
Di perjalanan, Richard dan Bastian mengobrol banyak. Richard senang pada menantunya bisa bertindak tegas pada orang yang menyakiti keluarganya.
"ke depannya Kamu harus jaga baik-baik Mauren dan anak-anak kamu, Bastian. kita jangan menjadi orang yang lemah."
"Iya, Pa."
"Apa kamu tidak tahu kalau si Maya itu menyukai kamu?"
"Aku tahu, Pa. Selama ini Aku berusaha menghindar darinya dengan cara mempekerjakan Herlan. Aku tidak menyangka saja kalau dia akan berbuat sedekat itu."
"Kenapa kamu tidak dari awal saja memecatnya?"
"Awalnya aku mau memecatnya, tapi dulu Papa pernah cerita, dia kerabat dekat dari teman Papa."
"Lain kali Jika ada yang gelagatnya kelihatan tidak baik, lebih baik kamu langsung saja ambil tindakan sebelum orang itu menyakiti keluarga kecil kamu. Jangan pakai hati lagi Bastian, karena orang-orang seperti itu juga tidak pakai hati saat menjahati kita."
"Iya, Pa "
Setelah sampai di rumah, Bastian langsung masuk ke dalam kamar mandi. pria itu mandi dulu sebentar sebelum naik ke pembaringan.
"Mas...."Mauren terusik tidurnya saat suaminya berbaring di sampingnya sambil memeluknya.
"Tidur lagi sayang, Mas ngantuk."Bastian berbicara sambil memejamkan kedua matanya.
Di tempat , subuh hari ini Rey baru saja pulang ke rumah. Cynthia hampir semalaman tidak bisa tidur. dia mengkhawatirkan suaminya karena ponsel suaminya tidak bisa dihubungi.
"Mas, Dari mana saja kamu? Kenapa ponsel kamu tidak aktif? kamu bilang meetingnya akan selesai 8 malam, tapi Kenapa jam segini kamu baru pulang?"cecar Cynthia pada suaminya.
"Kamu ini suami baru pulang kerja bukannya disambut baik, dipijat atau dibikinkan teh, ini malah dicat pertanyaan seperti itu."sahut Rey tangannya sambil melepas satu persatu kancing kemejanya.
"Mas, jawab pertanyaan aku!"
"Ponsel aku habis baterai."sahur Rey singkat setelah itu dia melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menutup pintunya.
__ADS_1
Cynthia yang merasa tidak puas dengan jawaban suaminya langsung melangkah menuju ke arah keranjang pakaian kotor. Dia mengambil baju yang baru saja dilepas oleh suaminya. wanita itu curiga kalau Rey ada main dengan perempuan lain di luar sana, sebab seumur-umur dia menikah suaminya tidak pernah seperti itu sebelumnya. Cynthia memeriksa kemeja berwarna putih itu, siapa tahu ada jejak perselingkuhan di sana.
Jantung Cynthia berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Ketika Chintya melihat noda lipstik di bagian kerah baju kemeja suaminya. dia langsung mencium baju kotor itu, ada aroma parfum lain di baju suaminya.
"Ini bau parfum wanita."gumam Cynthia di dalam hati.
Perhatian Chintya kini beralih ke arah meja rias. di meja rias itu ada ponsel milik suaminya. Dia bertugas melangkah ke arah sana.
"Ah sial!! Sejak kapan Mas Rey mengganti pin ponselnya?"tanya Cynthia di dalam hati
Semakin bertambah curiga saja Chintya terhadap suaminya, sebab dulu dia juga seperti itu saat menjadi istri Cornel, dia juga mengganti pin ponselnya saat menjalin hubungan gelap dengan Rey.
Hawa dingin subuh ini tidak dirasakan oleh Cynthia, sebab hatinya saat ini terasa panas. emosi yang sejak tadi ditahan sepertinya sudah tidak sabar lagi ingin meledak.
Sudah sekitar 15 menit Chintya berjalan mondar-mandir menunggu suaminya keluar dari dalam kamar mandi.
Cynthia menempelkan daun telinganya pada pintu kamar mandi, tidak ada terdengar suara apa-apa dalam sana. Wanita itu lalu menggedor pintu kamar mandi.
"Mas, ngapain kamu di dalam, tidur ya?"tanya Cynthia dengan sedikit berteriak. Dia sudah tidak sabar lagi ingin mengintrogasi suaminya.
Rey yang saat ini sedang berendam di bathtub dan memejamkan matanya tiba-tiba tersentak, mendengar bunyi pintu digedor disertai dengan suara teriakan istrinya.
"Ada apa Cynthia, bikin kaget saja kamu."teriak Rey, dia masih berada di dalam bathub.
"Cepat keluar, Mas!"seru Cynthia sudah tidak sabar.
Pria itu langsung keluar dari dalam bathtub, lalu melangkah ke arah shower.
Lima menit kemudian pintu kamar mandi dibuka oleh Rey. Pria itu sudah mengenakan bathrobe. kedua tangannya sedang menggosok-gosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
"Ada apa teriak-teriak? kalau Lagi kebelet Kenapa tidak kalau toilet kamar sebelah saja!"
"Kamu malam ini sebenarnya dari mana, Mas?
__ADS_1
"Aku kan sudah bilang kalau aku kerja, menemani Kalian juga."
"Kerja di mana? apa ini Klin yang kamu maksud?"Cynthia menunjukkan noda lipstik pada baju kemeja suaminya.
"I.... Itu."
"Bingung kan kamu mau jawab apa?"
"Tadi aku menemani kalian di tempat karaoke. tiba-tiba di sana ada cewek mabuk, jalannya sempoyongan terus jatuh ke arah aku."
"Pinter ya kamu membuat alasan, Mas."sahut Cynthia.
"Sekarang aku minta buka ponsel kamu!"Cynthia menyerahkan ponsel suaminya.
Dengan cepat mengetik nomor PIN pada ponselnya. Setelah terbuka Cynthia buru-buru merebut ponsel itu, dibukanya daftar riwayat panggilan telepon ternyata hanya ada nama laki-laki yang tertulis di sana. Cynthia lalu membuka aplikasi hijau. Hanya ada pesan dari klien laki-laki dan rekan kerja saja."
"Kamu mau mencari apa?"Kamu pikir aku selingkuh?"
Cynthia bergeming, dalam hatinya masih mengatakan bahwa suaminya mempunyai simpanan di luar sana.
Rey melangkah ke arah ruang walk in closet. setelah mengenakan pakaiannya, pria itu mengambil ponselnya, lalu keluar dari kamar.
"Mas, kamu mau ke mana?"
"Aku mau tidur di kamar sebelah. Malas aku tidur di sini."
Brak!
Rey menutup kasar pintu kamarnya.
"Awas aja kamu Mas aku akan menyelidiki kamu."geram wanita itu dalam hati.
Bersambung....
__ADS_1