Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 153. BEBERAPA TAHUN BERLALU


__ADS_3

Setelah kurang lebih 1 bulan kemudian di halaman butik Dora. ada seorang wanita ditemukan oleh Bila terbaring tidak sadarkan diri di dekat teras.


Bila yang melihat itu langsung berlari ke dalam butik. "Bu, di halaman ada seorang wanita pingsan." Bila melapor pada Dora.


Dora mengalihkan perhatiannya pada Bila "Wanita pingsan? siapa Bila? kening Dora sedikit berkerut.


"Saya juga nggak tahu Bu. saya belum melihat wajahnya. tadi langsung buru-buru masuk untuk melapor ke ibu.


Dora yang lagi mendesain baju sambil menemani Andika bermain itu langsung keluar untuk melihat wanita yang pingsan itu. dia ditemani oleh Bila memeriksa wanita yang pingsan itu.


"Irene?"ucap Dora dengan suara lirih.


"Ibu mengenalnya?


Dora mengangguk.


"Pantesan wanita ini beberapa hari yang lalu pernah ke sini mau ketemu sama ibu. Tapi waktu itu Ibu nggak ke Butik, karena Mauren lagi sakit. dan saya lupa juga ngasih tau ke ibu."


Dora lalu menelepon suaminya, mau minta pendapatnya Irene ini mau dikemanakan.


"Kata Bila badannya Irene panas, Mas."


"Kalau gitu kamu telepon saja ambulans sayang."sahut Richard dari seberang telepon.


"Iya Mas.


Sekitar 30 menit kemudian, ambulans yang membawa Irene sudah tiba di rumah sakit. wanita itu langsung dimasukkan ke ruang UGD oleh beberapa orang perawat.


"Mbak Irene."ucap salah seorang perawat wanita.; kebetulan dia berdiri di dekat Dora.


"Mbak mengenalnya? tanya Dora.


"Iya Bu, saya mengenalnya. dia adik sepupu teman saya.


"Kebetulan sekali, Mbak bisa bantu saya untuk menghubungi sepupu pasien?"tanya Dora.


"Iya Bu bisa, tapi nanti saya istirahat. karena saya tidak boleh membawa ponsel saat sedang bekerja ponsel saya ada di loker.


"iya Mbak, nggak apa-apa. Tapi tolong bantu kasih tahu ke sepupunya ya."pesan Dora.


"Kalau begitu saya mau pulang dulu mbak. Ibu Irene saya titip sama mbak. ini kartu nama saya. Kalau ada apa-apa, Mbak bisa menghubungi saya."Dora menyerahkan selembar kertas kecil pada perawat itu.


Beberapa menit kemudian, perawat itu langsung menghubungi temannya. dia memberitahu mengenai kondisi Irene saat ini. mamanya Arini yang mendengar itu, dia langsung pergi ke rumah sakit bersama Arini.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan Irene? tanya mamanya Arini pada temannya. saat ini dia sudah berada di depan ruang UGD. " Kata dokter Dia menderita penyakit TBC."


***


Beberapa hari kemudian, saat sore hari mamanya Arini memberhentikan diri untuk pergi menemui Dora di butiknya. kebetulan saat ini di butik sedang ada, Mauren, Andika dan juga salah satu bodyguard mereka.


Nampak Bila mengetuk pintu ruang kerja Dora. Sang bodyguard bergegas membuka pintu.


"Ada apa bila?


"Di luar ada ibu-ibu, dia mau bertemu dengan ibu Dora.


Dora yang mendengar itu langsung bergumam. "Siapa wanita itu dan mau apa mencari aku?"


Dora lalu berdiri dari kursi kerjanya. dia langsung keluar dari ruangannya, sambil diikuti oleh sang bodyguard.


"Bawa dia masuk!"Dora sudah duduk di sebuah sofa dekat pintu masuk. sanguigat lalu ke teras menemui mamanya Arini.


"Silakan duduk!"ucap Dora saat melihat mamanya Arini sudah ada di depan. "Ada apa mencari saya?


"Saya ke sini untuk meminta maaf atas perbuatan saya beberapa tahun lalu."


Kening Dora sedikit terangkat, kenapa baru sekarang wanita di depannya ini mau minta maaf?


Dora bergeming, dia menangkap sesuatu pada mamanya Arini sepertinya wanita itu masih ada yang ingin disampaikan.


"inilahi wainailaihirojiun."Dora mendesah pelan. "jadi Anda ini sepupu dari Irene?


"Iya."mamanya Arini mengganggu.


"Semuanya sudah berlalu. yang salah sudah mendapatkan hukuman. lagi pula iren juga sudah tiada. jadi tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memaafkannya. Dan buat ibu, Saya harap ke depannya di antara kita tidak ada lagi saling dendam.


