
Dora mulai menyalakan mesin mobilnya, perlahan wanita itu mulai menginjak pedal gasnya. Richard yang sudah melihat Dora keluar dari halaman butik itu, langsung menjalankan mobilnya juga menuju ke rumahnya.
Malam harinya setelah menidurkan anaknya di dalam kamar Maureen sendiri, Richard kembali masuk ke dalam kamarnya. Pria itu langsung memberikan tubuhnya di atas diambilnya ponsel yang ada di atas nakas, lalu dibukanya kembali video yang dikirimkan oleh Fernando tadi siang. Richard kembali tersenyum melihatnya.
Terlihat sekali di video itu Dora bertanya pada ibu Rani dengan raut wajah tidak suka. Terus juga Dora mengatakan bahwa Dora yang akan selalu menjemput Maureen pulang sekolah. Itu artinya wanita itu tidak ingin dirinya menjemput Mauren karena takut Ibu Rani menggodanya.
****
Keesokan harinya seperti biasa Mauren pergi ke sekolah diantar oleh Papanya. Saat mobilnya sudah terparkir di depan gerbang sekolah, Richard keluar dari dalam mobilnya. pria itu berjalan mengelilingi mobil untuk membuka pintu mobil depan sebelah kiri dan langsung menurunkan putrinya.
"Sayang, nanti kalau pulang sekolah ke gerbangnya, jalan kaki saja ya. Jangan lari-lari." pesan Richard pada putrinya.
"Mauren disuruh Bimbim lari Pa." kata Bimbim Kalau nggak lari nanti ditinggalin Mama."
"Enggak sayang, mama nggak akan tinggalin Maureen kok. Nanti, Mauren jalan kaki saja ya!"ujar Richard.
Mauren mengangguk. " Iya Pak."
Jam 11.00 siang Dora baru saja tiba di gerbang sekolah. Baru saja wanita itu ingin keluar dari dalam mobilnya, tiba-tiba hujan lebat mengguyur tempat itu. Saat ini anak-anak sudah berjalan ke arah pintu gerbang. Terlihat Mauren, Bimbim, Bastian, sedang tertawa riang menyambut hari hujan yang mengguyur tubuh mereka. Ketiga anak itu mendongak ke atas langit sambil menadahkan tangan ke atas.
"Mauren!!!"berhenti main air hujan. Sekarang ayo kita lari." teriak Bimbim karena suara berisik air hujan terdengar nyaring.
"Bimbim kata papa aku kalau ke gerbang jalan kaki saja, jangan lari." sahut Mauren dengan berteriak juga.
"Mauren kalau kita tidak lari, nanti kita sakit." sahut Bastian.
"Ayo Bim, kita tinggalin saja Mauren! ajak Bastian lalu kedua anak laki-laki itu berlari meninggalkan Mauren.
Dora bergegas keluar dari dalam mobilnya mengambil payung yang diletakkan di jok paling belakang. Dia tidak ingin Mauren kelamaan kehujanan.
Setelah mendapatkan payungnya, Dora yang kebetulan memakai flat shoes, itu langsung berlari memasuki gerbang sekolah. Dilihatnya Maureen sedang berjalan dengan santainya menikmati air hujan yang mengguyur tubuhnya.
"Mauren!!! teriak Dora sambil berlari menghampiri putrinya.
Dora langsung menggendong putrinya kemudian melangkah ke arah luar gerbang sekolah, setelah sampai di mobil. Dora mengambil handuk kecil yang kebetulan ada di jok belakang. Dia Lalu mengelap tubuh anaknya terutama pada bagian kepalanya.
Setelah itu, Dora langsung menjalankan mobilnya menuju butik.
Beberapa saat kemudian, mobil Dora sudah memasuki halaman butiknya. Wanita itu memarkirkan mobilnya tepat di depan teras butik dengan posisi pintu bagian kiri berada di sisi teras.
Dora bergegas turun dan berlari karena teras karena hujan masih turun dengan begitu derasnya. Saat sudah sampai di teras, dia langsung membuka pintu mobil bagian kiri untuk membantu Mauren keluar dari mobilnya.
__ADS_1
"Ayo sayang, kita segera masuk ke dalam." ucapnya saat membuka pintu mobil.
Saat mauren sudah keluar dari mobil Dora langsung menuntun putrinya masuk ke dalam butiknya.
"Bila!!" teriak Dora memanggil bawahannya.
Bila langsung berlari menghampiri bosnya.
"Bila, tolong bikinkan teh hangat campur madu. Dan kamu tolong ambilkan handuk dan bathrobe Maureen di dalam lemari ruangan saya. Saya ingin memandikan Mauren dulu dengan air hanga." perintah Dora pada bawahannya.
Selesai memandikan Mauren dengan air hangat, Dora lalu menyuruh putrinya untuk meminum teh hangat yang sudah dicampur dengan madu.
"Sudah Ma,. Maureen nggak suka." Mauren menjauhkan Gelas itu dari bibirnya. Dia hanya meminum seperempat gelas saja.
"Bila!! makanan yang saya pesan sudah diantar ojek online nggak?
"Sudah Bu."
Tolong ambilkan ya, saya mau kasih makan Mauren dulu sebelum dia tidur siang.
"Selesai makan siang dan menidurkan putrinya, Dora lalu teringat ponselnya yang ada di dalam tas. Dan tas itu masih berada di dalam mobilnya.
Dia pun beranjak dari duduknya untuk keluar ruangannya. "Bila, Tolong ambilkan tas saya di dalam mobil ya, Ini kuncinya." ucap Dora saat berdiri di depan pintu ruangannya. Wanita itu menyerahkan kunci mobilnya.
Saat Dora membuka pesan Whatsapp dari Richard, nampak simbol centang biru tanda Sudah dibaca di ponsel Richard. Pria itu langsung melakukan panggilan telepon pada Dora melalui WhatsApp dan Dora pun langsung menerimanya.
"Halo Dora, kamu dan Mauren lagi di mana?
Dora tidak menjawab. Dia hanya merubah panggilan suara menjadi panggilan video. Seketika itu juga Richard tahu Dora sedang berada di ruang pribadinya.
"Kok rambut kamu basah Dora?" z tanya Richard sambil menelan kasar salivanya. Karena Dora terlihat seksi di matanya dengan rambut basah seperti itu.
"Ya, iyalah basah Pak. Kan, saya habis kehujanan menjemput Mauren di sekolah.
"Mauren gimana? apa dia kehujanan juga?
"Iya, dia juga kehujanan. Ini dia sekarang sudah tidur." Dora mengarahkan kameranya ke arah Mauren.
"Panas nggak, badannya? tanya Richard khawatir.
Dora lalu memegang dahi putrinya. "Nggak Pak.suhu tubuhnya normal."
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau begitu.
"Ya sudah, kalau begitu saya mau lanjut kerja lagi." Richard lalu mengakhiri panggilannya.
Malam harinya sekitar pukul 07.00 malam tubuh Mauren mendadak demam. Richard lalu memanggil dokter pribadinya ke rumah.
"Gimana kondisi cucu saya dokter?" tanya Nyonya Alena yang kebetulan malam ini menginap di rumah putranya.
"Ibu tidak usah khawatir, setelah minum obat panasnya akan turun." sahut dokter itu. Jika sampai tengah malam panasnya nggak turun-turun, bapak bisa menghubungi saya kembali." ujar dokter itu pada.
"Baik, dokter. terimakasih, kalau begitu." sahut Richard
Dokter itu lalu pamit pulang ke rumahnya.
satu jam kemudian suhu tubuh Mauren panasnya sudah berkurang. Namun, anak kecil itu Memanggil mamanya terus padahal matanya dalam keadaan terpejam.
"Mamaaaa....Mama......Richard dan nyonya Alena saling berpandangan.
"Gimana ini Mom?" Richard bingung.
"Kamu panggil saja Dora ke sini. Kan nggak apa-apa juga. Di sini ada mami dan dua asisten rumah tangga juga.
Richard lalu mengirim pesan video pada Dora, "Kalau kamu nggak keberatan tolong datang ke sini." pesan Richard
Di dalam kamarnya Dora yang belum tidur itu kaget saat melihat video yang dikirim oleh Richard. video memperlihatkan Putrinya ditempel sebuah kompres instan, dilihatnya putrinya memanggil-manggilnya dengan mata terpejam.
Dora lalu membalas pesan. "Share lokasi." balasnya singkat
Richard langsung mengirim lokasi rumahnya.
Beberapa saat kemudian Dora datang ke rumah Richard. Kedatangannya langsung disambut hangat oleh Nyonya Alena. Dora sangat bersyukur sekali karena di rumah Richard tidak hanya Mauren dan Richard saja, yang juga ada Omanya Mauren.
"Mari masuk Dora. Maaf ya Dora. Sudan merepotkan mu malam-malam datang ke sini. Tapi mau gimana lagi Mauren sedang membutuhkanmu.
"Iya Bu, nggak apa-apa. Ini sudah kewajiban saya sebagai Mamanya
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN " DI BULLY KARNA OBESITAS