
Setelah sambungan video call berakhir, Dora kembali memeluk suaminya.
"Mas, kasihan banget Amor. Mas dengar, kan tadi, gimana si Risma?"
Richard mengangguk
"Coba Mas ngomong ke kak Fernando, ceritakan gimana kelakuan Risma ke Amor. Aku nggak mau Risma merebut Kak Fernando dari Amor.
"Sayang, ini masalah pribadi mereka. Mas yakin, Fernando tidak akan menghianati Amor. Kamu tenang saja, nggak usah terlalu dipikirkan. Kasihan anak kita kalau kamu terlalu banyak pikiran."
"Tapi kalau si Risma berhasil meracuni otak orang tua Kak Fernando, gimana? Aku takut kalau Kak Fernando nggak bisa nolak kemauan orang tuanya.
Richard tidak menyahut. Pria itu sedikit banyak yang memikirkan juga, ucapan istrinya. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Amor, istrinya pasti akan kepikiran. Richard tidak mau perkembangan anaknya, yang di dalam perut Jadi terganggu.
"Baiklah sayang, besok Mas akan coba bicarakan sama Fernando. Kamu sekarang tidur ya, Jangan memikirkan masalah Amor lagi."
"Iya, Mas." Dora lalu memejamkan matanya.
Keesokan harinya, saat jam istirahat. Richard menelpon Fernando. Saat sambungan telepon sudah terhubung, Richard menceritakan tentang apa yang didengarnya tadi malam, saat istrinya melakukan sambungan video call dengan Amor.
"Pantesan Mama aku, sore ini menyuruh aku mampir ke rumahnya, setelah pulang kerja nanti.
"Sebenarnya, aku nggak mau ikut campur masalah percintaan kamu, Fernando. Tapi kamu tahu sendiri kan, istri aku? Dia itu sudah sahabatan lama sama Amor, jadi kalau sahabatnya jadi disakiti, istriku pasti akan ikut merasakan sakit juga. Mana istriku lagi hamil, aku takut kehamilannya jadi terganggu, ini aja masalah tender Pak Alberto gagal." ucap Richard.
Sore harinya, pulang kerja. Fernando mampir sebentar ke rumah orang tuanya. Walaupun dia tahu apa yang akan dibahas oleh mamanya. Fernando tetap akan datang, sekalian dia ingin meyakinkan Mamanya.
"Fernando, syukurlah anak kamu datang ke sini."
"Memangnya ada apa, Ma?"
"Mama mau minta sama kamu, batalkan saja pernikahan kamu dengan Amor. Eh, bukan maksud Mama, pernikahan tetap akan dilanjutkan sesuai tanggal yang sudah ditetapkan. Hanya saja, mempelai wanitanya kamu ganti dengan Risma.
__ADS_1
Fernando melebarkan bola matanya.
"Mama sadar nggak sih ngomong seperti itu? Mama wanita! Amor juga wanita!! seharusnya Mama bisa merasakan, kalau berada di posisi Amor, Mama Seperti apa." Fernando sedikit meninggikan suaranya.
"Tapi Mama melakukan ini semua untuk kepentingan anak kamu, Fernando. Amor itu hanya akan menjadi Ibu sambung untuk Bimbim, mereka tidak ada hubungan pertalian darah. Bisa saja kan, nanti setelah dia punya anak, Bimbim akan ditelantarkan. Pasti dia akan lebih memprioritaskan anak kandungnya. Berbeda dengan Risma, Bimbim itu keponakannya anak dari kakaknya. Dia pasti akan lebih tulus menyayangi Bimbim. Dia nggak akan tega menyakiti ataupun menelantarkan Bimbim
"Kok mama bisa yakin sekali dengan Risma? Mama nggak tahu saja, temanku ada yang menikah dengan sepupu dari istrinya. Setelah dia punya anak, anak sambung yang merupakan anak dari sepupunya yang meninggal itu, tidak begitu dia pedulikan. selalu anak kandungnya yang diutamakan.
"Tapi Nak!"
Fernando langsung berdiri dari sofa. " Sudah Ma, Aku nggak mau berdebat. Aku nggak akan merubah keputusan. Karena aku lebih tahu yang terbaik untuk Bimbim, dan Mama jangan lupa, Risma itu sudah beberapa kali menolak ku. Setelah mengucapkan itu, Fernando langsung melangkah keluar dari rumah orang tuanya.
Setelah di dalam mobil, Fernando mengambil ponselnya, yang sejak tadi ditinggalkan di kursi samping kemudi.
"Risma!!! saya peringatkan sama kamu, walaupun kamu itu adiknya almarhumah. Tapi kamu tidak bisa seenaknya mengatur hidupku Ku. Kamu tidak ada hak untuk menentukan layak atau tidaknya, pasangan yang aku pilih." pesan itu yang di kirim Fernando kepada Risma.
