Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 154. DI KAMPUS


__ADS_3

Di sebuah kampus ternama yang ada di ibukota Bangkok. Pagi ini Mauren pergi ke kampus bersama Bimbim. lebih tepatnya Bimbim numpang di mobil Mauren. Karena mobil Bimbim mendadak mogok di depan gerbang perumahan.


Tak jauh dari tempat itu, Aulia pacar Bimbim baru saja memarkirkan motornya. Pagi yang dingin ini tidak dirasakan dingin oleh wanita itu. sebab hatinya mendadak panas melihat bimbing baru saja keluar dari mobil Mauren.


Tak jauh berbeda dengan Aulia, Sarah gadis yang menyukai Bimbim itu juga terkejut melihat lelaki pujaan hatinya berangkat ke kampus satu mobil dengan Mauren, wanita yang selalu membuatnya iri. sebab Mauren di kampus menjadi incaran cowok-cowok tampan, kecuali Bimbim.


Hanya Bimbim yang tidak tertarik dengan Mauren. Mungkin karena Bimbim sejak kecil sudah berteman dengan Mauren, sehingga dia melihat kecantikan Gadis itu seperti biasa-biasa saja, tidak ada yang spesial.


Begitu juga dengan Bimbim di mata Mauren, ketampanan lelaki itu menurutnya biasa juga. Padahal Bimbim merupakan pria paling tampan saat ini di kampusnya. Maka dari itulah di antara keduanya, walaupun sudah berteman lama, tidak pernah ada perasaan apa-apa yang keduanya rasakan.


Tak jauh dari tempat itu, Pak Mario datang lebih dulu dari Mauren, dia juga merasakan kecemburuan. Posisi pria itu sedang berdiri di samping mobilnya yang dia parkir di tempat parkir khusus dosen.


"Terima kasih ya, Mauren tumpangannya,"ucap Bimbim Setelah dia menutup pintu mobil Mauren sebelah kiri.


"Iya."santai aja kali.


"Bimbim!"Panggil Aulia yang melebarkan langkahnya menghampiri kekasihnya yang sudah satu tahun ini mengisi hatinya.


Sarah yang melihat itu langsung mengepalkan tangannya, dan melongos pergi dari tempat itu. Kini yang tersisa di tempat itu hanya Mauren dan Pak Mario. dosen itu lalu menghampiri Mauren. "Sayang, kok kamu berangkat dengan Bimbim?"


"Mobil Bimbim mogok Pak. makanya dia numpang sama aku. Kebetulan rumah kami saling berdekatan."


"Sayang, kalau kita sedang berdua seperti ini jangan pakai Pak lagi manggilnya. panggil saja Mas atau kakak."


"Tapi kita sekarang lagi di kampus Pak."


Beberapa saat kemudian, seorang gadis cantik bernama Atalia baru saja memarkirkan motornya. Tatapan Gadis itu langsung menatap ke arah Mauren. "Mauren!"Atalia memanggil.


"Hai Lia."Mauren melambaikan tangannya ke arah sahabatnya.


"Hai .."Atalia setengah berlari menghampiri Mauren.


"Pak, kami duluan ya."pamit Mauren meninggalkan Mario begitu saja.


Pak Mario adalah dosen termuda di kampus. wajahnya tak kalah tampan dari Bimbim. sudah sekitar satu tahun ini dia menjalin hubungan dengan Mauren, mahasiswi yang paling cantik di kampus ini.


Sebenarnya Mario sudah ingin menikahi Mauren saat Baru beberapa bulan mereka menjalin hubungan. Namun, Mauren menolaknya. Alasannya dia ingin fokus kuliah dulu. Maka dari itulah setelah wisuda nanti, Mario akan segera melamar Mauren pada orang tuanya.

__ADS_1


"Tak lama lagi Mauren. tinggal beberapa bulan lagi kamu akan menjadi milikku. kita akan hidup bahagia bersama anak-anak kita."ucap Mario dalam hati, saat dia berjalan menuju ruangannya.


Mario benar-benar sangat mencintai Maureen. Gadis yang menjadi incaran di kampus, tidak banyak yang mengetahui keduanya memiliki hubungan. hanya teman dekat Mauren saja yang mengetahuinya. Begitu juga dengan Mario.


***


Jam istirahat, Mauren dan Atalia pergi ke kantin. "Kamu mau makan apa Maureen, Biar aku saja yang ngantri!"tanya Atalia.


"Tolong pesankan aku mie ayam aja Lia,"sahut Mauren.


Tak berselang lama, sarah juga datang bersama dengan Arini. "Arini, kamu saja yang antri, pesanin aku mie ayam!"seru Sarah.


