
Satu minggu kemudian Mauren dan Bimbim didampingi kedua orang tua beserta kuasa hukum masing-masing, baru saja keluar dari ruang persidangan. Kini keduanya sudah resmi berpisah. Mulai hari ini Mauren dan Bimbim resmi menyandang gelar janda Dan duda.
"Sekarang kalian sudah resmi berpisah, Papa harap kalian berdua akan tetap bersahabat seperti dulu, jangan ada perselisihan Di Antara Kalian setelah ini."pesan Richard pada Mauren dan blimbing. Mauren dan Bimbim hanya mengangguk.
Fernando menepuk untuk anaknya. Mencoba untuk memberikan semangat kepadanya. Dia tahu putranya itu tidak ingin berpisah dengan Mauren. Tetapi Apa daya putranya sendiri yang membuat kesalahan sehingga perbedaan itu tidak bisa dipertahankan.
"Ayo Bim, kita ke kantor. Satu jam lagi ada meeting."
Setelah berpamitan, Mereka pergi ke tempat masing-masing. Mauren ikut papanya ke kantor, sedangkan Dora melajukan mobilnya menuju butik miliknya.
Di sepanjang perjalanan menuju kantor, Fernando banyak memberi nasehat pada putranya.
"Bim, Papa minta sama kamu, setelah ini jangan pernah lagi mempermainkan pernikahan. Selain itu, kamu juga harus lebih berhati-hati dalam memilih pasangan. jangan seperti si Aulia, kamu harus bisa membedakan mana yang benar-benar tulus sama kamu dan mana yang hanya menginginkan uang kamu saja."ujar Fernando kepada putranya.
"Iya, Pa " sahut Bimbim dengan nada sendu.
"Coba kamu contoh papa. Papa dua kali punya istri tapi tidak ada yang gila harta. tidak seperti si Aulia itu, belum jadi istri kamu Dia sudah beratus-ratus juta menghabiskan uang. Bagaimana kalau dia sampai jadi istri kamu? bisa-bisa gulung tikar perusahaan Papa yang sudah Papa bangun dari nol."ucap Fernando kepada Bimbim.
Bimbim bergeming mendengar nasehat. karena apa yang dikatakan oleh bapaknya benar. Aulia sudah sangat banyak menghabiskan uang tabungan Bimbim, bahkan uang dari perusahaan pun sering Bimbim ambil untuk memenuhi keinginan Aulia. Dia mengira kalau Papanya tidak mengetahui itu semua, padahal Papanya sudah memantau bimbing sebelumnya.
Kabar perceraian Mauren dan Bimbim sudah sampai kepada Mario. itu pasti, karena adik Mario melihat Mauren dan Bimbim keluar ruang persidangan. Dia juga sempat mendengar pembicaraan antara orang tua Mauren dengan orang tua Bimbim.
Adik perempuan Mario memberitahu, kalau Maureen sudah bercerai dengan Bimbim dan sudah tidak ada lagi ikatan apa-apa di antara mereka selain persahabatan.
Mario yang mengetahui itu pun, tersenyum dan berniat ingin merebut kembali hati Mauren. "Mauren, Aku akan memperjuangkan Cinta Kita. pasti kamu tidak bahagiakan menikah dengan Bimbim sehingga kamu bercerai? Aku tahu kamu masih sangat mencintaiku. Aku akan memperjuangkan cinta kita sayang."gua mah Mario di dalam hati.
Sekarang tak ada yang bisa lagi menghalangi untuk bisa bersatu dengan Mauren. kakeknya yang menentang hubungannya dengan Mauren sudah tidak dipedulikan lagi. sejak kejadian kecelakaan itu terkuak, Mario sudah menganggap keluarga besar ayahnya seperti orang asing. dia sudah memberi zakat pada keluarga besar itu.
Berbeda dengan ibunya yang memang tidak memiliki keluarga, Karena Wanita itu dibesarkan di panti asuhan menjadi anak yatim piatu sejak kecil. Mamanya Mario selalu mendukung keputusan yang terbaik untuk anaknya. Dia hanya ingin kalau putranya itu hidup bahagia dengan pasangannya.
__ADS_1
Malam harinya, Mario berinisiatif untuk mulai membuka berkomunikasi kembali dengan Mauren. pria itu masih canggung juga langsung berbicara melalui sambungan telepon, Dia memutuskan untuk mengirim pesan saja pada Mauren.
"Selamat malam Mauren, apa kabar? pesan yang dikirimkan oleh Mario. pesan itu langsung masuk namun Sudah hampir 1 jam pesan itu belum juga dibaca oleh Maureen.
Ponsel Mauren saat ini ada di dalam kamarnya. sedangkan Mauren Dia sedang berada di lantai bawah berkumpul dengan kedua orang tua dan adik satu-satunya di ruang tengah.
