
Keesokan harinya, seperti biasa Mia melakukan aktivitasnya bekerja di perusahaan keluarganya. Mia sengaja membantu Tuan Nicholas dan Richard di perusahaan, mengingat perusahaan yang dipimpin oleh Richard dan Papanya Itu masih membutuhkan tenaganya yang ahli di bidangnya.
Saat pulang dari kantor, Mia langsung melangkah ke arah ruang keluarga. Wanita itu ingin berbicara sebentar dengan Nyonya Alena.
"Mom, Kak Afrian malam ini mau ngajak aku ke resepsi pernikahan sepupunya. Aku boleh keluar ikut nggak?"
"Dengan Afrian? boleh saja, yang penting pulangnya jangan sampai larut malam."sahut Nyonya Alena yang merasa yakin dengan Afrian, bahwa Afrian adalah pria baik-baik yang sudah lama berteman dengan putranya.
"Iya Mom, Habis dari sana kami langsung pulang kok."sahut Mia sambil mengembangkan senyumnya menatap indahnya Alena dengan tatapan penuh arti.
Tepat pukul 07.00 malam, mobil yang dikendarai oleh Afrian sudah tiba di halaman rumah keluarga Nicholas. Sebelum turun, Afrian merapikan kembali rambutnya melalui kaca spion di dalam mobilnya.
Setelah penampilannya dirasa sempurna, Afrian selalu turun dari dalam mobilnya dan langsung melangkah menuju teras rumah. saat sudah sampai di teras, Afrian langsung menekan bel pintu utama.
Tak berselang lama, salah satu asisten rumah tangga membuka pintu utama.
"Mia Ada bi?"
"Non Mia ada Tuan, sepertinya masih ada di kamarnya."sahut asisten rumah tangga itu
"Siapa Bi? tanya Nyonya Alena setengah berteriak.
Asisten rumah tangga menatap ke arah pemuda itu, dia lupa nama teman dari Putra majikannya.
"Afrian,"ucap Afrian dengan suara lirih.
"Tuan Afrian nyonya!!"sahut asisten rumah tangga itu setengah berteriak.
Nyonya Alena lalu berjalan ke arah ruang tamu bersama dengan Tuan Nicholas. Afrian yang melihat itu ada sedikit perasaan takut. bayangan mertua Richard selintas muncul di pikirannya.
"Masuk Afrian!"ucap Nyonya Alena ramah kepada teman putranya itu.
Afrian lalu melangkah masuk dan duduk di sofa ruang tamu itu.
"Kamu mau ngajak Mia ke mana Afrian?"tanya Tuan Nicholas dengan wajah datarnya.
"Emmm... ke acara resepsi pernikahan sepupu saya Om."sahut Afrian dengan nada gugup.
"Jangan lama-lama ya! sebelum larut malam, Mia sudah harus di rumah. "ujar Tuan Nicholas
"Baik Om."sahut Afrian dengan singkat.
"Ngak disangka, ayahnya Mia yang biasanya ramah, tapi malam ini begitu tegas. Mirip dengan mertua Richard Tetapi lebih galak mertuanya Richard."gumam Afrian di dalam hati.
Awalnya Afrian mengira, pria paruh baya itu akan bersikap seperti biasanya. Ramah dan enak diajak ngobrol. Namun malam ini, sisi lain dari pria itu keluar juga. Hampir mirip sekali auranya dengan tuan Bernando. Padahal Afrian tidak mengetahui bagaimana Richard menghadapi Tuan Bernando, sebelum dia mendapat Restu.
Beberapa saat kemudian, Mia keluar dari dalam kamarnya. Malam ini dia mengenakan dress warna silver yang simpel dan elegan. dia juga memakai sepatu high heels yang senada dengan bajunya Begitu juga dengan tas sandang yang ia kenakan semuanya terlihat cantik dan elegan. sehingga terlihat manis dan memberikan kesan girl dan feminin.
Afrian terpaku saat melihat penampilan Mia malam ini yang begitu sangat cantik. mulutnya sempat ternganga beberapa saat.
"Ehemmm......"Tuan Nicholas berdehem untuk menyadarkan Afrian. Afrian langsung mengatur kembali mulutnya, dan langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk mengalihkan rasa malunya terhadap pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Papi,Mami... Mia berangkat dulu ya."Mia mencium punggung tangan kedua orang tuanya takzim.
"Om, Tante.... kami berangkat sekarang ya."pamit Afrian.
"Iya hati-hati. ingat pesan saya!"ucap Tuan Nicholas.
"Iya Om."sahut Afrian sambil menganggukkan kepalanya.
Kemudian Mia melangkah keluar rumah mengikuti Afrian yang berjalan ke arah mobilnya. Terlihat Afrian membukakan pintu mobil untuk Mia. perlakuan Afrian itu tak luput dari perhatian orang tua Mia.
Setelah mengenakan sabuk pengaman mobil, Afrian mulai menyalakan mesin mobil miliknya. lalu perlahan menginjak pedal gasnya meninggalkan rumah utama keluarga Nicholas.
"Kak gimana dengan penampilan aku, cocok nggak untuk ke acara malam ini? Aku tidak mau membuat Kakak malu di sana. Karena penampilanku yang tidak pantas."
"Iya cocok sekali, Kamu terlihat semakin cantik."Puji Afrian.
Hati wanita itu langsung berbunga-bunga mendengar pujian yang dilontarkan oleh pria tampan yang duduk di sampingnya.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit membelah jalanan ibukota bangkok, mobil yang dikendarai oleh Afrian sudah memasuki halaman hotel tempat berlangsungnya acara pernikahan.
Setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran hotel, Afrian bergegas turun dari dalam mobilnya. Pria itu sedikit melebarkan langkahnya mengitari mobilnya. karena ingin membukakan pintu mobil untuk wanita pujaan hatinya.
Setelah pintu mobil dibuka oleh Afrian, Mia lalu keluar dari dalam mobil. tak lupa ia membawa handbag berwarna senada dengan dress yang ia kenakan.
"Mia, pakaian Kakak sudah rapi belum?"tanya Afrian sebelum beranjak dari area parkir.
wanita itu lalu memindai penampilan Afrian dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ternyata hanya bagian dasi saja yang kurang rapi.
Melihat perlakuan mea seperti itu, Afrian jadi membayangkan, seperti inilah nanti Saat Mia sudah menjadi istrinya.
"Sudah rapi Kak."
"Ayo kita masuk Mia!"keduanya lalu berjalan beriringan, tanpa ada tautan tangan.
Setelah sampai di teras hotel, Afrian langsung menuju pintu lift. karena acaranya diadakan di sebuah ballroom yang berlokasi di lantai lima. setelah menekan tombol yang ada di samping lift, tak berselang lama pintu lift itu terbuka. Mia dan Afrian bergegas masuk ke dalam lift, kemudian Afrian langsung menekan tombol lima.
Ting!
Pintu lift terbuka di lantai Lima. Mia dan Afrian segera keluar dari lift itu. Terlihat seorang pelayan mendekat ke arah keduanya. Mia dan Afrian lalu diarahkan menuju ballroom hotel tempat berlangsungnya acara.
Beberapa menit kemudian, Mia dan Afrian Akhirnya sampai di ballroom hotel. ballroom tersebut berdesain modern minimalis, belum itu terlihat sangat megah. Karena memiliki desain interior nan indah.
Saat masuk ke ruangan itu, Afrian diarahkan untuk mengisi buku tamu. Setelah selesai mengisi buku tersebut, Afrian dan Mia lalu melanjutkan langkahnya masuk ke dalam. Terlihat di sana begitu banyak tamu yang sudah hadir di ruangan itu. Nampak Afrian mengendarkan pandangannya. pria itu mencari keberadaan kedua orang tuanya. hingga akhirnya dia menemukan papa dan Mamanya ada di sisi depan panggung pelaminan.
Melihat orang tuanya berada di sana, Afrian lalu mengajak Mia ke arah depan panggung. Pria itu bermaksud ingin mengenalkan Mia kepada kedua orang tuanya.
"Mia, bisa nggak kamu rangkul lengan kakak?" bisik Afrian di telinga Mia.
Mia menolak permintaan pria itu.
"Nah, ini si Afrian nya. Afrian sini!!! Panggil Papanya.
__ADS_1
"Ada apa Pa?"tanya Afrian saat sudah berada di samping orang tuanya.
"Ini teman Papa mau ngenalin putrinya sama kamu."
"Afrian ini anak tante, dulu waktu kecil kalian pernah bertemu." ucap wanita paruh baya itu.
Afrian melihat ke arah wanita di samping wanita paruh baya itu. dilihatnya tubuhnya langsing. Namun terlihat lebih pendek dari Mia. Wanita itu berusia di bawah 5 tahun dari Afrian. wanita itu mengenakan pakaian yang sedikit seksi, kerah bajunya yang terlalu ke bawah itu sangat menampakkan belahan dadanya yang sedikit menonjol sempurna.
Sangat berbeda sekali dengan penampilan Mia yang sopan. wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Afrian. " lady."
Afrian menyambut uluran tangan wanita itu. "Afrian"
Wanita itu enggan melepaskan tahu tantangannya pada Afrian. Tatapan matanya menatap ke arah wajah aprian yang terlihat tampan.
Nampak Afrian menarik tangan kanannya agar wanita itu melepaskan tautan tangannya.
"Afrian,ini Mia ya?" tanya Mamanya Afrian
"Iya Ma."
"Mia, Ayo kenalan sama orang tua kakak." bisik Afrian di telinga Mia. lady yang melihat itu menatap tajam ke arah Mia.
"Saya Mia Tante." ucap wanita itu saat tangannya bertahun dengan Mamanya Afrian. wanita paruh baya itu tersenyum.
"Saya mamanya Afrian." wanita paruh baya itu pun memperkenalkan diri.
"Mia, ini papa aku."
Mia lalu mengulurkan tangannya pada Papanya Afrian. "Saya Mia, Om."
pria paruh baya itu mengulurkan tangannya.
"Maaf, gadis ini siapa Nak Afrian?" tanya wanita paruh baya temannya Papanya Afrian.
"Dia Pacar saya Tante." tegas Afrian.
"Apa benar begitu?" tanya wanita paruh baya itu dengan tatapan penuh selidik.
"Afrian berbisik kepada Mia." Iya kan aja dulu."
"Iya Tante, saya pacarnya Kak Afrian." tangannya masih merangkul lengan kiri pria itu.
"Mama!!"rengek lady, wanita itu menoleh ke arah orang tuanya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1