Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 194. SIDANG MEDIASI


__ADS_3

Satu bulan kemudian, tepat jam 08.00 pagi, Mauren dan kedua orang tuanya ditemani oleh kuasa hukumnya tiba di kantor pengadilan agama. Tak lama setelah Mauren datang, Bimbim juga datang. pria itu ditemani oleh Amor dan seorang pengacara. 30 menit lagi sedang perdana mereka akan. Maka dari itulah saat ini mereka sudah berkumpul di depan ruang sidang.


Tak jauh dari tempat itu, adiknya Mario yang sedang menemani sepupunya menjalani sidang putusan cerai, terkejut saat melihat orang sedang duduk di sebuah kursi panjang dekat ruang sidang.


Karna pagi ini adiknya Mario sengaja menutup tokonya. sebab Gadis itu sudah janji pada Kakak sepupunya untuk menemaninya pergi ke kantor urusan agama untuk menjalin sidang putusan cerai.


Wanita itu melihat Mauren duduk diapit oleh kedua orang tuanya. Adiknya Mario mau menghentikan langkahnya. ditariknya tangan kiri sepupunya agar tidak melanjutkan langkahnya menuju depan ruang sidang. berharap kalau Mauren tidak melihat kehadiran adiknya Mario di sana.


Hari ini sidang pertama Mauren beragendakan mediasi. Pihak dari Bimbim mengajukan perdamaian dan ingin rujuk. Namun Mauren menolaknya. Mauren tetap pada pendiriannya ingin berpisah. Sebab dalam satu bulan ini dia sudah tenang hidup bersama kedua orang tuanya.


Masalah di luar juga sudah aman. tidak ada lagi yang musiknya. terakhir wanita itu bermasalah dengan Aulia, saat dia didorong oleh gadis itu. Setelah itu, dia tidak pernah lagi bertemu dengan Aulia.


Mediasi kali ini gagal. sidang akan dilanjutkan minggu depan.


"Bim, kamu jangan mempersulit Mauren untuk bercerai."tutur Richard saat baru saja keluar dari ruang sidang.


"Sayang, aku sama Mauren mau langsung ke kantor."pamit Richard pada istrinya.


"Iya Mas. aku mau pulang sama Amor. karena bimbing juga mau langsung ke kantor."ucap Dora kepada suaminya.


***


 Bastian saat ini sedang berada di dalam kamar pribadinya di hotel. pria itu selalu memantau perkembangan perceraian Mauren dengan Bimbim. saat ini dia sedang berbaring di atas pemberiannya sambil melakukan sambungan telepon dengan Mauren.


"Bagaimana sidang hari ini, Mauren?

__ADS_1


"Hari ini mediasi Kak. Bimbim ngajak rujuk."


"Terus, kamu bagaimana?"tanya Bastian. pria itu sedikit cemas, dia khawatir kalau Mauren akan rujuk Kembali Dan harapannya pupus sudah.


"Kakak kan tahu sendiri, aku sudah mantap bercerai dengan Bimbim. aku lebih enak seperti ini kak, rasanya menikmati hidup sendiri itu lebih enak. Tidak memikirkan hal-hal yang berat-berat."sahut Mauren.


"Mauren, kapan kamu siap membuka hati kamu?"


"Aku sama Bimbim saja belum beres Kak."


"Mauren, kamu masih ingat kan kata-kata Kakak saat di balon udara?"


"Iya, kak."


"Ta...Tapi, Aku tidak tahu kapan aku membuka hati."


"Tidak apa-apa Mauren, Kakak akan sabar menunggu sampai Kamu siap."


Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Mauren.


"Mauren!"Dora memanggil.


"Iya, Ma. sahut Mauren.


"Kak sudah dulu ya. nanti kita sambung lagi, sepertinya Mama menyuruh aku untuk makan malam."

__ADS_1


"Iya, Mauren."sahut Bastian lirih. padahal pria itu masih ingin berbicara dengan Mauren. obrolan tadi masih belum tuntas. masih mengganjal di hatinya sebab Mauren belum menyiarkan permintaannya.


Setelah Mauren memutus sambungan telepon, Bastian meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. lalu dia meletakkan kedua tangannya di belakang kepala. menjadikan tangannya sebagai bantal. kedua matanya menatap ke arah langit-langit kamarnya.


"Mauren, kapan aku bisa menghalalkanmu? Aku ingin kita lagi di New Zealand seperti yang pernah kamu ucapkan dulu."batin pria itu


Bayang-bayang Mauren bersama dirinya, saat berada di New Zealand masih sering yang-yang di kepalanya. Dia ingin sekali pergi berdua dengan Mauren berbulan madu ke sana.


Entahlah, Apakah Bastian dan Mauren akan berjodoh, mungkin hanya penulis Morata yang mengetahuinya. karena yang mengatur alurnya adalah Morata.


Morata juga ingin bertanya kepada para pembaca, Apakah kalian setuju Kalau Mauren dan Bastian berjodoh? atau Bimbim rujuk Kembali dengan Mauren? komen di bawah cerita ini.


***


Pagi hari yang indah matahari sudah mulai terbit di ufuk timur. Wanita, yang dulu penyebab perceraian Bimbim dengan Mauren, saat ini baru bangun dari tidurnya. Tubuh wanita itu terasa remuk, setelah beberapa kali melakukan pergulatan panas di atas ranjang dengan pria hidung belang.


Wanita itu dan tak bukan adalah Aulia. Wanita itu terpaksa memberikan kehormatannya kepada pria hidung belang, untuk mendapatkan uang bertahan hidup di kota. dia tidak ingin kembali ke desa, dia ingin tetap menjalankan misinya hidup kaya raya dan menikah dengan pria kaya yang ada di kota.


Karena tak kunjung mendapatkan pekerjaan di kota, dan dia membutuhkan biaya hidup, akhirnya Aulia mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang. Dia rela menjadi simpanan om-om, agar dirinya dapat hidup mewah di kota.


Padahal kedua orang tuanya sudah memintanya untuk kembali ke kampung. berulang kali orang tuanya memintanya, tapi wanita itu gengsi karena dirinya seorang sarjana. sehingga dia bertahan di kota walaupun tidak memiliki pekerjaan.


Bagaimana tidak, setiap perusahaan yang ia jatuhkan lamaran semua menolaknya. karena Arga sudah blacklist wanita itu di kota ini, agar wanita itu tidak diterima di perusahaan manapun untuk bekerja. Pepatah benar, apa yang kamu tabur itu yang akan kamu tuai. itulah yang dirasakan oleh Aulia saat ini.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2