Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 155. WISUDA MAUREN


__ADS_3

Arini terpaksa berdiri dari duduknya. Sebenarnya dia malas sekali berteman dengan Sarah, karena dia selalu dijadikan budak oleh Sarah. Namun, mau gimana lagi? untuk bisa makan enak dan memiliki pakaian bagus, dia rela melakukan apa saja untuk Sarah.


"Mereka nggak ada di depan,"ucap Arini saat dia sudah kembali dari depan sana. Sarah menghela nafas dan membanting punggungnya di sandaran kursi.


"Mungkin Mauren ke sana pakai mobil sendiri."


"Iya juga ya.'Sarah ikut membenarkan.


Beberapa saat kemudian, bis yang membawa mahasiswa itu tiba di lokasi. mereka langsung turun untuk segera mendirikan tenda.


Setelah sekitar satu jam di sana, Sarah dan Arini celingukan mencari keberadaan Mauren dan sahabatnya. namun sampai saat ini keduanya tidak melihat keberadaan Mauren.


Tak jauh dari Sarah dan Arini, ada tiga orang pria sedang duduk di sebuah batang pohon yang sudah dipotong-potong dan dijadikan tempat duduk di lokasi itu.


"Bagus banget ya tempat di sini, tempatnya bagus untuk menyatakan cinta. sayang sekali Mauren tidak jadi ikut kemping,"ucap salah seorang pria tampan, Dia terlihat sedikit kecewa.


Sarah dan Arini yang mendengar itu juga ikut kecewa, keduanya mengumpat Mauren dalam hati.


"Sial... Ternyata dia tidak ikut.'


"Brengsek kamu Mauren, sia-sia aku tadi malam beli obat."


Beberapa bulan kemudian


Hari ini Mauren akan melaksanakan wisuda tepat pukul 08.00 pagi. Satu jam sebelum acara, Mauren dan Dora sudah siap dengan setelan kebaya yang simpel dan elegan.


Sedangkan Richard, dia juga sudah rapi dengan setelan jas yang senada dengan pakaian yang dikenakan oleh istrinya. ketiganya lalu menaiki mobil untuk segera pergi ke kampus.


"Mauren, baju toga dan topi juga sudah kamu bawa belum."tanya Dora yang duduk di kursi samping kemudi.


"Sudah Ma, ini ada di dalam paper bag."


"Fernando dan Amor sudah berangkat belum sayang?"


"Belum Mas. kata Amor Kita duluan saja berangkatnya. Nanti ketemu di sana saja katanya.

__ADS_1


Beberapa menit sebelum masuk ruangan, wisudawan disuruh berbaris rapi dan tertib sesuai dengan nomor urut kursi. Tepat jam 08.00 pagi, wisudawan masuk ke dalam ruang wisuda dan duduk pada kursi sesuai dengan nomor urut yang telah ditentukan sebelumnya.


Saat ini semua wisudawan wisudawati sudah mengenakan pakaian toga beserta topi yang letak talinya masih berada di sebelah kiri.


Satu jam kemudian, momen yang ditunggu-tunggu oleh wisudawan wisudawati yaitu pelantikan akhirnya tiba. nampak MC menyebut nama wisudawan. wisudawan yang disebut namanya segera berdiri berbaris dan maju ke depan satu persatu untuk menerima ijazah dan dikukuhkan oleh rektor.


Kini giliran nama Mauren disebut oleh MC. Gadis itu naik ke atas panggung. setelah menerima ijazah dan tali toga dipindahkan ke sebelah kanan oleh rektor, kemudian dia kembali ke tempat duduknya.


Mata Dora berkaca-kaca melihat anak gadisnya sekarang sudah menjadi seorang sarjana. "Nggak terasa ya Pa, Putri kita sekarang sudah besar ini."Dora menyeka air matanya dengan tisu yang ada di tangannya.


Richard menggenggam erat tangan istrinya. "Sudah Ma, jangan menangis."


Setelah acara selesai, Mauren langsung menghampiri kedua orang tuanya. dia ingin berfoto untuk kenang-kenangan. Nampak gadis itu berfoto beberapa kali dengan menggunakan baju toga, dan juga berfoto dengan menggunakan kebaya saja. Amor dan Fernando membawa Bimbim menghampiri Mauren dan orang tuanya.


