
Tuan Nicholas lalu membuka pintu ruangan itu. "Mia ayo kita pulang sekarang!"ucap pria paruh baya itu di depan pintu ruang kerjanya.
"Papa duluan saja, aku lagi menunggu Kak Afrian Katanya dia mau mengantar mobilku sore ini." sahut Mia
Tuan di kelas manggut-manggut. "Ya sudah kalau begitu Ayah pulang duluan."kemudian pria paruh baya itu menutup pintu ruang kerja Mia kembali.
Sepeninggalan Tuan Nicholas, ponsel Mia tiba-tiba mendapat panggilan masuk dari Afrian.
Mia mengangkatnya
"Halo Mia."
"Halo."
"Mia, kamu sudah selesai bekerja belum? ini kakak sudah ada di parkiran.
"Tunggu sebentar."setelah itu Mia memutuskan sambungan telepon selulernya. Wanita itu langsung mengambil tas dan blazer yang dia gantung di sandaran kursi kerjanya. Lalu keluar dari dalam ruangannya.
Di dalam mobil, terlihat Afrian melihat Mia berjalan ke arah parkiran. Setelah sampai di samping pintu mobil, Mia mengetuk kaca jendela mobilnya. Afrian lalu menurunkan kaca jendela mobil.
"Ayo Mia masuk, duduk di samping kursi kemudi!
"Loh kok gitu? Ini kan mobil aku!" protes wanita itu.
"Kakak, ayo cepat keluar!" tangan Mia mencoba membuka pintu mobil itu. Tapi tidak bisa dibuka, karena pintu itu dikunci oleh Afrian.
"Mia, coba kamu masuk dari pintu sebelah sana, pasti bisa dibuka!
"Kak, aku nggak suka bercanda!"Mia mulai emosi.
"Mia kalau kakak keluar, nanti Kakak pulangnya sama siapa? Kakak sudah capek-capek ke sini mengantar mobil kamu Masa kamu tega ninggalin kakak."
Mia lalu membuang nafas kasar. Wanita itu lalu membuka pintu belakang mobilnya dan langsung duduk di belakang.
Afrian tersenyum. Dia Lalu menjalankan mobil itu keluar dari area perusahaan.
Beberapa menit kemudian Afrian menghentikan mobilnya di sebuah cafe shop. "Kak, kenapa berhenti di sini?"protes Mia karena dia baru sadar saat mobil itu sudah berhenti. Sebab sepanjang jalan wanita itu perhatiannya ke layar ponselnya terus?
"Kakak lapar, kita makan sebentar atau ngopi."Kakak haus dan ngantuk. Ayo turun!
__ADS_1
"Kamu saja yang turun,.aku nggak."
"Ya sudah, kalau gitu kita sama-sama nggak usah turun.
"CK.... Mia berdesak kesal."
Wanita itu lalu turun dari dalam mobil. Afrian juga ikut turun. Kunci mobil itu dia masukkan ke dalam saku celana jeans-nya bagian depan. Sebab kalau nanti dia letakkan di meja, pasti Mia akan mengambilnya dan langsung meninggalkannya pergi dari tempat itu.
Setelah sampai di dalam, keduanya langsung mengambil tempat duduk.
Beberapa menit kemudian pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka.
"Mau pesan apa Mbak, Mas?"
"Coffee latte." sahut Mia dan Afrian secara bersamaan.
Pelayan itu mengulum senyum. "Maaf Mbak Mas, bisanya kalau laki-laki dan perempuan mengatakan sesuatu bersamaan seperti itu kemungkinan mereka akan jodoh.
"Amin." sahut Afrian
"Iya mbak, itu untuk orang yang lagi pacaran saja. Jadi tidak berlaku untuk orang yang tidak ada hubungan apa-apa sahut Mia."
"Maaf ya Mbak, tadi saya cuman bercanda saja.
"Oh iya, apa Ada tambahan lagi.?"
"Burger." sahut Afrian sedangkan Mia, wanita itu hanya menggeleng.
Pelayan itu lalu pamit dari tempat itu.
Beberapa saat kemudian, pelayan itu datang kembali dan membawa sebuah nampan berisi makanan dan minuman pesanan mereka.
"Mia, bisa tidak hubungan kita seperti dulu lagi. Kakak nggak mau kesannya dimusuhi sama kamu seperti ini?"tutur Afrian Setelah dia menyesap kopi yang ada di dalam cangkir itu.
Mia terdiam. Dia berpikir sesaat. Sebenarnya kejadian kolam renang saat di California, dia tahu kalau Afrian hanya ingin membantu dirinya menutupi tubuh seksi milik Mia kala itu."
Dari awal Afrian mengirim pesan waktu di California, sebenarnya Mia sedikit banyak merenungi pesan yang dikirim oleh pria itu. Namun, karena dia malu bertemu dengan Afrian, jadi Mia lebih baik memberi kesan Afrian bahwa dia marah pada pria itu. Supaya Afrian tidak berani bertemu atau mendekatinya lagi.
Namun, pertemuan yang tidak sengaja seperti di Mall kemarin, mobil mogok sampai dia duduk di cafe shop ini membuatnya sulit menghindari Afrian. Rasanya percuma saja menghindari Afrian pikirnya.
__ADS_1
"Gimana Mia, Kok diam ?" Afrian tidak sabar menunggu jawaban wanita itu.
Mia Lalu membuang nafas kasar.
"Iya," jawabnya singkat
"Iya apa, Mia? kamu setuju nikah sama kakak."
Tuk! sesuatu melayang di kening pria itu.
"Kakak lupa ya sama pertanyaan kakak?"ucapnya sambil memakan makanan yang ada di hadapannya.
"Ya, siapa tahu aja bisa sekalian, iya kan!"
Mia tidak merespon ucapan Afrian lagi.
Meskipun begitu Afrian sudah sangat bahagia. Karena Mia sudah tidak marah lagi padanya. Selanjutnya tinggal pendekatan saja lagi pikirnya.
Setelah menghabiskan menu makanan yang mereka pesan serta membayar bill, keduanya lalu keluar dari tempat itu.
"Kakak mau diantar kemana?" tanya Mia saat sudah keluar dari tempat itu.
"Ke bengkel saja. Karena mobil Kakak ada di sana."
"Mana kuncinya?" wanita itu menengadahkan tangannya.
"Tapi kamu jangan kabur ya." Afrian khawatir kalau Mia akan meninggalkannya.
"Iya mana kuncinya, Kak."
Afrian lalu meletakkan kunci itu di telapak tangan Mia
Lalu cepat-cepat melangkah ke sisi kiri mobil dan langsung membuka pintu depan, dan duduk di samping Mia
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN