
Malam harinya, tepat jam 07.00 malam mereka keluar kamar. karena tuan bernat sudah menunggu di lobby. rencananya malam ini Tuan Bernard akan membawa mereka ke salah satu restoran, yang menyediakan makanan laut.
Setelah satu jam berada di restoran itu, keempatnya lalu jalan-jalan di sekitar tempat itu.
"Bim, aku capek!"keluh Aulia, Gadis itu lalu naik ke punggung Bimbim. Mauren bergeming menatap ke arah Aulia dan Bimbim.
"Mauren, Ayo naik ke punggung!"Bastian melangkah ke depan Mauren, pria itu menyodorkan punggungnya.
"Enggak kak! aku berat."tolak Mauren.
"Ayolah Mauren naik, bagi Kakak badan kamu itu tidak berat."Bastian membujuk Mauren, dia tidak ingin mau dan bersedih melihat Bimbim memanjakan Aulia.
Mauren akhirnya naik ke punggung Bastian. pria itu tersenyum dan berjalan penuh semangat menyusul Bimbim yang berjalan lebih dulu menuju mobil Tuan Bernard.
"Mauren Kenapa Bastian?"tanya Bimbim saat Bastian berjalan sejajar dengan dirinya.
"Sama seperti kekasihmu itu, dia juga merasa lelah,"sahut Bastian sedikit kesal melihat Bimbim yang tidak segan-segan memperlakukan Aulia seperti itu di depan Mauren. Yang mana seharusnya Mauren lah yang pantas digendong oleh Bimbim.
Bimbim lalu menatap ke arah Mauren. namun istrinya itu sedikitpun tidak menatap ke arah suaminya.
"Kak Bastian pernah nggak, menggendong seorang wanita selain aku?"tanya Maureen dengan suara lirih di telinga Bastian.
"Kamu wanita pertama yang aku gendong, Mauren. Memangnya kenapa?"
"Ya, romantis aja menurut aku. Karena tanpa, Kak Bastian langsung nyodorin punggung. heran aja aku sama kakak, kenapa sampai sekarang kakak masih belum punya pacar. Masa sih Ada cewek yang nolak cinta kakak."
"Tidak ada yang menolak."
"Kalau tidak ada yang menolak, Kenapa Kakak sampai sekarang belum pernah pacaran?"
__ADS_1
"Maksudnya, Kakak belum pernah menyatakan cinta pada seorang gadis."
"Kenapa kak?
"Karena..."
"Wah... romantis sekali ya kalian ini, benar-benar pasangan yang sangat serasi,"puji tuhan Bernard saat berjarak sekitar 3 meter dari mereka.
Ucapan Bastian terpotong oleh Tuan Bernard. obrolan keduanya terpaksa dihentikan. Bastian lalu menurunkan Mauren dari gendongannya.
****
setelah beberapa hari menjelajahi kota New Zealand, hari ini mereka mulai mengemas barang-barang. Sebenarnya yang mengemas di sini adalah Bimbim dan Aulia. sebab Mauren belanjanya seperlunya saja, jadi masih muat jika barang belanja anda dimasukkan ke dalam koper. Hanya makanan ringan saja yang diletakkan di luar koper.
Begitu juga dengan Bastian, pria itu bahkan tidak membeli apa-apa, sebab untuk siapa juga dia membeli oleh-oleh, karena pihak keluarganya tidak ada yang tahu kalau dia pergi ke New Zealand.
Tinggal sekitar 2 hari lagi kebersamaannya dengan Mauren akan berakhir. karena rencananya besok malam mereka akan meninggalkan kota New Zealand. Kota yang penuh dengan kemenangan manis. kenangan yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidupnya. Kebersamaannya dengan Mauren membuat pria itu bisa merasakan kebahagiaan, walaupun kebahagiaan itu hanya sebentar.
****
Subuh ini mereka sudah berada di Canterbury di lokasi balon udara. Bimbim dan Bastian memilih paket 4 orang dalam satu keranjang. setelah 15 menit, akhirnya balon udara tersebut sudah siap untuk terbang. nampak Bimbim membantu Aulia untuk masuk ke dalam keranjang. Begitu juga dengan Bastian, sudah pasti pria itu membantu Mauren, walaupun tanpa diminta.
Setelah mereka naik ke dalam keranjang, pilot balon udara tersebut mulai menjalankan tugasnya, membawa naik balon tersebut secara perlahan, dan berhenti di beberapa titik di atas sana.
Di dalam keranjang itu Bastian dan Mauren ada di posisi sebelah kanan, sedangkan Bimbim dan Aulia ada di posisi sebelah kiri. Mauren meminta Bastian untuk membantunya mengambil beberapa foto untuknya. Dengan senang hati Bastian melakukannya. Begitu juga dengan Aulia, Gadis itu lebih antusias dibandingkan Mauren.
"Kak, Ayo kita foto berdua!"Mauren mendekat ke arah Bastian. keduanya kini saling berdekatan. jantung Bastian berdetak lebih kencang dari sebelumnya. Karena jarak pipinya dengan pipi Mauren hanya beberapa senti saja. mereka secara bergantian mengambil foto dengan ponselnya masing-masing.
Saat ini Bimbim dengan asyik berfoto juga dengan Aulia, pria itu tidak melihat keintiman istrinya dengan pria lain. Sejak awal naik Di dalam keranjang, Bimbim bahkan tidak ada berkomunikasi dengan Mauren. karena sibuk mengurusi Aulia yang terlalu banyak keinginannya.
__ADS_1
Setelah puas berfoto, Mauren dan Bastian berdiri dengan jarak sejengkal. keduanya menata pemandangan di bawah sana dan pemandangan balon balon udara yang juga terbang di sekitar balon mereka.
"Kak, aku masih penasaran dengan pembicaraan kita malam itu."Mauren menatap darah Bastian.
"Pembicaraan yang mana Mauren?"Bastian juga menatap darah Mauren.
"Pembicaraan saat kita akan kembali dari resto. tentang kakak yang belum menyatakan perasaan kakak."Mauren kembali mengingatkan obrolan yang belum tuntas itu.
Bastian mengalihkan perhatiannya pada pemandangan sekitar. Pria itu mendesah pelan dia bingung mau mengatakan atau tidak. Sebab keadaannya sekarang Mauren sudah menjadi istri Bimbim.
"Kak!"Mauren menuntut jawaban dari Bastian.
Setelah berpikir sejenak, akhirnya Bastian memutuskan untuk mengatakannya.
"Kakak belum sempat mengatakan perasaan Kakak ke Gadis itu, karena waktu itu dia sudah lebih dulu punya pacar."
"Wah, sayang sekali ya Kak. Terus sekarang Gadis itu apa Masih pacaran?
Bastian menggeleng. "Gadis itu sekarang sudah menikah,"jawab Bastian sedih.
"Yah... kasihan banget kakak. Itu artinya dia belum jodoh kakak. kalau begitu Kakak lebih baik move on tangan Mauren mengusap punggung kanan Bastian.
Bastian menggeleng lagi. "kakak tidak bisa move on dari gadis itu. Karena sampai mati pun Kakak akan tetap mencintainya ."
"Ehm.... Kalau boleh tahu, Siapa gadis yang beruntung itu Kak?"
"Gadis itu ....."ucap Bastian menggantung, dia ragu untuk mengatakannya.
"Siapa Kak? Siapa gadis yang kakak cintai? Siapa tahu aku mengenalnya?"desa Mauren agar Bastian cepat mengatakannya.
__ADS_1
"Gadis yang aku cintai itu Kamu, Mauren."
BERSAMBUNG....