"Dora, kita berfoto bareng yuk!"ajak Amor.


lalu Mauren dan Bimbim disuruh berdiri di tengah-tengah secara berdampingan, yang mana di sisi kanannya ada Richard dan Dora. di sisi kirinya ada Amor dan Fernando.


Tak jauh dari tempat itu ada Sarah, Arini dan juga Aulia. Ketiga Gadis itu merasa iri melihat orang yang begitu dekat dengan kedua orang tua Bimbim.


Mauren tersenyum. "Terima kasih pak Mario."


Amor menyenggol lengan Dora. "siapa pria tampan yang memberi buket bunga pada Mauren, Dora?"


"Calon menantuku. Dia dosen di kampus ini. katanya sebentar lagi akan melamar Mauren."


"Secepat itu mau orang menikah?"


"Ya mau gimana lagi Amor, mereka sudah lebih satu setengah tahun berpacaran. pria itu sudah ngebet mau nikahin Mauren setahun yang lalu. Tapi Mauren menolaknya, dengan alasan masih ingin fokus kuliah. Makanya sekarang mau nggak bisa menolak lagi.


Dora menghampiri putrinya yang sibuk berfoto dengan Mario dan juga Atalia. "Mauren Mama dan Papa mau pulang. kamu masih mau di sini atau ikut kami pulang?"


"Mauren biar pulang sama saya saja tante,"sahut Mario.


"Ya sudah, tante titip Mauren ya, Mario."

__ADS_1


"Iya,Tante


Kemudian orang tua Mauren dan orang tua Bimbim berjalan ke arah tempat parkir. Bimbim akan pulang sendiri juga. Sebab lelaki itu tadi ke kampus menggunakan mobilnya sendiri.


Seminggu telah berlalu. hari ini Mario dan kedua orang tuanya datang ke rumah Richard. saat ini di rumah Richard juga sudah hadir orang tua Dora dan orang tua Richard.


Tidak ketinggalan, Mia dan Afrian juga hadir di tempat itu. mereka semua hadir untuk menyaksikan acara lamaran Mauren.


"Jadi gimana Pak, apa lamaran anak saya diterima?"tanya Papanya Mario.


Richard menatap darah anak dan istrinya. keduanya nampak mengangguk. "Iya Pak, lamaran anak Mario kami terima,"sahut Richard.


Mauren dan Mario tersenyum senang mendengarnya. karena sebentar lagi mereka akan segera menikah.


Setelah berbincang-bincang selama kurang lebih 1 jam, akhirnya disepakati acara pernikahan akan digelar 2 bulan lagi.


***


Dua bulan kemudian, hari yang dinanti-nantikan oleh Maureen dan Mario telah tiba. pagi ini tepat jam 09.00 pagi mereka akan menggelar acara akad nikah di rumah kediaman Richard. Mauren saat ini sudah siap dengan pakaian kebaya berwarna silver. Gadis itu duduk di depan cermin meja riasnya ditemani oleh Atalia.


"Kamu cantik banget Mauren,"Puji Atalia.


"Kamu kalau didandani seperti ini juga pasti cantik banget."Puji Mauren juga.


Tok tok tok...


Obrolan keduanya berhenti saat pintu kamar Maureen diketuk oleh seseorang. Atalia lalu berjalan ke arah pintu, dan membuka daun pintu itu. Ternyata Mia yang mengetuk pintu kamar. Wanita itu lalu masuk ke dalam kamar Maureen.


"Mauren, Coba kamu telepon Mario! ini sudah jam 08.00 kenapa dia belum datang?"


Mauren terkejut, dia keasikan ngobrol dengan sahabatnya sampai tidak sadar kalau sekarang sudah jam 08.00 pagi. Harusnya Mario sudah ada di lantai bawah. tapi kenapa belum datang? pikir Mauren.


BERSAMBUNG....


sambil menunggu karya ini update kembali silakan mampir ke karya teman Emak juga.

__ADS_1



__ADS_2