Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 77. ANTARA CEMBURU DAN KESAL


__ADS_3

Terlihat masih ada 30 menit lagi waktu sebelum acara dimulai, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di halaman panti asuhan.


Apalagi di halaman itu terdapat beberapa Gazebo disana. Jadi lebih enak untuk duduk santai di Gazebo itu sambil menikmati udara yang masih terasa sejuk di sana, walaupun matahari sudah mulai naik.


"Risma mana Kak, kok nggak ikut? katanya kemarin mau ikut."tanya Amor pada Fernando.


"Risma hari ini ada acara dengan kekasihnya."sahut Fernando.


Amor hanya manggut-manggut. Terlihat Bimbim sedang berjalan dengan Bastian. keduanya sama-sama membawa balon yang belum ditiup.


"Pa, tolong tiup balon Bimbim dong!"Pinta Bimbim pada Papanya.


"Sebentar ya Bim, Papa baru saja makan permen."


"Tini tante tiup."Amor mengadakan telapak tangannya pada dinding. seketika langsung tersenyum, dan menyerahkan balon itu kepada Amor.


Sedangkan Bastian yang berada di samping pinggul sebenarnya ingin meminta tolong pada Morissette yang ada di samping Amor. Namun, perhatian wanita itu ke arah Antonius yang sedang duduk di Gazebo sebelah.


"Tante, mau nggak aktif balon Bastian?"tanya Bastian.


Moresette tidak menyahut, karena perhatiannya masih terarah kepada Antonius.


" Amor menyenggol lengan Moresette di sela-sela dia meniup balon Bimbim.


"Apa Amor?"


"Coba lihat Bastian!"


Moresette lalu mengalihkan perhatiannya pada Bastian yang berdiri di depannya.


"Tante mau nggak sibuk balon Bastian?"tanya Bastian lagi.


Moresette tersenyum, wanita itu lalu mengambil balon yang ada di tangan Bastian dan langsung meniupnya.


Cornel yang baru saja keluar dari dalam panti langsung tersenyum melihat interaksi antara putranya dengan wanita pujaan hatinya.


Beberapa saat kemudian, terlihat seorang wanita cantik yang seumuran dengan Mia keluar dari dalam panti. Wanita itu membawa sebuah nampan berisi minuman yang segar-segar.


Wanita itu memiliki tubuh yang tinggi dan langsing, berkulit putih, rambutnya juga panjang. Jadi terlihat lebih imut dibanding wanita-wanita yang ada di sana.

__ADS_1


Wanita itu yang bernama Morata itu menghampiri gazebo yang ditempati oleh Antonius, Richard, Afrian. Morata lalu duduk di pinggir Gazebo. Tepatnya di samping Afrian duduk.


Wanita itu memberikan minuman pada orang-orang yang ada di Gazebo.


"Nama Kakak siapa, tanya Morata?"Morata mengulurkan tangannya pada Afrian, wanita itu ingin berkenalan.


Afrian menyambut uluran tangan itu. "nama saya Afrian."sahutnya sambil mengembangkan senyumnya.


"Kakak kalau mau minum yang lain, bilang sama aku ya. Nanti aku buatkan minuman yang lain."


"Nggak usah Morata, yang ini saja sudah cukup."sahut Afrian tersenyum lebar.


"Duarrr!!!


Suara balon pecah yang ada di tangan Mia. wanita itu tidak sengaja meremas balon Mauren yang ada di sampingnya. karena matanya fokus menatap pada wanita yang berbicara dengan Afrian di Gazebo sebelah.


"Huaaaaa .... balon Mauren pecah Huaaaa.....Onty Kenapa balon Mauren dipecah?"


Mendengar tangisan keponakannya, Mia kembali tersadar. "Mmmm Maafkan Onty ya. Onty akan tiup balon lagi."Mia lalu turun dari gazebo itu. dia langsung melangkah ke arah Pantai untuk mengambil balon kembali.


Setelah mendapatkan balon itu, Mia lalu keluar lagi dari panti itu. Dilihatnya Morata masih saja ngobrol dengan Afrian. entah sadar atau tidak, Mia lalu melangkah ke arah Afrian. Wanita itu lalu menyerahkan balon yang ada di dalam tangannya itu pada Afrian.


Pembicaraan antara Afrian dan Morata lalu berhenti. Afrian kemudian membantu meniup balon itu. Morata lalu beranjak turun dari Gazebo itu. Dan kembali berjalan ke arah Pantai, sambil membawa nampan yang sudah.


Terlihat Antonius yang duduk di gazebo itu memandang ke arah Morata.


Mia meminum sirup yang ada di gelas Afrian sampai tandas.


"Loh kok minuman Kakak diminum semua Mia?"


"Aku haus Kak."jawab Mia ngasal sambil meletakkan Gelas itu dengan sedikit kasar.


Tak terasa waktu berlalu, kini jarum jam sudah menunjukkan angka sepuluh. orang-orang yang ada di gajebo kini sudah mulai melangkah ke arah bangunan panti asuhan.


Setelah masuk di dalam panti, semua orang diarahkan berkumpul di ruang tengah. terlihat di sana Mauren sudah duduk di sebuah kursi kecil. yang mana di atas meja itu terdapat dua buah kue ulang tahun bergambarkan boneka Doraemon dengan sebuah lilin angka lima.


Di samping kue ulang tahun itu,


ada nasi tumpeng dengan potongan ayam dan telur serta pelengkap lainnya yang mengelilingi nasi tumpeng itu.

__ADS_1


Acara lalu dimulai dengan sebutan dari Amor selaku pembawa acara. kemudian sambutan dari Richard selaku orang tua yang berulang tahun. Setelah itu dilanjutkan dengan games untuk anak-anak panti.


Kemudian masuk ke acara inti, ya itu menyanyikan lagu ulang tahun serta tiup lilin dan potong kue. Terlihat Mauren dibantu oleh Dora memotong kue ulang tahun.


Setelah kue itu dipotong, kemudian kue itu diletakkan pada sebuah piring kecil. lalu menyuruh Mauren untuk menyuapi Papa dan Mamanya kue ulang tahun tersebut.


Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh seorang pria paruh baya yang ditugaskan oleh Tuan Nicholas untuk mengurus panti asuhan.


Selanjutnya acara pemberian santunan yang diberikan oleh Mauren dan kedua orang tuanya pada anak-anak panti.


Amor lalu menyuruh anak-anak panti untuk berbaris yang rapi, kemudian satu persatu maju ke depan untuk mengambil souvenir di dalamnya juga sudah diisi amplop.


Setelah acara ditutup, semua orang dipersilakan untuk menikmati menu hidangan prasmanan.


Jam satu siang, sebuah mobil es krim tiba di halaman panti asuhan. anak-anak nanti berhamburan keluar panti. mereka berkerumunan mengambil es krim sepuasnya di mobil itu. Tidak ketinggalan Mauren, Bimbim dan juga Bastian. Mereka masing-masing mengambil dua buah es krim.


di ruang tengah Nyonya Alena, nyonya Nadia, dan wanita wanita membereskan barang-barang bekas acara ulang tahun.


"Mauren mana Dora?"tanya Nyonya Nadia.


"kayaknya lagi duduk di ruang tamu Ma, itu suaranya kedengaran."


Setelah mengucapkan itu, Dora selalu berjalan ke arah ruang tamu untuk melihat putrinya.


"Astagfirullah! kalian kok makan es krim Ya di sini, mana netes-netes Lagi di lantai!!"tegur Dora.


"Mama di dalam lagi bersih-bersih, kalian di sini malah ngotorin tempat ini lagi."sungut Dora.


"Mauren, Bimbim dan Bastian, kalian makan es krimnya di Gazebo aja. Ayo cepat keluar dari sini!"Dora menyuruh anak-anak meninggalkan ruang tamu.


Sepeninggalan anaknya, perhatian Dora teralihkan ke arah lantai depan sofa. dilihatnya begitu banyak es krim yang berceceran di lantai itu. lalu Dora mau ngambil tisu yang ada di atas meja ruang tamu. lalu dia duduk berjongkok membersihkan lantai itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN

__ADS_1


__ADS_2