
Jam 04.15 subuh alarm ponsel Mauren berbunyi. Dia ingat pesan mamanya, agar bisa membawa diri saat tinggal di rumah mertua. jangan disamakan dengan tinggal di rumah sendiri.
Mauren beringsut turun dari tempat tidur. Baru dua langkah mau jalan, tiba-tiba wanita itu kembali lagi ke pembaringan untuk merapikan tempat tidur.
Setelah mandi dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim, Mauren turun ke lantai bawah. Dia mencoba melangkah ke ruang dapur. Dilihatnya di sana ada mama mertuanya sedang memasak dibantu oleh dua orang asisten rumah tangga.
Mauren mencoba berjalan mendekat. " Ada yang bisa aku bantu?"
Amor menoleh Dan tersenyum ke arah Mauren. "Eh Mauren, Mama kirain kamu belum bangun Nak. Bawa ini saja ke meja."Amor menyerahkan dua piring berisi makanan yang baru selesai dimasaknya.
"Bimbim Sudah bangun belum Mauren?"
"Waktu aku keluar kamar sih belum Ma."
Amor hanya bisa geleng-geleng kepala.
Setelah selesai membantu mertuanya di dapur, Mauren naik ke lantai atas. dia ingin melihat suaminya Apakah sudah bangun atau belum. Karena sebentar lagi mertuanya akan turun untuk sarapan.
ceklek.
Sekali hentakan pintu terbuka lebar. perlahan Mauren membuka pintu kamar Bimbim, pandangan gadis itu langsung mengarah ke arah sofa bed, ternyata suaminya sudah tidak ada di sana.
Mauren lalu melangkah ke arah kamar mandi. "Bim, kamu di dalam ya? tangan kanan wanita itu sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Bimbim yang lagi berendam di bathup langsung membuka matanya.
"Iya Mauren."
"cepat Bim! sebentar lagi papa mama akan sarapan."
"Iya!"
Suasana di ruang makan pagi ini cukup hening, semua orang yang ada di sana fokus dengan makanan masing-masing.
"Kalian sudah memutuskan mau bulan madu ke mana?"tanya Fernando memecah keheningan.
"Maureen mau ke New Zealand pa."jawab Bimbim.
"Papa harap, dengan kalian berbulan madu hubungan kalian bisa menjadi lebih baik lagi."
Mauren dan Bimbim tertunduk, tidak berani menatap Fernando.
"I...Iya Pa, "sahut Bimbim gugup. sedangkan Mauren dia tetap bergeming.
"Bim, setelah pulang dari bulan-bulan baru nanti, Papa harap kamu bisa serius kerja di kantor papa. Jangan lagi sering bolos di kantor. Ingat! kamu sudah menjadi kepala keluarga. sudah punya tanggungan untuk menafkahi istri dan anak,"tutur Fernando panjang lebar Sebelum dia beranjak dari duduknya.
***
Tepat di hari weekend, Mauren dan Atalia pergi jalan-jalan ke mall. rencananya siang ini Mauren ingin belanja keperluan untuk dia pergi bulan madu ke New Zealand.
"Kita ke mana dulu Mauren?
"Kita makan siang dulu Atalia."
"Kamu belum makan siang, kan?"
"Belum."Atalia menggeleng.
__ADS_1
Kedua wanita itu lalu masuk ke dalam sebuah restoran. Mauren dan Atalia mengambil tempat duduk di pojok, karena hanya di bagian itu tempat duduk yang tersisa.
"Mauren, Jadi beneran kamu dan bimbing belum?"Atalia tidak melanjutkan ucapannya. menurutnya sahabatnya itu pasti mengerti apa yang dimaksud olehnya.
"Belum. Yaa semoga aja sih, nggak kejadian. karena aku nggak ingin melakukan itu tanpa didasari oleh rasa cinta.
"Kamu nggak ada niat untuk buka hatimu pada Bimbim?"
"Entahlah Atalia, selama ini aku masih nyaman untuk bersahabat saja sama dia."
"Terus hubungan kamu dengan pak Mario gimana?"
"Atalia juga tidak tahu apa Atalia. aku terakhir berkomunikasi sama dia saat sore hari setelah ijab Kabul. Setelah itu nomornya nggak aktif. Aku masih mencoba menghubungi dia melalui ponsel adiknya, tapi nggak ada respon juga. Mungkin dia sudah sangat membenci aku Atalia."tutur Mauren sedih.
