Aku Ibu Mu, Nak

Aku Ibu Mu, Nak
BAB 32. RICHARD MEMINTA MAAF


__ADS_3

Satu minggu kemudian, kondisi Richard sudah benar-benar sehat. Hari ini Richard bersama kedua orang tuanya berniat datang berkunjung ke rumah Dora.


Richard sengaja membawa kedua orang tuanya menemui orang tua Dora. Rencananya nanti di sana, Richard ingin meminta maaf terlebih dahulu, baru setelah itu dia ingin mengutarakan niat baiknya untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Dia ingin orang tuanya membantunya untuk melamar Dora


Beberapa saat kemudian Richard sudah memarkirkan mobilnya di halaman rumah Tuan Bernando. Terlihat Richard dan kedua orang tuanya turun dari mobil. Ketiganya langsung melangkah ke arah teras rumah.


Tak berselang lama setelah menekan bel, salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah utama keluarga Bernando langsung membuka pintu utama.


"Maaf, mencari siapa ya?" tanya asisten rumah tangga itu setelah membuka daun pintu rumah utama.


"Doranya Ada bi?


"Non Dora lagi nggak ada di rumah Tuan."


Richard langsung menoleh ke arah orang tuanya.


"Kalau orang tuanya ada nggak bi?"tanya Tuan Nicholas.


"Tuan Bernando ada, tapi Nyonya Nadia nggak ada."


"Ya Sudah, Bibi panggilkan saja Tuan Bernando, bilang sama dia kalau Richard dan orang tuanya ingin bertemu."


"Baik Pak, kalau gitu saya tinggal masuk ke dalam dulu ya."pamit asisten rumah tangga itu.


"Kira-kira Dora kemana ya, Mam?


"Mami juga nggak tahu Nak, mungkin dia lagi shopping di mall atau bisa juga dia pergi ke salon bersama ibunya untuk perawatan."

__ADS_1


Richard manggut-manggut. Dia mengerti sekali seorang wanita seperti ibu dan adiknya jika hari minggu pasti menghabiskan waktu di mall dan di salon.


Setelah memanggil Tuannya asisten rumah tangga itu lalu membuka lebar dan pintu itu. "Silakan masuk Pak Bu. Tuan sudah menunggu di ruang tamu "


Kemudian Richard dan orang tuanya melangkah masuk ke dalam rumah itu mengikuti langkah asisten rumah tangga itu. Saat sampai di ruang tamu, terlihat Tuan Bernando sudah duduk di sofa ruang tamu dengan gaya angkuhnya.


"Silakan duduk!! ucapkan Bernando. Richard dan kedua orang tuanya langsung mengambil tempat duduk di sofa.


"Mau apa kalian ke rumah saya?"tanya Tuan Bernando dengan dingin, matanya menatap tajam ke arah Richard.


"Saya ingin meminta maaf atas perlakuan putra saya yang sudah melecehkan Putri bapak."jawab Tuan Nicholas.


Pandangan Tuan Bernando beralih pada Richard, seolah meminta jawaban juga dari pria itu.


Richard langsung beranjak dari duduknya pria itu langsung menghampiri Tuan Bernando. Dia berlutut di depan pria, yang menetapnya dengan tatapan tajam.


BUGH ...


BUGH ...


Wajah Richard langsung mendapat dua kali tonjokan dari Tuan Bernando.


"Richard!!"teriak Nyonya Alena karena terkejut melihat anaknya yang tiba-tiba dipukul oleh Tuan Bernando.


Tuan Nicholas langsung menghampiri putranya terjungkal ke belakang, akibat kerasnya pukulan dari tangan pria yang tidak mudah lagi itu. Dia membantu putranya untuk bangun.


"Pak, tolong jangan kasar pada anak saya. Dia datang ke sini dengan niat baik, dia ingin mempertanggungjawabkan perbuatannya pada putri Bapak. Anak saya ingin menikahi anak bapak." ucap Tuan Nicholas saat sudah membantu Richard untuk berdiri.

__ADS_1


"Heh!! Tuan Bernando tersenyum sinis dan memalingkan wajah ke arah samping kanan.


"Menikah kata bapak?? sayangnya putri saya sangat membenci anak bapak! karena menurutnya anak bapak ini seorang laki-laki brengsek! yang tidak pantas dijadikan suami olehnya." ucap Tuan Bernando dengan lantang.


Mendengar itu Richard langsung menunduk. "Begitu buruk kah dia, di mata seorang Dora?"


namu,n sedetik kemudian dia kembali menatap ke arah Tuan Bernando.


"Pak, izinkan saya bertemu dengan Dora .Saya ingin meminta maaf sekali lagi padanya." pinta Richard.


"Sudahlah, lupakan Dora!!! berhenti mencari-cari dia!!! Karena dia sudah tidak ada lagi di sini. Andai saja saya tidak berhutang nyawa pada kamu, pasti saya akan menyuruh orang untuk membunuh kamu, karena kamu sudah merusak hidup putri saya."ucap Tuan Bernando dengan dingin


Tuan Bernando melihat ke jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. "Saya mau istirahat, urusan di antara kita sudah tidak ada lagi "usir Tuan Bernando secara halus.


Tuan Nicholas segera berdiri dari tempat duduknya. "Ayo nak, kita pulang! ajak Tuan Nicholas pada Richard.


Richard enggan untuk berdiri. Saya akan tetap mencari Dora. Sampai kapanpun saya akan menunggu Dora sampai dia mau memaafkan saya."ucap Richard lalu dia beranjak dari duduknya..


"kami pamit pulang dulu Pak."ucap Tuan Nicholas.


"Hem... sahutnya dingin.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2