh mana tas ada di dalam mobil lagi."ucapnya dengan suara lirih. Namun, masih bisa didengar oleh Richard.


"Dora, lebih baik kamu ikut mobil kami saja. Ayo Dora!!"ajak Richard. Mau tidak mau Dora terpaksa ikut mobil Richard, karena ponsel dan dompetnya ada di dalam tas.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2