
Mendengar ucapan Fernando, Bimbim bergeming sesaat. " Mauren, setelah ini aku masih bisa berjuang untuk mendapatkan mu kembali. Aku akan berusaha untuk memperbaikinya."gumam Bimbim di dalam hati.
Bimbim menatap ke arah Mauren. "Mauren, aku akan kabulkan keinginan kamu. Kalau perpisahan yang kamu inginkan."ucap Bimbim.
Terlihat bimbing menghela nafas panjang sambil memejamkan matanya. "Mauren, saya ceraikan kamu, mulai saat ini kamu bukan istri saya lagi."
Akhirnya kalimat talak itu meluncur juga dari mulut Bimbim. Mimik wajah Mauren itu terlihat datar. Ada sedih dan lega yang wanita itu rasakan dalam hatinya.
Bukan sedih karena berpisah dari Bimbim. melainkan, sedih karena usianya yang masih muda sudah menyandang status janda. dia tidak menyangka saja pernikahannya berakhir secepat ini. Padahal dulu Dia berkeinginan dalam hidupnya hanya menikah Satu kali Saja.
Namun, nasib Siapa yang tahu? pernikahannya bertahan tidak sampai hitungan tiga bulan. Di dunia ini tidak ada satu orang pun yang menginginkan pernikahan berakhir dengan perceraian. Tapi mau bagaimana lagi, pernikahannya dengan Bimbim saja dari awal tidak didasari oleh cinta.
Selama beberapa minggu ini juga, tidak ada usaha dari Bimbim untuk membuat pernikahan mereka berjalan normal seperti layaknya orang-orang pada umumnya. padahal seandainya Bimbim dari awal mau berkomitmen menjadi suami yang baik untuknya, dia bersedia membuka hati untuk pria itu. Walaupun di hatinya masih ada Mario.
Begitu pula dengan Bimbim yang masih ada Aulia. Karena Mauren yakin, seiring berjalannya waktu cinta itu pasti akan tergantikan oleh orang yang selalu ada untuknya.
__ADS_1
Namun, pada kenyataannya yang ada Bimbim masih menjalin hubungan dengan Aulia. Hal itulah yang membuat Mauren menutup hatinya untuk pria itu.
Terlihat Fernando mengusap punggung anaknya. Dia tahu, mimpi merasa berat berpisah dengan Mauren. Namun, mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. tak bisa lagi mengembalikan keadaan seperti semula.
Dalam hati pria itu berharap, Semoga anaknya kelak akan menemukan pengganti seorang gadis yang baik seperti Mauren, bukan seperti Aulia yang menurutnya suka menghambur-hamburkan uang saja.
Sejak mendengar kalimat talak yang diucapkan oleh Bimbim, Bastian langsung termenung. dalam hatinya bertanya, Apakah sang pencipta sedang berpihak padanya? Apakah penantian panjangnya selama ini akan segera berakhir di pelaminan? tanya Bastian dalam hati. Pria itu sangat berharap dia akan berjodoh dengan Mauren.
Pandangan mata Bastian mengarah kepada Mauren. gini wanita yang sedang dipandanginya adalah wanita yang bebas, tidak terikat dengan siapa-siapa lagi. Jadi mulai sekarang, dia bisa lebih leluasa untuk menelepon atau mengirim pesan pada Mauren. Bahkan ingin bertemu pun juga bebas, asal dengan catatan Wanita itu sudah bercerai resmi.
Jika ke depannya Mauren memiliki kekasih lagi, dalam menyeleksi calon suami Mauren. mereka akan menyelidiki mulai dari keluarga inti sampai keluarga besar itu. Sebab, mereka tidak ingin kejadian seperti Mario terulang lagi. menikah tanpa dihadiri oleh pihak keluarga besar. Yang sudah bisa ditebak, kalau keluarga besar Mario tidak setuju dengan pernikahan Mauren dengan.
Tak lama setelah mengucapkan kata talak, Bimbim berbisik kepada Papanya. dia ingin segera pulang dari rumah Richard. pria itu tidak ingin berlama-lama berada di rumah Richard. Fernando sangat mengerti dengan kondisi anaknya. pasti saat ini anaknya ingin menenangkan diri.
"Pak, Bu. Apakah masih ada yang ingin dibahas lagi dengan Bimbim?"tanya Fernando pada orang tua dari Dora dan Richard.
__ADS_1
"Sudah cukup."sahut Tuan Nicholas. Sebab masalah rumah tangga cucunya dengan Bimbim sudah menemui jalan keluar, Iya itu bercerai.
"Karena sudah tidak ada yang perlu dibahas lagi, saya dan Bimbim ingin pamit pulang."Fernando beranjak dari duduknya. pria itu pamit dengan mengundurkan tangan, diikuti oleh Bimbim. keduanya menyalami orang-orang yang ada di sana. Hanya Tuhan Bernardo saja yang menolak uluran tangan dari Bimbim.
Setelah Fernando dan anaknya keluar dari rumah itu, Cornel dan putranya juga ingin berpamitan pulang. Karena keduanya tidak enak berada di tengah-tengah keluarga besar Richard. apalagi dalam suasana seperti ini.
Sama seperti yang dilakukan oleh Fernando, Cornel juga mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada orang-orang yang ada disana. Bastian juga mengikuti langkah Papanya bersalaman dengan keluarga besar Richard. pria itu mencium punggung tangan orang-orang yang lebih tua darinya.
Kini Bastian berada tepat di depan Tuan Bernando. Bastian mencium punggung tangan pria itu. Tuan Bernando menatap lekat ke arah Bastian.
"Kamu teman Mauren dari kecil juga kan?"tanya Tuan Bernando sambil mengingat-ingat.
"Iya kek,"Bastian sambil tersenyum.
"Kamu sepertinya cocok dengan cucu saya."ucapkan Bernando yang mampu membuat orang-orang yang ada di sana membulatkan mata terkejut mendengar ucapan Tuan Bernando.
__ADS_1
bersambung....