Atalia mengusap punggung tangan Mauren. "Kamu yang sabar ya Mauren. akan ada pelangi setelah hujan. Aku yakin Bimbim akan...."ucapan Adelia berhenti saat melihat bimbing dan Aulia berada di ambang pintu restoran.
Kedua orang itu hanya sebentar saja berdiri di sana, karena melihat tidak ada lagi meja yang kosong, keduanya memutuskan untuk makan di tempat lain.
"Akan apa Atalia? Mauren menunggu kelanjutan ucapan sahabatnya yang menggantung itu.
"Ini Mauren tau nggak ya kalau belimbing masih menjalin hubungan dengan Aulia? ucap Atalia dalam hati. dia akan memberitahu apa yang baru saja dilihatnya, sebab Dia tidak ingin Mauren dan Bimbim bertengkar nantinya.
"Akan menjadi suami yang baik untuk kamu, dan memberi kebahagiaan buat kamu."
Mauren hanya tersenyum miris mendengar ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Atalia. obrolan keduanya terhenti saat pelayan datang membawa makanan yang sudah dipesan oleh dua wanita itu.
Di restoran sebelah Bimbim dan Aulia baru saja memesan makanan. hari ini Aulia sengaja mengajak Bimbim ke mall karena dia ingin membeli perlengkapan untuk pergi ke New Zealand.
dalam hati gadis itu tidak ingin penampilannya kalah modis dengan Mauren. meskipun Aulia tahu kalau orang tua Mauren adalah pemilik Budi terkenal di kota ini.
"Bim, habis dari sini kita ke mana dulu? ke toko pakaian, tas atau sepatu dulu?"
Mendengar jawaban dari Bimbim Gadis itu tersenyum. Karena selama ini apapun yang diminta olehnya kekasihnya itu selalu menurutinya.
"Mauren jadi ke mall nggak ya?"batin Bimbim bertanya.
"Ya sebelum berangkat ke mall, Mauren terlebih dahulu meminta izin pada suaminya untuk pergi ke mall bersama sahabatnya. sedangkan Bimbim, dia tidak bilang pada istrinya Kalau hari ini pergi ke mall bersama Aulia, sebab Dia memang tidak ada rencana untuk pergi ke mall. Aulia juga mendadak mengajaknya jalan ke mall.
Beberapa saat kemudian, Mauren dan Atalia sudah menyelesaikan makan siang mereka. kini keduanya sedang berjalan menuju store pakaian yang menjual pakaian musim dingin.
Mauren membeli segala perlengkapan yang tidak dijual di butik mamanya, seperti jaket tebal, kaos tangan, sepatu dan lanya yang akan digunakan saat dia berada di New Zealand nanti.
"Ayo Atalia, kita ke dalam!"Mauren menarik tangan Atalia agar mengikuti langkahnya menuju tempat yang menjual pakaian musim dingin.
Saat keduanya ingin menuju ke arah jaket musim dingin wanita, tak sengaja Mauren melihat seseorang yang sangat dikenalnya. pria itu sedang memilih-milih jaket.
Mauren menghentikan langkahnya sesaat. lalu berjalan kembali ke arah pria itu diikuti oleh Atalia.
"Kak Bastian!"Panggil Mauren
"Mauren!" sapa Bastian dengan mata berbinar.
"Kak Bastian Kok beli jaket musim dingin juga? Memangnya Kakak mau ke mana?"tanya Mauren yang memang belum diceritakan oleh Bimbim mengenai keikutsertaan Bastian dalam perjalanan bulan madunya bersama Bimbim. Mauren hanya tahu dia akan berangkat bertiga saja dengan Bimbim dan Aulia.
Bastian mengurutkan rekeningnya. "Kakak mau ke New Zealand."
"Wah Kebetulan sekali Kak, aku dan Bimbim juga mau ke New Zealand. gimana kalau kita barengan saja berangkatnya!"
__ADS_1
Bastian tersenyum. "Iya, nanti kita berangkat bareng."
Mauren melihat ada beberapa jaket di tangan Bastian. "Kak Bastian mau beli jaket itu semua?
"Enggak, kakak cuman mau beli dua jaket saja. kakak bingung milihnya yang mana cocok untuk kakak."