"Iya, Terima kasih sudah memaafkan saya. kalau begitu saya mau pamit pulang."mamanya Arini mencoba mengulurkan tangannya pada Dora. uluran tangan itu langsung disambut oleh Dora.


****


Hari berganti hari bulan berganti bulan. tahun berganti tahun. kini anak-anak Richard dan Dora sudah menginjak usia remaja. Mauren sudah kuliah di semester akhir. sedangkan Andika dia sudah duduk di bangku kelas 2 SMA.


Jam 04.30 pagi Dora lalu membangunkan suami dan anak-anaknya untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.


Tok tok tok...


Dora mengetuk pintu kamar putrinya. wanita itu memutar-mutar handle pintu kamar Mauren. Ternyata pintu itu dikunci oleh anak gadisnya.

__ADS_1


"Mauren! bangun Nak."Dora memanggil dengan setengah berteriak.


Mauren yang terganggu dengan tidurnya itu langsung merenggangkan badannya sebelum dia beringsut turun dari pembaringan. Gadis itu berjalan sedikit sempoyongan menuju pintu kamar.


"Ada apa Ma? Mauren mengucek-kucek matanya.


"Bangun sayang, sholat dulu!


Tanpa menunggu jawaban dari Mauren, wanita itu melanjutkan langkahnya menuju kamar Andika. sebelum membuka pintu kamar anaknya Dora mengetuk pintu itu. setelah 1 menit tidak ada sahutan Dari Andika, Dora lalu memutar handle pintu untuk membangunkan putranya. seperti biasa Andika tidak pernah mengunci kamarnya.


Dora duduk di samping ranjang anak bungsunya. "Dika bangun Nak! Dora mana buku lengan Andika. anak laki-laki itu semakin mengeratkan pelukannya pada gulingnya. membuat Dora geleng-geleng kepala. Wanita itu membuang nafas kasar. setiap hari kegiatannya Saat bangun tidur patuh seperti itu. anak-anaknya tidak pernah bangun sendiri.


Jam 06.30 pagi gerak langkah Richard menuruni anak tangga, sambil menantang tas kerjanya. setelah meletakkan tas kerjanya di sofa ruang tamu, pria itu melangkah masuk ke ruang makan. tak berselang lama Mauren dan Andika juga berjalan menuruni tangga untuk segera sarapan bersama kedua orang tuanya.


"Pagi Ma pagi Pa."Morin langsung menarik kursi makan yang bersebelahan dengan adiknya.


"Tumben jam segini sudah rapi, kamu ada kelas pagi ini yang Mauren?"tanya Richard


"Iya pa." Mauren memasukkan nasi ke dalam piringnya berikut lauk pauk. "Oh iya pak rencananya setelah yudisium teman-teman angkatan Aku mau mengadakan acara camping. Aku boleh ikut kan pa?"tanya Mauren.


"Uhhuj uhk..."Dora tersendak, dia langsung mengambil minuman yang disodorkan oleh suaminya. Setelah menghabiskan air putih setengah gelas. Dora mengambil tisu untuk mengelap mulut dan juga matanya yang sedikit merah dan berair akibat efek dari tersedak tadi.


"Tidak boleh! kamu tidak boleh ikut kemping! Sahut Dora tegas


"Kenapa Ma? aku seumur-umur belum pernah ikut kemping. "Mauren minta alasan penolakan mamanya."


"Pokoknya mama nggak setuju. kamu seorang gadis. Sangat membahayakan Kalau ikut kegiatan semacam itu."terang Dora.


"Aku bisa jaga diri Ma, ilmu bela diriku juga lumayan tinggi. Mungkin pak Mario juga akan ikut Ma. Sudah pasti dia akan menjaga aku.


"Tetap saja tidak boleh. Titik!"tugas Dora tanpa bisa ditawar-tawar.


"Pa...."rengek Mauren tangannya menggoyang-goyang dengan Richard. pria itu menggeleng. Richard kalau mendengar nada bicara istrinya sudah seperti itu, dia tidak berani membantah. Bisa terancam pelestarian ikan lelenya.


"Aku laki-laki, berarti aku kalau ada kegiatan camping Aku boleh ikut kan Ma?"


"Tidak boleh juga! pokoknya orang-orang di rumah ini tidak Mama izinkan ikut kemping."ucap Dora tegas.


Richard dan kedua anaknya langsung bergeming.


Maureen tertunduk sedih. namun dia masih melanjutkan sarapannya. setelah menghabiskan sarapannya Richard berpamitan pada istrinya. dia berangkat bersama Andika. sedangkan Moran menggunakan mobilnya sendiri untuk pergi ke kampus.


bersambung

__ADS_1


sambil menunggu karya ini update kembali mampir ke karya teman Emak juga.



__ADS_2