"Iya,"sahut Arini patuh.


Arini berdiri di samping Atalia. kebetulan antrian di sana terdapat dua jalur. Beberapa saat kemudian, kini tiba giliran Atalia dan juga Arini yang berada di barisan paling depan.


"Mau pesan apa nak?"tanya ibu pemilik kantin.


"Mia ayam Bu, sahut Atalia dan Arini persamaan.


"Mie ayamnya sisa satu porsi nak."


"Saya yang lebih dulu antri Bu."Atalia tidak mau mengalah.


"Tidak bisa. pokoknya Ibu harus kasihkan Mie ayam itu buat Sarah.


Mauren yang melihat perdebatan sahabatnya dengan musuh lamanya itu, dia lalu berjalan mendekat. "Ada apa ini?"


"Ini Mauren. Mie ayamnya kan cuman sisa satu. sedangkan yang duluan antre berdiri di sini, aku. tapi dia ngotot nomor rebut mie ayam kamu


"Huh,... ternyata bakso ini punya dia, aku pikir punya si kacung ini.'


"Arini, kamu ngerti nggak sama antrian?"tanya Mauren, tangannya sambil bersedekap dada. Arini bergeming. dia tak berani melawan Mauren. Karena Arini tahu kalau Maureen hebat soal berkelahi.


"Bu, mana mie ayam saya?"Mauren mau minta mie ayamnya, lalu ibu kantin langsung menyerahkan semangkok Mie ayam itu pada Mauren.


"Bu, Sarah pesan bakso aja katanya."ucap Arini Setelah dia baru saja kembali dari meja Sarah.

__ADS_1


Sarah juga tidak berani melawan Mauren. dia sudah pernah melihat Mauren berkelahi dengan preman suruhannya. Gadis itu bermaksud ingin memberi pelajaran pada Mauren karena menurutnya Mauren Di kampus Ini sok kecantikan. Namun, saat itu, 2 preman suruhan Sarah kalah melawan Mauren.


Saat Mauren asik memakan mie ayam, ponselnya yang ada di atas meja Maureen tiba-tiba berbunyi. sebuah pesan masuk di ponsel Maureen. Dia lalu mengambil ponsel itu dan langsung membuka pesan masuk aplikasi hijau. ternyata pesan itu dari Mario, dosennya sekaligus kekasihnya.


"Mauren Kamu lagi di mana sayang? pesan dari pak Mario.


"Aku lagi di kantin Pak, makan mie ayam."balas Mauren.


"Aku susul ke sana ya Sayang!"


"Jangan pak! di sini banyak teman-teman aku. lagi pula aku juga sudah hampir selesai makannya."


***


Beberapa bulan kemudian, mahasiswa angkatan Mauren bersiap berangkat untuk kemping. Bimbim dan Aulia yang satu angkatan itu ikut dalam kegiatan itu. Begitu juga dengan Sarah dan juga Arini, keduanya juga tidak mau ketinggalan dalam acara itu.


Hanya Mauren dan Atalia saja yang tidak ikut. awalnya Atalia sudah mendaftarkan diri bersama Mauren. namun kemarin saat Mauren meminta izin kembali dengan ditemani oleh Atalia menghadap Dora, Gadis itu tidak mendapatkan izin dari Dora. oleh sebab itulah Mauren dan Atalia tidak jadi ikut dalam kegiatan camping hari ini. dan hal itu belum diketahui oleh Sarah dan juga Arini.


Setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkir kampus, Sarah berjalan menghampiri Arini yang baru saja diantar menggunakan motor oleh Mamanya.


"Arini, kamu sudah beli yang aku suruh kemarin belum? tanya Sarah


"Beressss,"Arini mengancungkan ibu jari tangan kanannya di depan Sarah. kedua Gadis itu lalu menaiki bis.


Sudah sekitar lima belas menit dia berada di dalam bis itu, tapi mereka tidak melihat keberadaan Mauren dan Atalia.


"Arini, kok mereka belum masuk bis? sebentar lagi bis akan berangkat.'


"Mungkin dia lagi kena macet di jalan."


"Iya juga ya."Sarah lalu memainkan ponselnya kembali.


 Beberapa saat kemudian, Sarah tersentak, karena bis yang dia tumpangi sudah mulai berjalan.


"Arini, apa mereka sudah naik bis?


"Kayaknya belum."

__ADS_1


"Masa sih, coba kamu jalan ke depan sana. Siapa tahu dia duduk di depan!"perintah Sarah.


bersambung .


__ADS_2