Mauren lalu mengambil jaket dari tangan Bastian. "Atalia, Tolong pegang ini! Mauren menyerahkan tiga buah jaket pada Atalia.
Kemudian satu jaket yang ada di tangannya dia buka resletingnya. "coba pakai yang ini kak, Aku mau lihat!"Mauren tanpa ada rasa canggung, Dia membantu Bastian mengenakan jaket itu.
"Mauren! Bastian!"ucap Bimbim dengan suara lirih.
Sebelumnya, tak lama setelah Mauren dan Atalia masuk ke dalam store pakaian, Bimbim dan Aulia juga masuk ke tempat itu juga. tujuan mereka sama, iya itu ke tempat pakaian musim dingin.
"Ayo Bim, jaketnya ada di sebelah sana!"Aulia menarik tangan Bimbim.
Saat berjalan di lorong itu, Bimbim melihat Atalia sedang memegang jaket pria. dia langsung teringat pada ucapan Mauren sebelum berangkat, bahwa istrinya siang ini akan jalan-jalan ke mall bersama dengan Atalia. itu artinya istrinya juga ada di tempat itu. Bimbim terus melangkah mendekat ke arah Atalia. Sampai akhirnya dia melihat Mauren sedang membantu Bastian memakai jaket.
"Ayo Bim! ngapain ngeliatin Mauren!"Aulia menarik tangan Bimbim. Namun, Bimbim enggan melangkah dari tempat itu. matanya masih menatap darah Bastian dan juga Mauren.
"Kak Bastian, jaket ini cocok di badan kakak."Mauren menilai jaket yang sedang dipakai oleh Bastian.
"Ayo dilepas Kak, coba lagi yang lainnya."Mauren lalu membantu melepaskan jaket yang dikenakan oleh Bastian. posisi keduanya berdiri arah menyamping, jadi keduanya tidak melihat Bimbim dan Aulia yang keberadaannya tidak jauh dari mereka.
"Mauren!"Panggil Atalia, dia ingin memberitahu keberadaan Bimbim di tempat itu.
"Bentar Atalia." mata Mauren masih fokus membantu Bastian melepas jaket dari kedua tangan pria itu.
"Mauren, ada Bimbim di sini!"ucap athalia gemas terhadap Mauren.
Bastian dan Mauren pandangannya tertuju ke arah Atalia sebentar lalu berpindah ke arah Bimbim dan Aulia yang berdiri tidak jauh dari tempat itu.
"Bimbim!" sapa Bastian dan moren secara bersamaan. "ternyata kamu kenal juga Bim, kok nggak ngomong waktu tadi aku pamit mau ke mall?"tanya Mauren.
"Aku mendadak berangkatnya,"sahur Bimbim, Aulia merubah posisinya yang awalnya bergandengan tangan dengan Bimbim, gini Gadis itu merangkul lengan Bimbim.
"Mauren! jadi kamu kenal dengan Bastian juga? tanya bimbing.
"Tidak!"sahut Bastian
"Enggak, aku kemal berdua dengan Atalia saja. kebetulan Kak Bastian ada di sini, mau beli jaket juga."sahut Mauren.
"Eh, tau nggak Bim? ternyata kak Bastian mau liburan ke New Zealand juga. Aku bilang, lebih baik ikut dengan kita saja."imbuh Mauren yang tidak mengetahui rencana Bimbim.
Bastian memandang ke arah Bimbim. tatapan pria itu menuntut penjelasan kepada Bimbim tidak menceritakan pada Mauren bahwa dirinya juga ikut ke New Zealand.
"Iya Mauren, nanti kita akan pergi berempat."sahut Bimbim.
"Bim, ayo!"Aulia menarik dengan Bimbim agar melangkah ke tempat jaket wanita.
Maureen tidak mempedulikan Bimbim yang lengannya ditarik oleh Aulia.
"Kak, kita coba jaketnya lagi,"Mauren mengambil satu jaket yang ada di tangan Atalia.
Lalu membantu Bastian memakai jaket itu. pandangan Bimbim sesekali masih menatap ke belakang, ke arah Mauren dan juga Bastian.
Atalia dari tadi merasa kebingungan dengan Maureen dan Bimbim. mereka statusnya suami istri tapi kenapa saat ini Bimbim jalan sama Aulia, dan Mauren begitu perhatian dengan pria lain?
__ADS_1
Bersambung..