"Mauren, Apa kamu masih berkomunikasi dengan Mario?"tanya Dora
Mauren menggelengkan kepala. "setelah aku dan Bimbim menikah, kami sudah tidak ada komunikasi lagi, Ma."nomorku sepertinya diblokir oleh kak Mario. bahkan adiknya saja sudah tidak pernah lagi menghubungiku. aku mencoba menghubunginya juga tapi tidak direspon."Mauren memberitahu
"Sampai seperti itu Mario memutuskan silaturahmi sama kamu."
"Iya, Ma. Padahal aku ingin mengakhiri hubungan dengan cara baik-baik. tapi kak Mario sepertinya marah banget sama aku."
"Sudah, Mauren. Kamu lupakan saja dia. pria seperti itu tidak pantas menjadi pasangan kamu. keluarganya juga tidak jelas begitu,"ucap Richard. Dia yang awalnya ingin menyimak obrolan saja, tidak tahan untuk Tidak berkomentar.
"Kalau nanti Mario tahu kamu sudah bercerai dari Bimbim, Jangan pernah kamu balik sama dia."imbuh Richard lagi geram.
Tepat jam 10.00 malam, Mauren berniat masuk ke kamar dan istirahat. Wanita itu memutuskan untuk tidur. Sebelum tidur, dia memeriksa ponselnya terlebih dahulu. keningnya terlihat berkerut setelah membaca pesan dari Mario.
"Kak Mario? Kenapa dia kembali menghubungiku? bukankah dia sudah memblokir nomorku?"gumam Mauren di dalam hati.
Mauren menggerakkan jarinya untuk membalas pesan yang dikirim Mario. niat Gadis itu hanya ingin menyambung silaturahmi saja, tidak lebih.
"Malam juga Kak. Kabar Aku alhamdulillah baik."pesan dikirim oleh Mauren langsung dibaca oleh Mario. pria itu dengan semangat langsung mengetik balasan pesan kembali.
"Mauren, kita bisa bertemu nggak?"
"Ketemuan? untuk apa kak? kalau ada yang ingin dibahas bicarakan saja di telepon."Mauren teringat dengan ucapan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ada banyak yang ingin Kakak bicarakan sama kamu. Tidak enak kalau dibicarakan lewat telepon."
Setelah memikirkan sejenak, akhirnya Mauren menyetujui kalau dia bersedia bertemu dengan Mario.
"Iya Kak, di mana?"
"Nanti aku share lokasinya. Terima kasih ya Mauren."
Setelah Mauren bersedia bertemu dengan Mario. Mario meletakkan ponselnya di atas markas. Malam ini Mario merasa bahagia, karena akhirnya Mauren mengabulkan permintaannya bersedia bertemu dengannya esok hari.
Keesokan harinya, gini waktu yang ditunggu-tunggu oleh Mario sudah tiba. pria itu kemarin sudah memotong rambutnya sesuai dengan bentuk model rambut kesukaan Mauren. dia juga mengenakan pakaian dan sepatu yang sesuai dengan selera mantan kekasihnya.
Berbeda dengan Mario, Mauren justru berpenampilan sederhana saja namun tetap modis di mata orang yang melihat. Gadis itu yang menggunakan riasan yang simpel saja. hanya menggunakan bedak tipis sentuhan sedikit lipstik berwarna peach.
"Mau ke mana nak?"tanya Dora saat melihat Mauren menuruni tangga sambil mengenakan tas selempang.
"Aku mau bertemu dengan Kak Mario Ma."mori sedikit ragu untuk mengatakannya. sebab dia takut Mamanya akan melarang dia bertemu dengan Mario.
"Bertemu? Untuk apa kamu bertemu dengan dia lagi nak?"apa kamu lupa kalau Papa dan kakek tidak menyetujui kamu belikan dengan Mario?"Dora mengingatkan putrinya.
"Aku tidak lupa Ma. kak Mario hari ini ngajakin aku ketemuan, katanya ada yang mau dibicarakan hal penting kepada aku."
"Terus kamu setuju?"
"Aku sudah tolak Ma, aku suruh ngomong via telepon, tapi dia tidak mau. Jadi aku terpaksa menyetujui ajakannya. rencananya aku juga mau sekalian minta maaf mengenai kejadian yang dulu itu. agar hubungan kami yang sudah beberapa bulan terakhir ini bisa berakhir dengan cara baik-baik."tutur mau menjelaskan.
Dora mengerti, hanya manggut-manggut. "Baik Mama izinkan kamu bertemu dengan dia. Tapi kamu harus ingat dengan pesan Papa tadi malam!"
Dora sudah berfirasat, kalau Maria mengajak putrinya bertemu bertujuan untuk meminta putrinya menjalin hubungan kembali. dia sengaja mengingatkan. Sebab Dora khawatir kalau Mauren akan kembali lagi pada Mario, mengingat hubungan keduanya yang pernah terjalin dulu bukan hitungan waktu sebentar.
__ADS_1
"Iya, Ma. aku akan selalu ingat pesan Papa."Mauren lalu berpamitan sambil mencium punggung tangan Dora.
bersambung..