Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 126. MAUREN HILANG


__ADS_3

Dani yang baru saja memasuki area sekolahan itu, langsung terkejut saat melihat Mauren dibawa masuk ke dalam mobil oleh dua orang pria dan satu orang wanita.


Daniel lalu memutar gas di tangannya agar motor yang ditungganginya itu bisa melaju cepat menyusul mobil Terios berwarna putih itu yang mulai bergerak keluar area sekolah.


Tit...


Tit...


Dani menyembunyikan klakson motornya agar mobil di depannya segera berhenti. namun usahanya sia-sia. Mobil itu masih tetap melaju dengan kencang.


"Siapa yang membuntuti kita itu Bu?"laki-laki yang duduk di samping kemudi itu bertanya.


"Dia asisten dari Tuan Bernando sekaligus pengawal untuk anak ini."sahut Irene.


Sudah satu jam Dora menghubungi Dani, namun Mauren dan Dani belum datang juga. nampak wanita itu mondar-mandir seperti setrikaan di ruang keluarga. Sampai akhirnya dia masuk untuk menghubungi suaminya.


Richard yang bersiap ingin makan siang bersama Tuan Nicholas dan Arga, langkahnya tiba-tiba berhenti saat dia ingin keluar dari ruangannya. sebab ponsel yang ada disaku celananya depannya berbunyi.


Richard lalu mengeluarkan ponselnya dari balik saku celananya. dilihatnya istrinya memanggil. Tanpa perlu berpikir, Richard langsung menerima panggilan itu.


"Assalamualaikum Sayang.."


"Waalaikumsalam... Mas Maureen dan Dani kok belum sampai ke rumah. Ini sudah lebih dari satu."suara Dora terdengar khawatir.


"Yang benar, sayang? Mas kirain Dani beneran menjemput Mauren. makanya Mas langsung balik ke kantor saja jalan sudah nggak macet lagi."


"Waktu aku hubungi dia, Katanya dia bersedia menjemput."


"Kamu sudah coba telepon Dani belum?

__ADS_1


"Sudah Mas, bahkan sampai beberapakali tadi tidak diangkat-angkat.


Bagaimana Dani mau mengangkat teleponnya, ponselnya saja tertinggal di atas kasur. Karena saat dia habis telepon dengan Dora, pria itu langsung menyambar jaketnya yang tergantung di belakang pintu kamar dan kunci motor di atas meja kecil dalam kamarnya. kemudian dia buru-buru keluar rumah dan langsung menunggangi kuda besinya.


"Ya sudah Sayang, Mas akan mencari mereka di sekolah. Kamu yang tenang ya, serahkan semua sama mas."Richard menenangkan istrinya.


"Bagaimana aku bisa tenang Mas, kalau anak aku masih di luar sana. keadaannya juga aku tidak tahu gimana."


"Iya sayang, Mas ngerti. Mas tutup dulu ya. Mas mau langsung jalan ke sekolah."


Richard lalu bergegas keluar ruangannya. di dalam lift ayahnya dan juga Arga sudah menunggunya untuk pergi bersama-sama ke restoran.


Richard pun menceritakan mengenai apa yang baru saja disampaikan oleh istrinya itu. seketika Tuhan Nicolas terlonjak kaget. ketiganya lalu turun ke lobi kantor.


"Arga, kamu coba mencari mereka di tempat kost dan. alamat rumahnya nanti akan dikirim oleh istriku ke ponsel kamu. Aku dan Papa mau ke sekolah Mauren."Richard sengaja membagi tugas agar mereka bisa segera menemukan Mauren dan juga Dani.


"Baik Tuan."harga langsung melangkah ke arah mobilnya sendiri. sedangkan Tuan Nicholas, dia ikut bersama Richard.


"Selamat siang pak, anak-anak semua sudah pulang? tanya Richard.


Satpam itu meletakkan koran di atas meja. " Siang Pak, iya anak-anak sudah pulang semua."


"Apa Bapak ada melihat anak saya."


Satpam itu menggaruk belakang kepalanya. "anak bapak yang mana ya pak, Soalnya di sekolah ini banyak anak-anak?"


Richard mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan foto Mauren pada saat itu.


"Ini kan anak kecil yang paling belakangan pulang. tadi dia lama duduk sama saya di pos. Matanya sedikit merah karena menangis.

__ADS_1


"Bapak melihat nggak dia pulang dengan siapa?"


"Enggak, kebetulan tadi saya ke belakang karena sakit perut. Saat saya kembali ke sini, dia sudah tidak ada lagi. Saya pikir sudah dijemput orang tuanya."


Richard lalu menangkap kepalanya dengan tangan kanannya, kemudian dia menjabat rambutnya sendiri. karena dia benci dengan dirinya sendiri yang tak bisa menjaga putrinya.


Kring ...


Kring ...


Kring ...


Richard mengalihkan perhatiannya ke arah ponselnya. Dilihatnya Arga yang menghubunginya. sebelum menerima panggilan itu Richard berharap Arga membawa kabar baik untuknya.


"Halo, Arga gimana? apa Mauren udah di rumah Dani?"


"Tidak ada Tuan. pintunya dikunci, Ada gembok menggantung di pintu itu. ponsel Dani ketinggalan di rumah. Tadi saya mendengar ponselnya berbunyi sepertinya ada yang menghubunginya.


"Pasti istriku yang menghubunginya."


"Di sekolah, Mora juga tidak ada. Aku bingung mau cari dia di mana?"


"Coba Tuan minta rekaman CCTV di sana."


"Benar juga ya. Aku kalau lagi pada begini tidak bisa mikir."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2