Sementara di tempat lain, Risma duduk di ruang tengah sambil menikmati cemilan sambil menonton televisi. Dia meraih ponselnya yang dia letakkan di samping tempatnya duduk. Karena Wanita itu sedang menunggu kabar baik dari mamanya Fernando.
Kring ...
Kring ...
Yang ditunggu-tunggu, akhirnya menelpon juga ." Risma tersenyum setelah melihat nama yang menghubunginya adalah Mamanya Fernando.
"Halo Bu, gimana. Kak Fernando mau nggak? tanyanya dengan tersenyum. Karena Risma yakin, Fernando tidak bisa menolak kehendak orang tuanya.
"Maaf, Nak. Fernando menolaknya. Ibu tidak bisa membantu kamu, membujuknya. Karena Ibu tahu seperti apa Fernando. Dengan atau tanpa restu dari ibu, dia pasti akan tetap menikah dengan Amor. Jadi percuma juga Ibu memaksanya." wanita paruh baya itu mengucapkannya dengan rasa tidak enak.
"Tapi Bu, apa Ibu tidak khawatir gimana nanti nasib Bimbim di bawah pengasuh Amor?"
"Fernando tidak sebodoh itu, Bimbim juga sudah besar. Dia tidak akan tinggal diam misalnya dia disakiti Ibu sambungnya. Dia pasti sudah bisa mengadukan perbuatan Ibu sombongnya, pada Papanya. Misalnya Amor berbuat tidak baik dengannya.
__ADS_1
"Tapi..
"Sudah ya, Risma. Ibu tutup dulu teleponnya." wanita paruh baya itu memotong ucapan Risma. Dia pun langsung memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah sambungan telepon itu terputus, belum sempat Risma meletakkan ponselnya. Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Risma langsung membaca pesan yang dikirimkan oleh Fernando.
"Kenapa sih, kamu sekarang berubah Kak? sebelumnya kamu tidak pernah berkata kasar sedikitpun padaku." batin Risma. Perasaannya kali ini benar-benar sedih, sejak kekasihnya selingkuh. Risma benar-benar butuh seseorang, yang bisa sembuhkan luka hatinya.
Dia jadi teringat dengan Fernando, laki-laki yang beberapa kali pernah memintanya untuk menjadi istrinya. Tapi dia selalu menolaknya, sehingga dia begitu percaya diri, bahwa Fernando pasti akan lebih memilihnya dibandingkan Amor.
"Malam ini, Fernando dan Bimbim mengajak Amor makan malam di luar, tepatnya di restoran Cornel.
"Sayang, kamu nggak usah pikirkan ucapan Risma, ya. Tadi sore, dia sudah aku peringatkan. Yang pasti, apapun yang terjadi aku akan tetap menikah dengan kamu.
"Iya Kak." Sahut Amor, dengan suara lirih. nampak dia membuang nafas kasar. Belum menikah saja, sudah seperti ini. Gimana nanti setelah menikah? pikirnya. Apalagi Fernando dan Risma pasti selamanya akan selalu berkomunikasi, sebab Bimbim merupakan keponakan dari Risma.
****
Beberapa minggu kemudian, dua hari sebelum acara pernikahan, orang tua dari Amor beserta adik-adiknya sudah dijemput oleh suruhan Fernando. Kini mereka sudah berada di rumah yang sudah disiapkan oleh Fernando.
"Yaitu rumah yang akan menjadi hunian keduanya, setelah menikah nanti. Rumah itu berada di satu komplek yang sama seperti Richard dan Afrian. Fernando sengaja memilih tinggal di sana, karena dia ingin setelah menikah, Nanti istrinya tidak kesepian. Jika seandainya dia tidak di rumah, maka dari itu dia memutuskan tinggal berdekatan dengan sahabatnya.
Amor sudah resign dari kantornya sekitar tiga hari yang lalu. Selain di fasilitasi rumah oleh calon suaminya, Amor juga di fasilitas mobil mewah oleh Fernando. Sepeda motor butut milik Amor dibawa ke kampungnya untuk dipakai bapak dan adiknya buat pergi ke ladang.
Hari yang ditunggu-tunggu oleh Amor dan Fernando tiba. Pagi ini, mereka melaksanakan acara akad nikah di kediaman rumah mereka. Pagi-pagi sekali, Moresette sudah hadir di dalam kamar Amor.
Sedangkan Dora, dia sudah mengatakan bahwa dirinya akan datang sekitar lima belas menit sebelum acara dimulai. Apalagi usia kandungan Dora saat ini sudah semakin membesar, tinggal menunggu waktunya lagi, akan melakukan proses persalinan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN