
Di sebuah gedung pencakar langit, tepatnya perusahaan keluarga Nicholas sedang berbicara dengan asisten pribadinya.
"Bagaimana, apa sudah ketemu siapa pelaku yang menabrak anak saya?"
"Belum Tuan info terakhir yang saya dengar orang-orang kita sedang memburu mereka masuk ke perkampungan.
"Nanti kalau sopir itu sudah ditemukan, kalian Langsung saja bawa mereka ke ruang bawah tanah."perintah Tuan Nicholas
"Baik Tuan!
Beberapa hari kemudian, saat ini nyonya Alena sedang berdiri di samping ranjang anaknya.
"Nak, bangun! cepat bangun Nak. Mami merindukan kamu. Ada banyak hal yang ingin Mami tanyakan pada kamu Nak."
"Beberapa saat kemudian jari tangan Richard bergerak. Nyonya Alena yang melihat itu matanya langsung berbinar.
Nyonya Alena langsung menekan tombol yang ada di dinding ruang ICU itu untuk memanggil dokter. Tak berselang lama terlihat dokter dan perawat langsung berlari ke arah ruang ICU tempat Richard dirawat.
"Ada apa Bu? tanya dokter dengan nafas yang masih ngos-ngosan akibat berlari menuju ruang ICU.
"Dokter, jari tangan Putra Saya baru saja menunjukkan pergerakan. Tolong periksa kondisi Putra Saya." mohon Nyonya Alena.
Mata dokter dan perawat langsung mengarah ke jari tangan yang dimaksud. Namun, tidak terlihat lagi pergerakan dari jari tangan itu.
__ADS_1
"Ibu bisa tunggu di luar sebentar, biarkan dokter memeriksa kondisi pasien." pinta salah satu perawat itu kepada Nyonya Alena.
Nyonya Alena mengangguk. Lalu wanita paruh baya itu berjalan keluar ruangan.
Di luar ruangan terlihat Tuan Nicholas yang baru pulang dari kantor dan Mia yang baru kembali dari kantin rumah sakit.
Mereka Langsung menghampiri Nyonya Alena karena terkejut saat melihat dokter dan perawat berlarian ke arah ruangan Richard.
"Mami ada apa? apa yang terjadi dengan anak kita? kenapa dokter dan perawat langsung berlari masuk ke ruangan Richard. Tuan
Nicholas memberondong pertanyaan pada istrinya, khawatir terjadi sesuatu kepada putranya.
"Papi, baru aja jari tangan Putra kita sudah mulai bergerak Pi, itu artinya sebentar lagi anak kita akan sadar." ucap Nyonya Alena dengan mata berbeda wanita baru bayar itu tidak bisa menutupi kebahagiaannya.
Sekitar sepuluh menit kemudian, terlihat perawat keluar dari ruangan itu, dan langsung menghampiri pasangan paruh baya itu.
"Maaf, Pak. Apakah Bapak sudah memesan ruangan untuk pasien saat ini?" pasien sudah sadar, sebentar lagi dokter akan memindahkan pasien ke ruang perawatan.
"Belum sus, siapkan saja ruang rawat yang terbaik untuk putra saya. Sebentar lagi saya akan kebagian administrasi untuk mengurusnya." ucap Tuan Nicholas penuh dengan semangat.
Beberapa menit kemudian terlihat perawat mendorong Branker Richard, menuju ke ruang rawat VVIP. Pria itu sudah membuka matanya. Dia terlihat tersenyum ke arah Nyonya Alena dan juga Mia. Nyonya Alena dan Mia berjalan mengikuti Richard itu saat sudah sampai di ruang rawat VVIP, dua orang perawat laki-laki membantu Richard untuk pindah ke atas ranjang yang ada di ruangan itu.
"Papi, mana Mom? tanya Richard setelah perawat keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Ayah, habis ke bagian anus administrasi langsung pergi ke kantin untuk membeli makanan.
"Mami tahu wanita yang Richard dorong saat kecelakaan itu, Bagaimana kondisinya sekarang?
Hening....
Nyonya Alena tertegun sesaat.
"Yang Mami tahu sih, wanita itu sudah pulang ke rumah dua hari yang lalu.
"Bagaimana dengan keadaannya Mom?
"Sepertinya dia hanya mengalami luka ringan. Mami belum pernah melihat kondisinya secara langsung.
Nyonya Alena sebenarnya ingin sekali melihat kondisi Dora. Namun, dilarang oleh suaminya. Karena takut orang tua Dora tidak menyambut baik, kedatangan istrinya.
Nyonya Nadia ingin sekali membahas mengenai kedatangan orang tua Dora, saat di depan ruang beberapa hari yang lalu pada Richard. Namun, hal itu diurungkan karena mengingat Richard yang baru saja sadar dari komanya beberapa hari yang lalu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"